Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Ethereum Ambruk 50%, Masih Ada Harapan?
    Crypto

    Ethereum Ambruk 50%, Masih Ada Harapan?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini06-03-2025 - 13.45Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Ethereum Ambruk 50%,  Masih Ada Harapan?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) terjun bebas hingga menyentuh US$ 1.996 pada Maret lalu, level terendah sejak November 2023. Kejatuhan dramatis ini mengakibatkan likuidasi posisi Ethereum senilai lebih dari US$ 100 juta dalam 24 jam, dan minat terbuka (open interest) di bursa berjangka ETH merosot 10,31 persen. Kabar ini tentu mengguncang pasar kripto.

    Analis terpecah dalam menanggapi penurunan tajam ini. Sebagian melihatnya sebagai peluang emas untuk membeli aset digital ini, sementara yang lain cemas Ethereum akan terperosok dalam tren bearish jangka panjang. Pembaruan sistem Ethereum, Petra, yang baru diuji coba di testnet Sepolia pada 5 Maret, menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat menopang harga. Meskipun Gabriel Halm dari IntoTheBlack menilai pembaruan ini sebagai perkembangan positif, ia tak yakin akan langsung mendongkrak harga ETH.

    Ethereum Ambruk 50%,  Masih Ada Harapan?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Analis kripto Louie bahkan membandingkan situasi Ethereum saat ini dengan Bitcoin di tahun 2023, melihat kemiripan pola pergerakan harga dan memprediksi potensi rebound signifikan setelah tekanan jual besar. Namun, pandangan ini tak sepenuhnya disepakati.

    Matthew Hyland, analis pasar lain, justru pesimis. Ia menekankan tren turun Ethereum selama 357 hari terakhir sebagai indikasi potensi pelemahan berkelanjutan. Ia juga menyoroti hilangnya korelasi kuat antara Ethereum dan Bitcoin, yang sebelumnya selalu bergerak searah. Grafik teknikal menunjukkan pola double-top, yang seringkali menjadi sinyal penurunan lebih dalam. Nebranaskagooner, seorang trader kripto, bahkan memperingatkan potensi penurunan hingga US$ 1.200.

    Kondisi ini semakin diperparah dengan kerugian besar yang dialami sebagian besar pemegang ETH. Data IntoTheBlock menunjukkan hanya 26 persen alamat ETH yang masih untung, sementara 70 persen lainnya merugi. Sejak 1 Desember 2024, Ethereum telah kehilangan 50 persen nilainya dalam 78 hari, menghapus lebih dari US$ 250 miliar kapitalisasi pasar.

    Disclaimer: Artikel ini semata-mata bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto sangat berisiko. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi.

    Editor: BobonSyah

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHP RAM 8GB Sejuta Rupiah? Mitos atau Fakta?
    Next Article Infinix NOTE 50: HP Ajaib, Isi Daya Pakai Matahari!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    10-03-2026 - 13.15
    Crypto

    10-03-2026 - 13.00
    Crypto

    Geger! Pendiri Ethereum Pindahkan Rp2,4 T ke Bursa, Sinyal Jual?

    10-03-2026 - 05.45
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.