KabarTifa- Lonjakan harga Ethereum (ETH) dalam lima pekan terakhir telah memicu perdebatan sengit di antara para pemain kripto. Samson Mow, seorang tokoh Bitcoin maximalist, memprediksi investor Ethereum akan kembali beralih ke Bitcoin begitu harga ETH mencapai titik tertentu, berpotensi membalik tren kenaikan terbaru. Menurut Mow, banyak pemegang ETH sebenarnya memiliki Bitcoin, yang mereka gunakan untuk memanipulasi harga ETH melalui narasi seputar Ethereum Treasury. Ia juga meragukan kemampuan ETH untuk menembus harga tertinggi sepanjang masa (ATH), mengatakan semakin dekat ke level psikologis tersebut, semakin besar dorongan untuk menjual, sebuah fenomena yang disebutnya "Bagholder’s Dilemma".
Meskipun rasio ETH/BTC baru-baru ini memutus tren penurunannya, Mow tetap yakin para pendukung Bitcoin tak perlu khawatir. Ia berpendapat Ethereum selalu menjadi alat bagi investor untuk mendapatkan lebih banyak Bitcoin, baik saat masa ICO maupun sekarang. Rasio ETH/BTC saat ini berada di level 0,036 (menurut TradingView), melonjak dua kali lipat dari titik terendah lima setengah tahun di US$ 0,018 pada April lalu. Kenaikan ini terjadi beriringan dengan penguatan ETH sementara BTC relatif stagnan.

Anthony Sassano, pendukung Ethereum, menanggapi komentar Mow sebagai "kritik usang dari Bitcoin maximalist" dan justru melihatnya sebagai sinyal positif bagi ETH. Pandangan berbeda datang dari investor dan entrepreneur Ted Pillows yang memprediksi ETH akan mencapai rekor harga baru dan memicu "mini altseason" sebelum modal kembali mengalir ke Bitcoin hingga menembus US$ 140.000, lalu berbalik lagi ke ETH dan altcoin lainnya. Ia menyebut ini sebagai pola rotasi kripto yang umum terjadi selama bull market.
Data menunjukkan dominasi Bitcoin turun 10 persen sejak akhir Juni, seiring pergeseran modal ke altcoin. Nick Ruck, direktur di LVRG Research, menambahkan bahwa lonjakan ETH ke US$ 4.300 didorong oleh minat institusional dalam strategi cadangan, yang juga meningkatkan TVL DeFi dan menarik pengguna kembali melalui inovasi yield farming dan lending. ETH mencatat penutupan candle mingguan tertinggi sejak November 2021 setelah menembus US$ 4.300, menunjukkan kenaikan mingguan 21 persen. Saat ini, ETH hanya berjarak 12 persen dari ATH US$ 4.878 yang dicapai pada 2021, dan momentum kenaikan masih kuat meskipun kritik dari kubu Bitcoin maximalist terus berlanjut.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi dalam mata uang kripto karena aset ini sangat volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
