Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto -
    Crypto

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini28-01-2026 - 13.30Tidak ada komentar4 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    Asetmu Terancam! Dex-Trade Hapus DAR, Segera Amankan!

    KabarTifa- Sebuah kabar mengejutkan datang dari jagat aset digital. Bursa kripto Dex-Trade secara resmi mengumumkan akan mendelisting token DAR Open Network (D), sebuah langkah yang sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor. Keputusan ini berarti seluruh aktivitas perdagangan untuk token tersebut akan dihentikan di platform Dex-Trade, dengan batas waktu penarikan aset yang krusial hingga 28 Januari 2026.

    Gambar Istimewa :

    Menurut laporan yang dirilis Coinmarketcal pada Rabu (28/1), Dex-Trade telah menetapkan tenggat waktu yang jelas bagi para penggunanya untuk menarik aset DAR mereka. Setelah tanggal 28 Januari 2026, akses terhadap aset yang masih tersimpan di platform tersebut berpotensi ditutup sepenuhnya, menimbulkan risiko kehilangan dana permanen bagi para pemegangnya.

    Pengumuman ini segera menyita perhatian komunitas kripto, terutama para pemegang token DAR Open Network. Delisting bukan sekadar penghapusan pasangan perdagangan biasa; ia membawa implikasi serius terhadap likuiditas, aksesibilitas aset, dan bahkan persepsi pasar mengenai keberlanjutan proyek DAR itu sendiri.

    Mengapa Delisting Terjadi dan Apa Artinya?

    Delisting adalah keputusan bursa untuk menghentikan dukungan terhadap suatu aset kripto. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu di balik langkah ini, mulai dari volume perdagangan yang rendah, minimnya likuiditas, hingga isu-isu terkait kepatuhan regulasi, keamanan, atau bahkan stagnasi dalam pengembangan proyek.

    Meskipun Dex-Trade tergolong sebagai bursa terpusat (CEX) sekunder, keputusan delisting ini tetap memiliki dampak signifikan. Setiap pengurangan jumlah bursa yang mendukung suatu token secara otomatis mempersempit akses pasar, mengurangi volume perdagangan, dan berpotensi meningkatkan volatilitas harga secara drastis.

    Tim Riset Tokocrypto menanggapi keputusan ini sebagai sinyal peringatan keras yang tidak boleh diabaikan oleh investor. "Delisting dari CEX sekunder seperti Dex-Trade adalah sinyal negatif kuat terkait likuiditas atau kepatuhan proyek," jelas Tim Riset Tokocrypto. Mereka menambahkan, "Holder harus segera memindahkan aset ke wallet pribadi atau exchange lain untuk menghindari kehilangan dana permanen." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa risiko terbesar bukan hanya pada fluktuasi harga, melainkan pada hilangnya akses terhadap aset jika batas waktu penarikan terlewat.

    Langkah Krusial bagi Pemegang DAR

    Dex-Trade memberikan waktu yang cukup panjang, yakni hingga 28 Januari 2026, bagi seluruh pengguna untuk menarik token DAR mereka. Namun, menunda penarikan di tengah situasi delisting justru meningkatkan risiko teknis dan administratif yang dapat merugikan pengguna.

    Oleh karena itu, para pemegang DAR yang masih menyimpan token di Dex-Trade sangat disarankan untuk segera mengambil langkah mitigasi, antara lain:

    • Pindahkan ke Dompet Pribadi (Self-Custody Wallet): Ini adalah opsi teraman untuk menjaga kendali penuh atas aset Anda.
    • Transfer ke Bursa Kripto Lain: Jika ada bursa lain yang masih mendukung perdagangan DAR, Anda bisa memindahkannya ke sana.
    • Jual Aset: Pertimbangkan untuk menjual token DAR Anda jika likuiditas masih memungkinkan, meskipun mungkin dengan harga yang tidak ideal.

    Dampak pada Likuiditas dan Kepercayaan Pasar

    Delisting hampir selalu diikuti oleh penurunan likuiditas. Ketika sebuah platform besar menghapus dukungan untuk token tertentu, jumlah order book dan jalur keluar-masuk pasar menjadi lebih sempit. Kondisi ini dapat menyebabkan spread harga melebar, volatilitas meningkat, dan menyulitkan pemegang aset untuk menjual atau menukar token mereka dengan harga yang wajar.

    Secara psikologis, delisting sering dipersepsikan pasar sebagai indikator adanya masalah internal pada proyek, meskipun tidak selalu demikian. Bagi investor baru, berkurangnya jumlah bursa yang mendukung sebuah token dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan minat. Jika tren delisting berlanjut di platform lain, tekanan terhadap harga dan adopsi token berpotensi semakin besar.

    Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?

    Bagi pemegang DAR Open Network, fase ini seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali eksposur risiko mereka. Investor disarankan untuk:

    • Evaluasi Ulang Portofolio: Tinjau kembali alokasi aset Anda dan pertimbangkan diversifikasi.
    • Tetap Terinformasi: Pantau terus perkembangan proyek DAR dan pengumuman dari bursa lain.
    • Manajemen Risiko: Siapkan strategi untuk menghadapi potensi penurunan harga atau kesulitan likuiditas.

    Delisting tidak selalu berarti proyek akan gagal total, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah peringatan dini bahwa ekosistem token sedang menghadapi tantangan signifikan.

    Keputusan Dex-Trade untuk mendelisting DAR Open Network (D) merupakan sinyal penting bagi pasar kripto. Dengan tenggat waktu penarikan hingga 28 Januari 2026, langkah paling rasional bagi pemegang adalah segera mengamankan aset mereka. Di tengah industri kripto yang bergerak cepat, respons cepat terhadap pengumuman seperti ini dapat menjadi pembeda antara perlindungan aset dan potensi kerugian permanen. Bagi investor, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa manajemen risiko tidak hanya soal harga, tetapi juga soal akses, likuiditas, dan keberlanjutan infrastruktur tempat aset disimpan.


    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Editor: BobonSyah

    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleDuel Sengit $200.000: AI Unggul, Manusia Terancam?
    Next Article Brave Games Meluncur: Akankah BAT Meledak di Web3 Gaming?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Geger! Visa Gandeng Polygon, Revolusi Pembayaran Global?

    30-04-2026 - 13.15
    Crypto

    Pi Network Terjun Bebas! Ancaman Makro Hantui Kripto?

    30-04-2026 - 13.00
    Crypto

    LINK Terjepit! Akankah Tembus $10 atau Jatuh ke $8?

    30-04-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.