Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Suku Bunga Turun, Kripto Meroket? Prediksi Mengejutkan dari Bank of America!
    Crypto

    Suku Bunga Turun, Kripto Meroket? Prediksi Mengejutkan dari Bank of America!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini16-04-2025 - 19.30Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Suku Bunga Turun, Kripto Meroket? Prediksi Mengejutkan dari Bank of America!
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Bank of America membuat prediksi mengejutkan: The Fed, bank sentral AS, akan memangkas suku bunga sebanyak empat kali di tahun 2025! Pemangkasan diprediksi terjadi pada Mei, Juli, September, dan Desember. Jika prediksi ini akurat, langkah pertama mungkin dimulai pada rapat The Fed berikutnya, 6-7 Mei mendatang.

    Inflasi yang menurun menjadi alasan utama prediksi ini. Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen dan produsen lebih rendah dari perkiraan, memicu harapan pelonggaran kebijakan moneter The Fed yang selama ini ketat. Kekhawatiran resesi juga menjadi faktor pendukung. CEO BlackRock, Larry Fink, bahkan menyebut resesi mungkin sudah dimulai. Presiden The Fed wilayah Boston, Susan Collins, menyatakan kesiapan bank sentral untuk bertindak jika diperlukan.

    Suku Bunga Turun, Kripto Meroket? Prediksi Mengejutkan dari Bank of America!
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Dampaknya bagi Kripto: Harapan dan Ancaman

    Pemangkasan suku bunga biasanya berdampak positif pada pasar keuangan, termasuk aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin. Penurunan suku bunga meningkatkan likuiditas, mendorong investor untuk mengambil risiko lebih tinggi. Jika prediksi Bank of America terbukti benar, pasar kripto berpotensi mengalami lonjakan harga.

    Namun, bukan berarti semuanya cerah. Ketidakpastian global masih membayangi. Kebijakan tarif era Donald Trump dan perselisihan dagang antara AS dan Uni Eropa, serta sikap tegas China terkait perang dagang, menciptakan tekanan tambahan pada pasar. Harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 86.000, tetapi kembali turun di bawah US$ 85.000 setelah muncul kabar rencana balasan tarif dari Uni Eropa.

    Jeff Park, Kepala Strategi Alpha di Bitwise, mengingatkan bahwa meskipun prospek jangka menengah terlihat positif karena faktor suku bunga, kondisi jangka pendek Bitcoin masih dibayangi ketidakpastian global.

    Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Editor: BobonSyah

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleEthereum Anjlok Lagi? Investor Waspada!
    Next Article iPhone Lipat: Kamera Bawah Layar, Benarkah?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Pi Network Menguat! Tanda Kebangkitan atau Jebakan?

    09-02-2026 - 13.30
    Crypto

    09-02-2026 - 13.15
    Crypto

    ADA di Ujung Tanduk: Divergensi Mengerikan Muncul!

    09-02-2026 - 13.00
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.