KabarTifa- Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan, dengan penurunan sebesar 3,11% dalam 24 jam terakhir. Data menunjukkan penurunan yang lebih signifikan dalam skala mingguan dan kuartalan, masing-masing sebesar 11,41% dan hampir 46%. Kondisi ini mencerminkan sentimen bearish yang berkelanjutan terhadap PI, sejalan dengan tren penurunan pasar kripto global.
Saat ini, PI diperdagangkan di sekitar $0,21, dengan likuiditas yang tipis dan volume perdagangan yang rendah. Analis memperingatkan bahwa meskipun ada potensi pola teknikal bullish, sinyal pemulihan masih lemah dan belum mampu membalikkan tren penurunan yang telah berlangsung sejak awal kuartal ini.

Analisis Teknikal: Pola Falling Wedge yang Menjebak?
Secara teknikal, PI telah menembus level support penting di $0,225, yang sebelumnya berfungsi sebagai level Fibonacci retracement 50%. Harga saat ini berada di bawah semua rata-rata pergerakan utama, termasuk SMA 7-hari ($0,227) dan SMA 200-hari ($0,453).
Indikator MACD sempat memberikan sinyal positif, tetapi RSI berada di kisaran 44-46, menunjukkan kurangnya momentum beli yang kuat. Meskipun terbentuk pola falling wedge, yang sering dianggap sebagai indikator potensi pembalikan bullish, kegagalan harga untuk bertahan di atas support $0,21 dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju level terendah sepanjang masa di $0,1493.
Dengan rasio perputaran (turnover ratio) hanya 1,14%, volatilitas harga PI cenderung tinggi karena rendahnya likuiditas di pasar sekunder.
Aktivitas Mainnet Rendah dan Tantangan Pengembangan
Dari sisi fundamental, Pi Network menghadapi tantangan dalam mempertahankan momentum pengembangan. Meskipun pembaruan Node v0.5.4 meningkatkan keamanan dan akurasi perhitungan reward, pembaruan ini bertepatan dengan keluarnya WorkforcePool, pemenang Hackathon pertama Pi, yang mengeluhkan biaya operasional tinggi dan kurangnya dukungan dari tim inti.
Data terbaru menunjukkan bahwa hanya ada 296 node aktif di mainnet, mencerminkan tingkat partisipasi jaringan yang rendah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan ekosistem dan kemampuannya untuk menarik pengembang dan pengguna baru.
Namun, kemitraan Pi dengan OpenMind dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang spekulatif jangka menengah. Jika berhasil diimplementasikan, langkah ini dapat meningkatkan utilitas token PI di sektor teknologi berbasis AI terdesentralisasi.
Aktivitas Whale dan Risiko Unlock Token
Aktivitas whale (pemegang besar) menunjukkan tanda akumulasi. Salah satu whale utama tercatat membeli 5,3 juta PI dalam sembilan hari terakhir, meskipun masih menanggung kerugian belum terealisasi sebesar $40 juta.
Di sisi lain, unlock token bulanan sebesar 4,5 juta PI menambah tekanan jual potensial. Jumlah ini setara dengan 0,05% dari total suplai, yang jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan, dapat memperburuk tren penurunan harga.
Investor Perlu Waspada
Secara keseluruhan, pergerakan harga Pi Network saat ini mencerminkan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental. Likuiditas yang lemah, aktivitas ekosistem yang rendah, dan keluarnya pengembang utama menjadi sinyal peringatan bagi investor.
Meskipun ada faktor positif seperti kemitraan AI dengan OpenMind dan dukungan akumulasi whale, harga PI masih perlu menembus area $0,225-$0,23 untuk memvalidasi potensi pembalikan tren bullish. Jika support $0,21 gagal dipertahankan, risiko koreksi menuju $0,15 kembali terbuka lebar.
Pemantauan terhadap aktivitas mainnet melalui PiScan dan potensi delisting di bursa besar seperti OKX juga penting untuk menentukan arah pasar ke depan. Informasi ini disajikan oleh kabartifa.id.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi.
