KabarTifa- Setelah Bitcoin (BTC) mengalami koreksi dan gagal mempertahankan level US$ 119.800 sejak 28 Juli, Ripple (XRP) turut merasakan dampaknya dengan penurunan tajam. XRP kehilangan 13,6 persen nilainya dalam periode yang sama, mengindikasikan tekanan jual yang masih kuat di pasar.
Level US$ 3 yang sebelumnya menjadi area pantulan bagi pembeli di awal Juli, kini menjadi resistensi baru setelah ditembus. Hal ini mempersulit potensi rebound jangka pendek bagi XRP.

"Upaya untuk kembali menembus di atas US$ 3 tampak sulit, mengingat tekanan jual dan aksi ambil untung yang menumpuk di area tersebut," demikian laporan analisis teknikal yang dikutip dari ambcrypto.com.
Momentum pelemahan terlihat jelas pada grafik 12 jam, dengan indikator Accumulation/Distribution (A/D) menunjukkan tren menurun yang menandakan peningkatan volume jual. Awesome Oscillator juga mengindikasikan momentum bearish yang konsisten. Directional Movement Index (DMI) memperkuat sinyal ini, dengan garis -DI dan ADX berada di atas angka 20, menandakan tren penurunan yang masih dominan.
Dengan struktur teknikal yang masih bearish, potensi penurunan lebih lanjut masih terbuka, kecuali pembeli mampu mendapatkan kembali kepercayaan pasar.
Level harga US$ 2,60 menjadi area yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat. Zona ini bertepatan dengan Fair Value Gap (FVG) dan level tertinggi dari rentang sebelumnya pada grafik harian, menjadikannya target koreksi jangka pendek yang realistis.
Data on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual ekstrem mungkin mulai mereda. Meskipun arus neto ke bursa masih positif, namun telah menurun dibandingkan 23 Juli, yang mengindikasikan fase paling intens dari aksi jual mungkin telah berlalu. Data juga menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen suplai XRP masih dalam posisi untung, yang menjadi alasan banyak investor memilih untuk menjual.
Meskipun tekanan jangka pendek masih membayangi, indikator valuasi jangka panjang seperti MVRV Z-Score menunjukkan bahwa XRP masih jauh dari level valuasi puncak historisnya. Bahkan setelah sempat menembus US$ 3 bulan lalu, metrik ini belum menyentuh zona overvalued.
Potensi upside jangka pendek masih ada bagi XRP. Jika harga kembali ke area US$ 2,60, zona tersebut bisa menjadi entry point yang menarik bagi investor dengan orientasi waktu yang lebih panjang.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

