KabarTifa- Setelah sempat mencetak rekor di atas US$ 123.000, Bitcoin (BTC) mengalami koreksi sekitar 7 persen dan kini diperdagangkan di kisaran US$ 110.000 – US$ 120.000. Meski demikian, sejumlah analis meyakini bahwa penurunan ini bisa menjadi fase terakhir sebelum pemulihan kuat kembali terjadi.
Zona koreksi saat ini, yang sebelumnya menjadi puncak lokal, kini diuji sebagai area support. Jika level ini mampu bertahan, peluang rebound menuju level tertinggi baru akan terbuka lebar.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa area US$ 110.000 – US$ 112.000 saat ini menjadi benteng pertahanan utama. Jika level ini bertahan, tren bullish berpotensi untuk berlanjut.
Koreksi harga Bitcoin terjadi bersamaan dengan sentimen negatif dari kondisi ekonomi makro. Kebijakan tarif baru yang akan diterapkan oleh Presiden Donald Trump pada pekan ini, serta tambahan tarif sektoral yang dijadwalkan pada pekan depan, berpotensi mengguncang pasar dalam jangka pendek.
Namun, banyak pihak yang berpendapat bahwa tekanan ini tidak akan berlangsung lama. Sentimen dovish dari Federal Reserve, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga pada bulan September, memberikan harapan bahwa tekanan makro dapat segera mereda.
Pendiri Glassnode memprediksi bahwa harga Bitcoin mungkin masih akan mengalami sedikit penurunan dalam 5 hari ke depan, sebelum akhirnya memantul di kisaran tanggal 10 Agustus.
"Berdasarkan data M2 global, pihak bearish memiliki waktu 5 hari lagi untuk mendorong harga BTC ke kisaran US$ 111.700. Setelah itu, tren akan berbalik menuju ATH baru," ujarnya.
Level tersebut juga sejalan dengan zona permintaan yang terlihat jelas pada grafik, sehingga memperkuat potensi rebound dari area ini.
Analis on-chain, James Check, menambahkan bahwa pasar saat ini sedang berada di ambang pergeseran dari aksi ambil untung ke aksi jual rugi. Kondisi ini secara historis menandakan momen ideal untuk melakukan strategi "buy the dip".
Indikator yang digunakan, yaitu Short Term Holder SOPR, telah turun ke zona netral, menandakan bahwa sebagian besar pemegang jangka pendek mulai merealisasikan profit, atau hampir memasuki fase kerugian.
"Kita hampir memasuki zona merah, dan itu biasanya menjadi sinyal teknikal klasik untuk pembalikan arah di pasar bullish," jelas Check.
Selain itu, data dari Coinglass juga mengidentifikasi zona likuiditas tinggi dan "magnet harga" di antara US$ 108.000 – US$ 111.900 dan US$ 120.000. Hal ini memperkuat kemungkinan bahwa area bawah saat ini akan bertindak sebagai lantai harga jangka pendek, dengan target kenaikan langsung ke US$ 120.000 jika momentum pulih.
Meskipun demikian, pasar masih harus membuktikan apakah support ini benar-benar kuat.
Disclaimer: Seluruh konten yang diterbitkan di website kabartifa.id ditujukan sebagai sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di kabartifa.id bukan merupakan nasihat investasi atau saran trading. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan Anda.

