KabarTifa- Pasar kripto kembali bergejolak, XRP (Ripple) terperosok di bawah level psikologis $2 setelah aksi jual besar-besaran oleh pemilik modal besar (whale) senilai hampir $400 juta atau setara Rp6 triliun. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, diperparah dengan meredanya euforia peluncuran dua Exchange Traded Fund (ETF) XRP di Amerika Serikat.
XRP sempat menyentuh level $1.97, mencatatkan penurunan hampir 15% dalam sepekan terakhir. Padahal, kehadiran ETF XRP dari Canary Capital (XRPC) dan Bitwise diharapkan menjadi katalis positif. Meskipun mencatatkan total transaksi $22 juta di hari pertama, kedua produk investasi ini gagal mempertahankan momentum dan justru memicu aksi ambil untung (profit-taking).

Data on-chain menunjukkan, sekitar 200 juta XRP dilepas oleh whale dalam dua hari terakhir, memicu tekanan jual yang signifikan. Kondisi ini diperparah dengan kegagalan XRP mempertahankan level $2.25, yang menyebabkan funding rate di bursa derivatif berbalik negatif dan open interest anjlok 28% dalam 72 jam. Lebih dari $300 juta posisi trading terlikuidasi, menyeret harga XRP ke bawah $2 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.
Penurunan XRP sejalan dengan koreksi pasar kripto global. Keputusan Federal Reserve yang mengisyaratkan penundaan pemangkasan suku bunga, serta meningkatnya tensi perdagangan antara AS dan China, memperburuk sentimen risiko. Bitcoin merosot ke $83.200 dari level tertinggi mingguannya di atas $88.000, sementara Ethereum turun ke $2.757. Secara keseluruhan, lebih dari $2 miliar posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Analisis on-chain menunjukkan, hanya 58.5% pasokan XRP yang masih berada dalam posisi untung, turun dari lebih 70% di awal bulan. Sekitar 26.5 miliar XRP kini berada dalam kerugian yang belum terealisasi. Realized loss rata-rata mencapai $75 juta dalam 30 hari, mendekati level kapitulasi April 2024. Meskipun demikian, aktivitas jaringan tetap stabil dengan lebih dari 1.2 juta alamat aktif per hari dan throughput sekitar 1.800 transaksi per detik.
Secara teknikal, XRP kini berada di bawah MA50 ($2.06) dan MA200 ($2.21), membentuk pola death-cross. RSI berada di level 31, menunjukkan kondisi oversold tanpa sinyal pembalikan. Area support terdekat berada di kisaran $1.85–$1.90. Jika level ini ditembus, XRP berpotensi turun ke $1.70. Di sisi lain, tekanan jual besar terlihat di area resistance $2.15–$2.25.
Performa ETF XRP juga belum menggembirakan. XRPC menutup pekan pertama dengan AUM $11.6 juta dan Bitwise XRP dengan $9.4 juta–angka yang relatif kecil dibandingkan debut ETF Bitcoin pada 2024. Pasar ETF kripto secara umum mencatat outflow $38 juta minggu ini, dipimpin oleh redemption $3.79 miliar dari produk Bitcoin. Analis memperkirakan minat institusi terhadap ETF XRP baru akan meningkat setelah volatilitas mereda, kemungkinan pada 2026.
Pelemahan dolar AS sebesar 4% year-to-date serta proyeksi penurunan tambahan 8–10% hingga 2026 dinilai dapat meningkatkan daya tarik XRP di pasar internasional, mengingat lebih dari setengah likuiditasnya berada di luar AS. Namun inflasi yang menetap di 3% dan imbal hasil Treasury di atas 4.2% masih menahan aliran modal masuk ke aset kripto. Informasi ini dilansir dari kabartifa.id.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran finansial. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

