Editor: BobonSyah
KabarTifa- Dogecoin (DOGE) menunjukkan sinyal-sinyal mengkhawatirkan setelah terus bergerak terbatas dan nyaris menyentuh level support krusial pada perdagangan Sabtu, 14 Desember 2025. Aset kripto berlogo anjing Shiba Inu ini tercatat diperdagangkan di kisaran US$0,1375, hanya berjarak tipis dari titik terendah bulanan di US$0,1324. Sepanjang hari, upaya DOGE untuk menembus harga pembukaan intraday di US$0,1403 juga terpantau gagal, menandakan tekanan jual yang masih kuat di pasar.

Fokus utama para investor dan analis kini tertuju pada area support vital di US$0,1321. Level ini telah terbukti tangguh, berhasil menahan laju penurunan DOGE sejak 20 November lalu. Keberhasilan atau kegagalan DOGE untuk mempertahankan level ini akan menjadi indikator krusial bagi arah pergerakannya dalam periode mendatang, berpotensi menentukan apakah akan terjadi pembalikan atau justru melanjutkan tren bearish.
Sentimen Pasar Kripto Dihantam Kebijakan Global
Sentimen pasar kripto secara keseluruhan masih sangat dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global. Meskipun Bank Sentral AS (The Fed) telah melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu pekan lalu, respons investor cenderung hati-hati. Mereka masih memproyeksikan adanya jalur kebijakan moneter yang ketat hingga tahun 2026. Data inflasi dan ketenagakerjaan di Amerika Serikat terus menjadi sorotan utama, dicermati untuk setiap petunjuk potensi pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Iklim kehati-hatian ini menyebabkan pergerakan aset-aset berisiko, termasuk mata uang kripto, menjadi tidak seragam dan cenderung volatil.
Kinerja ETF Dogecoin yang Lesu: Jauh di Bawah Ekspektasi
Di tengah gejolak pasar, minat terhadap produk investasi baru, Exchange Traded Fund (ETF) spot Dogecoin yang diluncurkan di AS sejak November, justru terlihat lesu. Data dari SoSoValue mengungkapkan bahwa total arus dana masuk kumulatif (inflow) untuk ETF DOGE hanya mendekati US$2 juta, dengan total aset bersih sekitar US$5,7 juta. Angka ini terbagi antara Grayscale GDOG yang mengelola sekitar US$4,2 juta dan Bitwise BWOW sekitar US$1,3 juta.
Menurut laporan Analystics Insight, jumlah ini sangat minim jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar Dogecoin yang fantastis, mencapai US$23 miliar. Ditambah lagi, biaya manajemen 0,35% yang dikenakan oleh masing-masing ETF DOGE dianggap cukup tinggi, terutama mengingat aset kelolaan yang masih terbatas. Aktivitas perdagangan yang sangat tipis semakin mengurangi daya tarik ETF ini, khususnya di tengah sentimen pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off).
Situasi serupa juga dialami oleh ETF Litecoin (LTCC), yang memiliki aset sekitar US$7,67 juta dan terakhir mencatat inflow pada 28 November. Bahkan, volume perdagangannya dilaporkan nihil sepanjang bulan Desember, mengindikasikan absennya partisipasi investor. Kontras dengan kondisi tersebut, beberapa ETF kripto lain justru menunjukkan performa yang jauh lebih solid. ETF XRP, misalnya, telah mencatatkan aset bersih lebih dari US$1,18 miliar, disusul oleh ETF spot Solana di atas US$907 juta, dan ETF Chainlink yang baru-baru ini diluncurkan telah melampaui US$74 juta, menunjukkan preferensi investor terhadap aset-aset dengan fundamental yang lebih kuat.
Open Interest Menurun dan Tekanan Teknis yang Menguat
Indikator lain yang menambah kekhawatiran datang dari pasar derivatif. Open interest (OI) pada kontrak berjangka (futures) Dogecoin terus menunjukkan tren penurunan signifikan. Pada Jumat lalu, angkanya tercatat sekitar US$1,5 miliar, anjlok drastis dari puncaknya di US$4,4 miliar pada 10 Oktober. Penurunan tajam ini diyakini terkait erat dengan ketidakpastian makroekonomi global dan gelombang aksi jual besar-besaran yang terjadi pada bulan Oktober.
Merosotnya open interest seringkali diartikan sebagai berkurangnya minat dari para trader ritel, yang pada gilirannya dapat membatasi potensi pemulihan harga, terutama ketika permintaan di pasar spot juga masih lesu. Tekanan serupa juga menimpa aset meme coin lainnya seperti Shiba Inu (SHIB), Bonk (BONK), dan Dogwifhat (WIF), yang semuanya mencatatkan koreksi dua digit dalam beberapa periode terakhir.
Secara analisis teknikal, tren harian DOGE masih terperangkap dalam fase negatif yang jelas. Harga telah membentuk pola "lower highs" dan "lower lows", menunjukkan penurunan berkelanjutan dari sekitar US$0,3072 pada 13 September menuju area US$0,1360 saat ini. DOGE juga terpantau bergerak di bawah rata-rata pergerakan utama (moving averages), dan indikator Supertrend masih kokoh berada di zona merah, mengkonfirmasi dominasi sentimen bearish.
Dengan demikian, area krusial US$0,1320–US$0,1321 menjadi benteng terakhir yang harus dipertahankan oleh para pembeli. Jika level support ini gagal bertahan dan jebol, DOGE berpotensi besar untuk melanjutkan penurunannya, dengan target berikutnya di sekitar US$0,10 berdasarkan proyeksi teknikal. Namun, apabila pembeli berhasil mempertahankan benteng ini, ada peluang bagi harga DOGE untuk bergerak konsolidatif, menanti perbaikan sentimen pasar secara menyeluruh.
KabarTifa.id mengingatkan bahwa investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.
Tokocrypto, sebagai platform yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, menyediakan layanan investasi dan trading kripto yang aman. Untuk update berita kripto terkini, ikuti Google News Tokonews dan unduh aplikasi trading bitcoin & kripto sekarang.

