KabarTifa- Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi tipis, turun 3,1% dalam 24 jam terakhir dan berada di angka US$ 101.651. Meskipun penurunan ini terbilang moderat, pasar kripto nampaknya tengah memasuki fase jeda, menimbulkan pertanyaan besar: apakah tren bullish ini mulai melemah, atau hanya sedang mengatur napas sebelum melesat lagi? Analisis terbaru dari pakar kripto mengungkap fakta mengejutkan di balik pergerakan harga ini.
Salah satu analis terkemuka di platform X, "Crypto Dan" – kontributor dari CryptoQuant – mengungkapkan bahwa siklus Bitcoin kali ini (2024-2025) berbeda dari bull run sebelumnya di tahun 2017 dan 2021. Siklus 2017 ditandai koreksi singkat yang langsung disusul reli panjang hingga akhir tahun. Sementara siklus 2021, yang dipengaruhi pandemi, diawali koreksi lebih dalam namun tetap diikuti lonjakan signifikan.

Namun, situasi saat ini jauh lebih kompleks. Reli tajam berganti dengan penurunan mendadak dalam rentang waktu yang lebih pendek. Crypto Dan menduga adanya "penekanan terstruktur" oleh pemain besar untuk memperpanjang siklus dan mencegah euforia dini. Jika dugaan ini benar, siklus ini mungkin akan berakhir bukan secara bertahap, melainkan dengan lonjakan ekstrem akibat pembelian panik massal.
Analisis terpisah oleh Burak Kesmeci memperkuat hipotesis ini. Ia mencatat penurunan aktivitas investor ritel sejak BTC mencapai ATH (All-Time High). Volume transaksi kecil (di bawah US$ 10.000) menurun dari US$ 423 juta menjadi US$ 408 juta, sementara indeks perubahan permintaan ritel 30 hari kini berada di -0,11, turun dari +5 poin. Ini menunjukkan investor kecil masih sangat sensitif terhadap volatilitas jangka pendek dan cenderung menarik diri saat harga terkoreksi.
Kesmeci memperingatkan bahwa siklus bullish tidak bisa hanya bergantung pada dukungan institusi. Tanpa partisipasi aktif dari pasar ritel, reli bisa kehilangan momentum lebih cepat dari perkiraan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi atau trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda. Editor: BobonSyah
