Jebakan Maut Giveaway XRP: CEO Ripple Palsu Beraksi!
Editor: BobonSyah
KabarTifa- Komunitas kripto kembali dihebohkan dengan kemunculan modus penipuan baru yang memanfaatkan nama besar. Kali ini, Ripple mengeluarkan peringatan keras menyusul beredarnya akun Instagram palsu yang mengatasnamakan CEO mereka, Brad Garlinghouse, untuk melancarkan skema giveaway XRP palsu yang merugikan.
Insiden ini semakin memperpanjang daftar panjang kasus penipuan digital yang marak di platform media sosial, di mana para pelaku secara sistematis menargetkan investor ritel dengan memanfaatkan reputasi tokoh-tokoh terkemuka di jagat kripto.
Akun Palsu Incar Investor dengan Janji Manis
Akun Instagram tiruan tersebut dilaporkan secara proaktif menghubungi sejumlah pengguna, mengiming-imingi mereka dengan program "giveaway" XRP yang menggiurkan. Modusnya klasik namun efektif: korban diminta untuk mentransfer sejumlah token XRP ke alamat tertentu terlebih dahulu, dengan janji palsu akan menerima pengembalian dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Menanggapi hal ini, CTO Emeritus Ripple, David Schwartz, melalui cuitannya pada 12 April 2026, secara tegas membantah keterkaitan akun tersebut dengan Brad Garlinghouse. Seperti dilaporkan kabartifa.id, Schwartz juga mengingatkan bahwa skema penipuan semacam ini bukanlah hal baru dan telah berulang kali muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Modus Lama yang Terus Berevolusi
Skema penipuan berkedok giveaway kripto memang kerap mengandalkan identitas figur publik untuk membangun kredibilitas. Para penipu seringkali menciptakan tekanan dan urgensi, mendorong korban untuk segera bertindak tanpa sempat melakukan verifikasi mendalam. Lebih lanjut, metode penipuan kini semakin canggih, melibatkan teknologi deepfake, akun layanan pelanggan palsu, bahkan siaran langsung yang dirancang agar tampak autentik. Dalam insiden terbaru ini, nama besar CEO Ripple dimanfaatkan untuk menyelimuti penipuan ini dengan aura kepercayaan, padahal seluruh interaksi tersebut adalah ilegal dan tidak resmi.
Ripple Tegaskan Tidak Pernah Minta Dana atau Data Sensitif
Pihak Ripple sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa baik perusahaan maupun para eksekutifnya tidak akan pernah meminta pengguna untuk mengirimkan XRP atau aset kripto jenis apa pun. Mereka juga mengklarifikasi bahwa Ripple tidak memiliki kanal komunikasi resmi di platform seperti Telegram. Oleh karena itu, setiap akun atau pesan yang mengatasnamakan Ripple di platform tersebut patut dicurigai sebagai upaya penipuan. Penting juga untuk diingat, Ripple tidak akan pernah meminta informasi sensitif seperti private key, kata sandi, atau data pribadi melalui saluran yang tidak resmi.
Pentingnya Literasi Keamanan Kripto
Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa lonjakan kasus penipuan semacam ini menggarisbawahi urgensi peningkatan literasi keamanan bagi para investor kripto. "Modus penipuan dengan menyamar sebagai tokoh besar adalah salah satu taktik yang paling sering digunakan. Para pelaku dengan cerdik memanfaatkan kepercayaan publik untuk melancarkan aksi penipuan mereka," jelas Tim Riset Tokocrypto.
Mereka juga menekankan prinsip fundamental dalam menjaga keamanan aset digital: "Apabila ada pihak yang meminta Anda mentransfer dana dengan janji imbalan tertentu, hampir dapat dipastikan itu adalah penipuan. Dalam ekosistem kripto, tidak ada mekanisme resmi yang mengharuskan pengguna mengirim aset terlebih dahulu untuk meraih keuntungan," tegasnya.
Oleh karena itu, Tim Riset Tokocrypto mengimbau seluruh pengguna untuk senantiasa melakukan verifikasi silang terhadap setiap sumber informasi dan tidak mudah tergoda oleh penawaran yang terdengar terlalu fantastis untuk menjadi kenyataan.
Baca juga: XRP Stagnan 5 Tahun, Masihkah Ada Harapan?
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
