KabarTifa- Nilai XRP kembali terperosok dalam bayang-bayang tekanan jual, menyusul penolakan keras di level resistensi $1,67 pada tanggal 15 Februari lalu. Sejak kegagalan menembus titik krusial tersebut, harga aset kripto ini telah anjlok sekitar 13% dan kini bergerak di bawah tekanan jual yang intens dalam 24 jam terakhir. Namun, penurunan kali ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa. Analisis mendalam dari data teknikal dan on-chain mengindikasikan adanya pergerakan distribusi masif dari para investor kakap atau yang dikenal sebagai ‘whale’. Di sisi lain, para pemegang jangka panjang (HODLer) berupaya keras menyerap pasokan yang dilepas ini, demi membendung potensi pelemahan harga yang lebih parah. Pertarungan sengit ini akan menentukan apakah XRP mampu bertahan atau justru terperosok menuju level psikologis $1.
Analisis Teknikal: Sinyal Pelemahan yang Jelas

Secara teknikal, XRP terpantau bergerak dalam pola rising wedge sejak awal Februari. Pola ini, yang umumnya bersifat bearish, mengisyaratkan kenaikan harga yang semakin melemah dalam rentang tren yang menyempit. Jika pola ini pecah ke bawah (breakdown), ada indikasi potensi koreksi harga hingga sekitar 26%.
Sinyal pelemahan telah terlihat sebelumnya melalui bearish divergence antara harga dan Relative Strength Index (RSI). Ketika harga membentuk puncak yang lebih rendah, RSI justru mencetak puncak yang lebih tinggi. Divergensi ini merupakan indikasi bahwa momentum kenaikan tidak didukung oleh kekuatan beli yang solid dan berkelanjutan.
Pada tanggal 15 Februari, XRP sempat menyentuh $1,67, namun membentuk candle dengan sumbu atas yang panjang. Ini merupakan cerminan dari tekanan jual agresif yang muncul di level tersebut. Sejak momen itu, harga terus melemah dan kini semakin mendekati batas bawah pola rising wedge, meningkatkan risiko terjadinya breakdown yang bisa memicu penurunan lebih lanjut.
Aksi Jual Whale: Pemicu Tekanan Pasar
Data on-chain mengungkapkan bahwa dompet-dompet besar atau whale menjadi faktor utama di balik tekanan jual yang sedang berlangsung. Dompet yang memiliki antara 100 juta hingga 1 miliar XRP dilaporkan telah mengurangi kepemilikan mereka sekitar 10 juta XRP. Sementara itu, kelompok whale dengan kepemilikan antara 10 juta hingga 100 juta XRP melepas sekitar 40 juta XRP tambahan ke pasar.
Secara total, hampir 50 juta XRP, dengan nilai sekitar $75 juta pada harga saat ini, telah dilepas ke pasar selama reli singkat yang terjadi sebelumnya. Distribusi besar-besaran ini secara signifikan berkontribusi pada kegagalan harga untuk mempertahankan momentum kenaikannya.
Sentimen Holder: Akumulasi yang Belum Cukup Kuat
Di sisi lain, para pemegang jangka panjang mulai menunjukkan upaya akumulasi. Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan peningkatan kepemilikan dari sekitar 127 juta XRP menjadi 150 juta XRP dalam beberapa hari terakhir, atau naik sekitar 17%. Namun, skala akumulasi ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan lonjakan pembelian masif pada awal Februari yang mencapai lebih dari 337 juta XRP. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya penyerapan, kekuatan beli HODLer belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan jual dari para whale.
Level Kritis: $1,26 Menjadi Penentu Arah
Saat ini, level $1,26 menjadi area kunci yang sangat krusial. Data cost basis menunjukkan bahwa lebih dari 442 juta XRP dibeli di kisaran $1,27 hingga $1,28. Zona ini berpotensi menjadi support yang kuat, mengingat banyak investor berada di titik impas dan cenderung akan mempertahankan posisi mereka untuk menghindari kerugian.
Jika XRP mampu bertahan di atas $1,26, peluang stabilisasi harga terbuka lebar. Namun, penutupan candle 12 jam di bawah garis tren rising wedge dan level $1,26 dapat memicu penurunan lanjutan menuju $1,16 hingga $1,06. Dalam skenario terburuk, level psikologis $1 kembali menjadi target utama yang harus diwaspadai.
Sebaliknya, untuk meredam tekanan bearish dan membalikkan arah tren, XRP perlu merebut kembali $1,48 sebagai resistensi terdekat. Penembusan di atas $1,67 akan membatalkan pola rising wedge dan mengindikasikan kembalinya dominasi pembeli di pasar.
Menurut Tim Riset Tokocrypto, pertarungan antara distribusi whale dan akumulasi HODLer saat ini berada di titik kritis. Jika support kuat di level $1,26 (cost basis utama) jebol, XRP berisiko terkoreksi lebih dalam menuju area $1,00 sesuai proyeksi teknikal. Reclaim di atas $1,48 diperlukan untuk membatalkan narasi bearish jangka pendek.
Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih akan ditentukan oleh pertarungan sengit antara whale yang mendistribusikan suplai dan pemegang jangka panjang yang mencoba menahan tekanan jual. Pergerakan harga dalam beberapa sesi ke depan akan menjadi penentu apakah XRP mampu bertahan di atas level kritis atau justru mendekati level $1.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Ikuti Google News KabarTifa.id untuk update berita kripto terkini.
Editor: BobonSyah

