KabarTifa.ID – 26 Juli 2026 | Dalam pergerakan pasar kripto yang penuh volatilitas, token DeXe (DEXE) baru-baru ini menunjukkan performa yang luar biasa. DeXe Melonjak 60%, Rebound Tajam Usai Anjlok 96% dari ATH, sebuah pemulihan yang mengejutkan banyak investor setelah sebelumnya mengalami koreksi nilai yang sangat dalam. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, harga DEXE dilaporkan melonjak signifikan, mencapai level US$4,31. Kenaikan ini jauh melampaui pergerakan Bitcoin yang cenderung stagnan, menandakan adanya sentimen positif yang kuat terhadap aset digital ini.
Tim Research Tokocrypto mengamati bahwa lonjakan dramatis ini terjadi setelah DEXE mengalami penurunan ekstrem, anjlok hingga 96% dari all-time high (ATH) di US$49,43 yang dicapai pada 12 Juli. Dari titik terendah di sekitar US$1,56, harga DeXe mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat. Pemantulan ini didorong oleh kombinasi aksi beli spot dan short covering di pasar derivatif. Namun, perlu dicatat bahwa reli kali ini lebih terlihat sebagai rebound teknikal setelah kondisi oversold ekstrem, bukan indikasi pemulihan fundamental yang solid secara menyeluruh.
Rebound Setelah Tekanan Jual Ekstrem
Kenaikan lebih dari 60% pada DEXE mencerminkan fenomena relief rally setelah tekanan jual yang masif. Penurunan tajam sebelumnya telah menyebabkan likuidasi besar-besaran pada posisi long dengan leverage tinggi, sekaligus mendorong indikator teknikal ke area oversold. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari DeXe sempat tercatat berada di level 28,41, sebuah angka yang secara umum mengindikasikan kondisi jual berlebih.
Setelah harga menyentuh area US$1,30 hingga US$1,50, sejumlah pembeli spot mulai memasuki pasar, secara bertahap membangun fondasi yang kokoh untuk terjadinya rebound. Pergerakan ini secara visual menandakan bahwa tekanan jual yang bersifat memaksa mulai mereda. Ketika para penjual mulai kehabisan tenaga, harga aset dapat memantul dengan cepat karena likuiditas kembali mengalir dan para trader mencoba memanfaatkan peluang jangka pendek yang muncul. Meskipun demikian, pencapaian kenaikan ini belum cukup untuk menyatakan bahwa DeXe telah pulih sepenuhnya. Harga aset ini masih berjarak sangat jauh dari level tertinggi sebelumnya, sehingga reli yang sedang berlangsung lebih tepat dikategorikan sebagai pemulihan teknikal dari fase kapitulasi pasar.
Peran Pasar Derivatif dan Sentimen
Selain dorongan dari aksi beli spot, pasar derivatif juga memainkan peran penting dalam memperbesar volatilitas DeXe. Data menunjukkan bahwa open interest (OI) mengalami peningkatan signifikan, naik dari kisaran US$20 juta menjadi US$48 juta selama periode reli berlangsung. Kenaikan OI ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas spekulatif di pasar, baik dari para trader yang menutup posisi short mereka maupun dari trader baru yang membuka posisi long demi mengejar momentum kenaikan.
Lebih lanjut, funding rate yang sebelumnya tercatat sangat negatif saat terjadi crash kini mulai menunjukkan tren kembali normal. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa tekanan bearish mulai mereda, dan sebagian besar pelaku pasar mulai menunjukkan optimisme yang lebih besar terhadap potensi rebound DeXe. Sentimen sosial terhadap aset ini juga mengalami pergeseran. Setelah sebelumnya didominasi oleh kepanikan, skor sentimen DEXE kini dilaporkan berbalik positif di level 4,67. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dari ketakutan ekstrem menuju minat beli yang bersifat oportunistik.
Namun, perlu diwaspadai bahwa pergerakan harga yang terlalu cepat juga meningkatkan risiko pembalikan arah. Jika reli ini sebagian besar ditopang oleh aktivitas di pasar derivatif, bukan oleh volume spot yang stabil, maka aksi ambil untung atau likuidasi baru dapat kembali memicu volatilitas tajam. Perlu diingat bahwa DeXe Melonjak 60%, Rebound Tajam Usai Anjlok 96% dari ATH adalah sebuah fenomena yang perlu dicermati dengan hati-hati.
Level Kunci dan Prospek Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, area harga US$4 menjadi level yang sangat penting untuk dipantau. Jika DeXe mampu mempertahankan posisinya di atas level support ini, peluang untuk menguji level resistance di US$6 masih terbuka lebar. Level US$6 sendiri memiliki signifikansi karena berdekatan dengan puncak pemulihan terbaru. Penembusan di atas level ini dapat memperkuat struktur rebound dan membuka ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Sebaliknya, jika DeXe gagal bertahan di atas US$4, tekanan jual berpotensi kembali meningkat. Dalam skenario terburuk, harga bisa saja turun menuju titik pivot harian yang berada di kisaran US$3,18. Selain itu, resistance besar masih terpampang jauh di atas harga saat ini. Rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 7 hari berada di sekitar US$17,36, yang akan menjadi area hambatan kuat apabila DeXe mencoba melanjutkan pemulihan yang lebih besar. Untuk saat ini, prospek DEXE masih tergolong cautiously bullish dalam rentang yang terbatas.
DeXe Melonjak 60%, Rebound Tajam Usai Anjlok 96% dari ATH adalah bukti nyata dari dinamika pasar kripto. Meskipun reli tajam ini menunjukkan momentum jangka pendek yang membaik, pergerakan harga masih tergolong rapuh karena lebih banyak digerakkan oleh struktur pasar, short covering, dan sentimen spekulatif. Kunci utama untuk kelanjutan tren positif adalah apakah DeXe mampu berkonsolidasi di atas US$4 dengan dukungan volume spot yang stabil. Jika open interest terus meningkat tanpa adanya permintaan nyata yang mendukung, risiko likuidasi dan koreksi tajam tetap perlu diwaspadai oleh para investor.

