KabarTifa- Pasar kripto, khususnya Bitcoin dan Ethereum, diprediksi akan bergejolak dalam beberapa pekan mendatang. Analis memprediksi lonjakan volatilitas yang disebabkan oleh rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Data ini akan sangat berpengaruh terhadap keputusan The Fed terkait suku bunga. Melansir decrypt.co, fokus pasar kini tertuju pada tiga faktor kunci: data pekerjaan AS, inflasi, dan pengumuman suku bunga The Fed.
Jika data menunjukkan pelemahan ekonomi atau inflasi yang melambat, peluang penurunan suku bunga The Fed pasca-September akan meningkat. Sebaliknya, inflasi yang tinggi akan membuat trader menarik diri dari aset berisiko, termasuk kripto.

Laporan The Kobeissi Letter menunjukkan tren pelemahan data pekerjaan AS pada Juli dan Agustus. Revisi Nonfarm Payroll diperkirakan turun signifikan. Namun, Greg Magadini, Direktur Derivatif di Amberdata, menekankan bahwa inflasi tetap menjadi faktor paling krusial. Ia menyatakan bahwa ketidakpastian inflasi dapat memicu kekacauan pasar.
Puncak ketegangan akan terjadi pada 17 September, bertepatan dengan pengumuman suku bunga The Fed dan jatuh tempo kontrak futures VIX, indeks yang dikenal sebagai "pengukur ketakutan" Wall Street. Magadini bahkan menyebut situasi ini sebagai "campuran berbahaya", sementara Sean Dawson menyebutnya sebagai "tong mesiu volatilitas". Jatuh tempo VIX berpotensi membersihkan lindung nilai volatilitas, dan keputusan The Fed bisa memicu lonjakan tajam harga, baik naik maupun turun.
Menariknya, data dari Coinalyze menunjukkan Ethereum (ETH) mungkin dalam posisi lebih kuat dibandingkan Bitcoin (BTC).
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
