KabarTifa.ID – 15 Agustus 2026 | Prinsip fundamental “Not Your Keys, Not Your Coins” kembali diuji dengan keras. Insiden keamanan yang menimpa hardware wallet terkemuka, Coldcard, telah memicu pencurian Bitcoin dalam jumlah fantastis, dengan Coldcard Hack Tembus US$130 Juta, Self-Custody Bitcoin Jadi Sorotan. Serangan yang diperkirakan dimulai pada 30 Juli 2026 ini, tidak hanya menguji keandalan self-custody, tetapi juga menyoroti betapa krusialnya kualitas proses pembuatan seed phrase sejak awal.
Estimasi dari Galaxy Research menunjukkan kerugian akibat insiden Coldcard Hack Tembus US$130 Juta ini telah mencapai angka mengkhawatirkan. Serangan berlangsung dalam beberapa gelombang, menyapu dana korban dari dompet yang diduga memiliki kelemahan pada proses generasi seed. Coldcard, yang selama ini dikenal sebagai hardware wallet khusus Bitcoin yang digemari investor jangka panjang dan komunitas Bitcoin maximalist, memiliki reputasi yang kuat berkat fitur keamanan canggihnya. Fitur seperti air-gapped signing, fokus pada penyimpanan Bitcoin saja, dan kontrol penuh pengguna atas seed phrase serta private key, menjadikannya pilihan utama bagi banyak pengguna yang sadar keamanan.
Akar Masalah: Kelemahan Entropy Seed Phrase
Investigasi mendalam mengungkap bahwa biang keladi dari insiden ini terletak pada proses generasi seed phrase di dalam firmware Coldcard. Secara teori, hardware wallet semestinya menghasilkan seed phrase menggunakan sumber acak yang kuat dari hardware random number generator (RNG). Namun, laporan dari berbagai sumber mengindikasikan adanya kesalahan integrasi firmware yang terjadi sejak Maret 2021. Kesalahan ini menyebabkan proses generasi seed dialihkan dari hardware RNG yang seharusnya, ke deterministic software pseudorandom number generator (PRNG). Konsekuensinya, kualitas keacakan atau entropy dari seed phrase menurun drastis.
BlockSec menjelaskan bahwa kerentanan ini mengubah proses pencarian seed dari sesuatu yang secara kriptografis hampir mustahil menjadi proses pencarian offline yang dapat dilakukan dengan mempersempit kemungkinan keluaran RNG. Penyerang mampu membuat kandidat seed, menurunkan alamat Bitcoin, lalu membandingkannya dengan data blockchain publik. Ancaman ini semakin berbahaya karena perangkat korban tidak perlu disentuh secara fisik. Jika seed phrase dibuat dengan entropy lemah dan dompet tidak dilengkapi perlindungan tambahan seperti passphrase kuat atau multisig yang aman, penyerang dapat menebak seed secara offline dan menyapu dana secara on-chain.
Dampak Serangan dan Estimasi Kerugian
Pelacakan on-chain menunjukkan gelombang awal serangan terjadi pada 30 Juli 2026. CoinDesk melaporkan sekitar 594 BTC senilai US$38 juta berhasil dicuri hanya dalam waktu 25 menit pada tahap awal insiden. Laporan lanjutan dari Galaxy Research dan firma keamanan lainnya mengkonfirmasi bahwa jumlah korban dan kerugian terus bertambah. The Hacker News mencatat salah satu gelombang besar berhasil menguras 1.082,65 BTC dari 1.196 alamat Bitcoin dalam waktu 41 menit. Setelah beberapa gelombang tambahan, estimasi Galaxy meningkat menjadi 1.367 BTC atau sekitar US$88,6 juta di lebih dari 4.500 alamat. Laporan selanjutnya memperkirakan angka kerugian dapat mencapai sekitar US$130 juta. CoinMarketCap, mengutip Galaxy Research, menyebutkan kerugian terkonfirmasi mencapai 1.596 BTC dari sekitar 7.300 alamat dalam tiga gelombang dan 14 insiden kecil. Jika gelombang keempat turut dihitung, total kerugian dari Coldcard Hack Tembus US$130 Juta ini bisa mencapai 2.055 BTC atau setara dengan US$130 juta.
Pentingnya Entropy dan Solusi
Entropy merujuk pada tingkat keacakan yang digunakan saat membuat seed phrase. Semakin tinggi entropy, semakin banyak kombinasi yang harus ditebak oleh penyerang. Pada dompet Bitcoin normal, seed phrase 12 kata memiliki sekitar 128-bit entropy, yang secara praktis membuat serangan brute force hampir mustahil dilakukan oleh komputer modern. Namun, jika bug menurunkan entropy secara drastis, ruang pencarian menjadi jauh lebih kecil. Analisis menunjukkan bahwa pada sebagian perangkat Mk3, effective search space dapat turun hingga sekitar 40-bit. Untuk model Mk4, Mk5, dan Coldcard Q, batas atasnya masih di bawah 73,3-bit, jauh dari target keamanan 128-bit. Penurunan ini sangat signifikan, mengubah serangan offline dari hal yang nyaris mustahil menjadi lebih realistis.
Coinkite, produsen Coldcard, telah mengeluarkan peringatan keamanan untuk pengguna, termasuk pemilik Mk3 yang membuat seed pada firmware 4.0.1 atau setelahnya. Mereka memperingatkan bahwa dana pada perangkat tersebut berisiko, terutama jika seed dibuat tanpa perlindungan tambahan seperti dice rolls, passphrase, atau multisig. Coinkite juga merilis pembaruan firmware darurat. Namun, penting untuk dicatat bahwa pembaruan firmware tidak dapat memperbaiki seed phrase yang sudah terlanjur dibuat dengan entropy lemah. Jika seed lama sudah rentan sejak awal, risiko tersebut tetap ada meskipun perangkat diperbarui. Solusi utamanya bukan hanya pembaruan firmware, melainkan migrasi aset ke dompet baru dengan seed phrase baru yang dibuat secara aman.
Pelajaran Berharga dari Insiden Coldcard
Insiden Coldcard Hack Tembus US$130 Juta ini memberikan pelajaran berharga bahwa self-custody bukanlah jaminan bebas risiko. Meskipun pengguna memegang kendali penuh atas asetnya, keamanan tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kualitas hardware, firmware, proses pembuatan seed, dan praktik operasional pengguna. Kegagalan dalam kasus ini terjadi pada titik paling krusial: pembuatan private key. Pengguna dapat melakukan banyak langkah keamanan dengan benar, namun tetap rentan jika seed phrase awal dibuat dari entropy yang lemah.
Pelajaran utama yang dapat dipetik adalah pentingnya tidak bergantung pada satu lapisan keamanan. Pengguna hardware wallet perlu memastikan firmware mereka selalu diperbarui, memahami apakah seed mereka dibuat pada versi yang rentan, dan mempertimbangkan perlindungan tambahan seperti passphrase kuat, multisig, atau metode penghasil entropy tambahan yang benar-benar acak dan privat. Insiden ini menegaskan bahwa “Not Your Keys, Not Your Coins” memang penting untuk menghindari risiko pihak ketiga, tetapi keamanan aset kripto pada akhirnya ditentukan oleh seluruh rantai custody, mulai dari kualitas entropy, implementasi firmware, hingga cara pengguna menyimpan dan memindahkan aset.
Bagi pengguna Coldcard yang berpotensi terdampak, langkah paling aman adalah mengikuti saran resmi, memperbarui firmware, membuat seed phrase baru pada perangkat yang sudah aman, dan memindahkan aset ke alamat baru. Untuk dana dalam jumlah besar, pendekatan multisig dengan perangkat dan sumber entropy yang beragam dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan yang sangat efektif.

