Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Dogecoin di Ambang Kehancuran? Sinyal Merah Awal 2026!
    Crypto

    Dogecoin di Ambang Kehancuran? Sinyal Merah Awal 2026!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini01-01-2026 - 19.15Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Dogecoin di Ambang Kehancuran? Sinyal Merah Awal 2026!
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Dogecoin (DOGE), aset kripto yang populer berkat asal-usulnya sebagai ‘meme coin’ dan kemudian menjadi aset cadangan bagi beberapa entitas, kini menghadapi periode kritis. Memasuki awal tahun 2026, berbagai indikator pasar memancarkan sinyal bahaya yang mengancam harga DOGE terperosok ke level terendah baru.

    Penutupan akhir tahun 2025 sudah menunjukkan tren negatif, dengan harga DOGE jatuh di bawah US$0,12, mencatat koreksi lebih dari 70% dari puncaknya. Minimnya tekanan beli membuat aset ini kesulitan bangkit di hari-hari pertama perdagangan 2026, dan tetap bertahan di bawah level tersebut.

    Dogecoin di Ambang Kehancuran? Sinyal Merah Awal 2026!
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    Minat Lesu pada ETF Dogecoin

    Salah satu pemicu utama tekanan ini adalah respons pasar yang lesu terhadap produk Exchange Traded Fund (ETF) Dogecoin. ETF spot DOGE yang diluncurkan di Amerika Serikat pada akhir November 2025, gagal menarik minat investor secara signifikan. Data dari SoSoValue mengungkapkan bahwa sejak diperdagangkan pada 24 November, sebagian besar hari ETF DOGE mencatatkan arus bersih nol. Total aset bersih ETF ini kini hanya sekitar US$5,07 juta, menjadikannya yang terendah di antara seluruh ETF kripto di AS.

    Laporan dari BeInCrypto menyoroti kontras mencolok ini dengan performa ETF XRP dan Solana (SOL) yang jauh lebih kuat dalam menarik dana. Ketiadaan dorongan dana segar dari instrumen investasi ini membuat DOGE kehilangan momentum kenaikan dan tetap berada di bawah tekanan jual. Analis kripto Marzell menggarisbawahi bahwa lemahnya permintaan ETF, ditambah dengan penurunan open interest futures, semakin memperkuat tren aksi jual yang sedang berlangsung.

    Pasokan Meningkat, Minat Publik Menurun

    Di sisi lain, tekanan juga datang dari peningkatan pasokan DOGE di bursa. Data Bitinfocharts menunjukkan adanya lonjakan signifikan saldo DOGE di dompet Binance, salah satu pemegang terbesar, sepanjang paruh kedua 2025. Kepemilikan DOGE di alamat tersebut melonjak dari sekitar 7,9 miliar menjadi 10,9 miliar koin dalam kurun waktu satu tahun. Secara historis, akumulasi DOGE yang mendekati atau melampaui 11 miliar koin seringkali bertepatan dengan puncak harga. Dalam kondisi pasar yang sepi permintaan seperti saat ini, cadangan besar di bursa meningkatkan risiko tekanan jual yang berkelanjutan.

    Minat publik terhadap Dogecoin juga terpantau merosot. Data Google Trends menunjukkan pencarian terkait DOGE telah mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir. Penurunan minat investor ritel ini berdampak langsung pada likuiditas pasar, menjadikan harga DOGE lebih rentan terhadap fluktuasi tajam.

    Dampak pada Perusahaan Pemegang DOGE

    Sejumlah perusahaan yang menjadikan DOGE sebagai aset cadangan turut merasakan dampaknya. BitOrigin, misalnya, tercatat membeli DOGE di kisaran US$0,22. Sementara itu, CleanCore Solutions melaporkan kepemilikan lebih dari 710 juta DOGE pada Oktober 2025, dengan keuntungan yang belum terealisasi kala itu mencapai lebih dari US$20 juta. Namun, sejak Oktober, harga DOGE telah anjlok lebih dari 50%. Imbasnya, saham CleanCore Solutions pun merosot hingga sekitar 90%, mencerminkan keraguan investor terhadap strategi cadangan berbasis Dogecoin. Investor KrissPax bahkan menyebut penurunan tajam saham tersebut sebagai citra buruk bagi Dogecoin secara keseluruhan.

    Sinyal Positif di Tengah Badai

    Meskipun demikian, tidak semua sinyal bersifat negatif. Laporan dari BeInCrypto mencatat adanya tanda-tanda akumulasi dari para pemegang DOGE jangka panjang. Bagi kelompok investor ini, penurunan harga lebih lanjut justru dipandang sebagai peluang untuk membeli, bukan sebagai pemicu kepanikan.

    Dengan kombinasi faktor-faktor seperti lemahnya permintaan ETF, tingginya cadangan DOGE di bursa, serta menurunnya minat ritel, Dogecoin menghadapi risiko signifikan untuk mencetak harga terendah baru di awal tahun 2026. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan kemampuan DOGE untuk kembali menarik perhatian investor.

    PENTING: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Konten ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli.

    Editor: BobonSyah

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePos Sebelumnya
    Next Article Terungkap! 3 Token Binance Alpha Paling Agresif Pekan Ini
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    14-03-2026 - 13.00
    Crypto

    Panas! Holder TRUMP Saling Sikut Demi Gala Mewah!

    14-03-2026 - 05.30
    Crypto

    Geger! Lido Kena Slashing, Dana Staker Aman?

    14-03-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.