KabarTifa- Sebuah inovasi mengejutkan baru saja diluncurkan oleh platform Web3 terkemuka, Zora, yang kini merambah jaringan Solana dengan produk terbarunya: ‘attention markets’. Langkah revolusioner ini memungkinkan para pengguna untuk tidak hanya mengonsumsi, melainkan juga memperdagangkan popularitas dan dinamika tren internet, mulai dari tagar viral hingga narasi budaya digital yang sedang hangat diperbincangkan di media sosial.
Pergeseran ini menandai evolusi strategis Zora. Sebelumnya dikenal luas sebagai pemain kunci di ekosistem NFT pada jaringan Base, Zora kini memposisikan diri di garis depan ‘ekonomi atensi’ terdesentralisasi. Pemilihan Solana bukan tanpa alasan; sebagaimana dilansir dari Coindesk pada Sabtu (22/2), kecepatan transaksi yang tinggi dan biaya yang rendah menjadi daya tarik utama untuk mendukung pasar yang dinamis dan real-time ini.

Mengenal Lebih Dekat ‘Attention Markets’
Lalu, apa sebenarnya ‘attention markets’ itu? Konsep ini adalah pasar berbasis blockchain yang memungkinkan partisipan berspekulasi atau mengambil posisi terhadap nilai sebuah tren digital. Berbeda dengan perdagangan aset kripto atau NFT tradisional, di sini pengguna dapat ‘bertaruh’ pada potensi viralitas atau keberlanjutan sebuah fenomena budaya internet.
Meskipun memiliki kemiripan fungsional dengan platform prediksi seperti Polymarket, ‘attention markets’ Zora secara spesifik berfokus pada dinamika budaya dan ‘buzz’ media sosial, bukan pada hasil peristiwa politik atau ekonomi yang terukur. Dengan infrastruktur Solana yang dikenal efisien, Zora berambisi memastikan pengalaman perdagangan tren dapat dilakukan secara instan tanpa hambatan biaya tinggi.
Monetisasi Atensi di Era Web3
Di era Web3, Zora berupaya mendemokratisasi monetisasi atensi. Jika di ekosistem Web2, perusahaan raksasa media sosial telah lama meraup keuntungan dari atensi pengguna melalui model iklan, Zora kini mencoba membawa mekanisme serupa ke ranah terdesentralisasi, di mana nilai atensi dapat diperdagangkan secara langsung.
Inisiatif ambisius ini tidak lepas dari sorotan para analis. Tim Research Tokocrypto, dalam analisisnya, menyebut langkah ini sebagai upaya berani untuk memonetisasi atensi secara langsung. "Meskipun menarik minat awal, likuiditas masih menjadi tantangan besar," ungkap Tim Research Tokocrypto, sebagaimana dikutip oleh kabartifa.id. Mereka juga menyoroti "kontroversi di komunitas Base yang merasa Zora ‘mengekstrak’ nilai sebelum beralih ke Solana."
Menurut analisis tersebut, keberhasilan ‘attention markets’ sangat bergantung pada likuiditas yang memadai. Tanpa partisipasi aktif dan volume perdagangan yang cukup, pasar tren bisa menjadi dangkal dan rentan terhadap volatilitas ekstrem.
Kontroversi di Komunitas Base
Keputusan Zora untuk berekspansi ke Solana memang memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas Base. Sebagai salah satu proyek NFT yang cukup menonjol di jaringan layer-2 tersebut, perpindahan ini dianggap oleh sebagian pihak sebagai ‘ekstraksi nilai’ sebelum proyek tersebut berpindah haluan ekosistem. Isu loyalitas proyek terhadap jaringan tertentu memang kerap menjadi perdebatan dalam industri blockchain yang semakin kompetitif.
Namun, dari sudut pandang bisnis, strategi multi-chain bukanlah hal baru di industri blockchain. Banyak proyek Web3 memilih pendekatan ini untuk memperluas jangkauan pengguna dan memanfaatkan keunggulan teknis dari berbagai jaringan yang berbeda.
Tantangan Likuiditas dan Adopsi
Terlepas dari potensi inovasinya, ‘attention markets’ Zora menghadapi sejumlah tantangan krusial. Likuiditas awal yang terbatas menjadi hambatan utama, yang jika tidak teratasi, dapat menyebabkan spread harga melebar dan mengurangi daya tarik bagi para trader. Selain itu, risiko manipulasi tren, ketergantungan pada dinamika media sosial yang cepat berubah, dan volatilitas tinggi akibat spekulasi jangka pendek juga menjadi perhatian serius.
Tren internet seringkali bersifat sangat efemeral; sebuah narasi viral bisa melonjak dalam hitungan jam dan meredup dalam waktu singkat, menuntut kejelian dan kecepatan dari para partisipan pasar.
Eksperimen Berisiko Tinggi dengan Potensi Besar
Peluncuran ‘attention markets’ oleh Zora adalah sebuah eksperimen berisiko tinggi namun berpotensi mengubah lanskap Web3. Jika berhasil, model ini dapat membuka kategori pasar baru yang menggabungkan media sosial, spekulasi, dan teknologi blockchain. Namun, keberlanjutan dan adopsi jangka panjang akan sangat bergantung pada utilitas yang berkelanjutan serta likuiditas pasar yang stabil.
Bagi Zora, ini adalah manifestasi ambisi untuk berevolusi dari platform NFT menjadi infrastruktur pasar budaya digital yang lebih luas. Bagi investor dan pengguna, semua mata kini tertuju pada seberapa cepat pasar ini akan diadopsi dan apakah model ini mampu bertahan dalam gelombang perubahan teknologi yang tak henti.
Satu hal yang pasti: di era ekonomi atensi, tren bukan lagi sekadar fenomena viral, melainkan telah bertransformasi menjadi aset yang dapat diperdagangkan.
Editor: BobonSyah
