KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) memang sempat menyentuh puncak US$ 2.800 pekan lalu, namun kemudian melorot hingga US$ 2.440, mengakibatkan kerugian posisi long sebesar US$ 277 juta. Meski demikian, ETH menunjukkan daya tahan yang kuat di level support US$ 2.400. Meskipun banyak investor masih pesimis, data dari pasar derivatif justru mengisyaratkan kepercayaan yang mulai tumbuh kembali.
Berdasarkan laporan dari kabartifa.id yang mengutip cointelegraph.com, premi futures sempat masuk zona bearish saat harga anjlok. Namun, hanya dalam dua hari, premi kembali ke kisaran netral 5 persen. Hal serupa juga terlihat di pasar opsi. Skew delta 25 persen, indikator sentimen utama, masih berada di zona netral, dengan opsi jual (put) diperdagangkan 4 persen lebih murah daripada opsi beli (call). Ini menunjukkan para pemain besar (whale) dan market maker belum kehilangan arah, meskipun ETH gagal bertahan di atas US$ 2.500.

Salah satu faktor pendorong optimisme ini adalah arus masuk dana ke ETF spot Ethereum di Amerika yang mencapai US$ 830 juta secara kumulatif.
Layer-2 Dorong Aktivitas Ekosistem Ethereum
Lonjakan aktivitas di jaringan Layer-2 seperti Base, Arbitrum, Unichain, dan Polygon turut berkontribusi pada kenaikan harga Ethereum awal Mei lalu. Gabungan volume DEX bulanan di jaringan-jaringan ini bahkan melampaui Ethereum utama, mencapai US$ 65,5 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan respon positif terhadap solusi rollup yang menawarkan aplikasi DeFi yang lebih skalabel dan biaya gas yang lebih rendah. Sebagai contoh, Morpho, DApp terbesar di Base, mendukung peminjaman dengan infrastruktur khusus, dan Shopify tengah menguji coba pembayaran menggunakan USDC di jaringan Base dengan insentif cashback 1 persen, rencananya akan diluncurkan penuh pada akhir 2025.
Indikator On-Chain Tunjukkan Tekanan Jual Menurun
Dari sisi on-chain, saldo ETH di bursa turun menjadi 16,31 juta ETH dari 16,7 juta bulan lalu. Penurunan ini umumnya dianggap sebagai sinyal bullish, karena menunjukkan lebih banyak ETH disimpan atau distaking, bukan untuk dijual. Total nilai terkunci (TVL) di Ethereum juga naik 6 persen menjadi US$ 67,2 miliar (data DeFiLlama).
Meskipun harga ETH belum diperkirakan akan menembus kembali level US$ 3.000 dalam waktu dekat, kekuatan pasar derivatif dan indikator on-chain menunjukkan support US$ 2.400 cukup kuat. Namun, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan sengketa dagang tetap dapat mempengaruhi arah pasar ke depan.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi pada mata uang kripto memiliki risiko tinggi dan volatil. Lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
