Whale Borong Solana Awal 2026: Sinyal Bull Run?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Awal tahun 2026 menjadi periode krusial bagi pasar kripto, dengan Solana (SOL) kembali menarik perhatian utama. Laporan terbaru dari platform analitik terkemuka, Santiment, mengungkap adanya gelombang akumulasi masif aset terkait Solana oleh investor kakap, atau yang dikenal sebagai ‘whale’, menjadikannya perbincangan terpanas di komunitas kripto pada Hari Tahun Baru.
Analisis Santiment secara spesifik menyoroti bahwa banyak token yang beroperasi di ekosistem Solana mengalami pembelian berulang dengan volume minimal 10 SOL per dompet besar. Ini mengindikasikan ketertarikan yang tak surut dari para pemodal besar, terlepas dari perbedaan kapitalisasi pasar masing-masing aset. "Likuiditas pasar tetap solid dan mencerminkan minat berkelanjutan dari para pemegang aset dalam skala besar," demikian pernyataan Santiment dalam rangkuman lima tren kripto teratas di awal 2026.
Lebih lanjut, metrik behavioral heuristic dari Santiment menunjukkan skor sekitar 70% untuk aset-aset Solana, menandakan tingkat kepercayaan investor yang cukup kuat dan stabil. Menariknya, akumulasi ini terjadi di tengah koreksi harga Solana yang mencapai sekitar 46% dalam tiga bulan terakhir. Bagi para whale, penurunan ini justru dipandang sebagai momen strategis untuk mengakumulasi aset dengan harapan kenaikan harga di masa mendatang.
Tren Kripto Lain yang Mewarnai Awal 2026
Di luar dominasi Solana, Santiment juga mengidentifikasi beberapa isu lain yang menjadi pusat perhatian komunitas kripto global. Salah satunya adalah perkembangan politik di New York City, di mana pelantikan Wali Kota Zohran Mamdani yang menggunakan Al-Quran saat pengambilan sumpah jabatannya menjadi sorotan historis.
Selain itu, perdebatan sengit masih menyelimuti strategi akumulasi Bitcoin oleh perusahaan Strategy. Opini investor terpecah antara yang melihatnya sebagai sinyal keyakinan kuat jangka panjang dan mereka yang cemas akan potensi risiko terhadap neraca keuangan perusahaan, terutama setelah gejolak harga sepanjang 2025.
Dari ranah keuangan konvensional, keputusan Warren Buffett untuk mundur dari Berkshire Hathaway setelah enam dekade memimpin turut memicu diskusi. Banyak pihak berspekulasi mengenai potensi pergeseran kebijakan perusahaan terhadap Bitcoin, mengingat sinyal bahwa manajemen baru mungkin lebih akomodatif terhadap aset digital.
ETF dan Stablecoin Diprediksi Dorong Adopsi Kripto
(Gambar: Grafik pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026, bersumber dari Tokocrypto.)
Sementara itu, prospek tokenisasi dan integrasi aset kripto dengan sistem keuangan tradisional diprediksi akan semakin intensif sepanjang tahun 2026. David Duong, Kepala Riset Investasi Coinbase, berpendapat bahwa kerangka regulasi yang lebih jelas yang terbentuk pada 2025 menjadi landasan vital untuk akselerasi adopsi kripto.
Duong menjelaskan bahwa instrumen seperti ETF spot, perbendaharaan kripto korporasi, stablecoin, dan aset yang ditokenisasi kini telah semakin menyatu dalam operasional keuangan arus utama. Ia memperkirakan percepatan tren ini di tahun 2026, didorong oleh efisiensi dalam proses persetujuan ETF, peran krusial stablecoin dalam mekanisme pembayaran delivery-versus-payment, serta penerimaan yang meluas terhadap jaminan berbasis token dalam transaksi finansial konvensional.
Dengan indikasi akumulasi whale yang konsisten dan fondasi infrastruktur keuangan yang kian kokoh, awal tahun 2026 mengirimkan sinyal kuat bahwa pasar kripto tengah bersiap memasuki babak baru yang lebih terintegrasi dan kompetitif.
Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit di kabartifa.id.
Untuk informasi terkini seputar dunia kripto dan panduan investasi yang aman, kunjungi kabartifa.id atau ikuti Google News kami. Unduh aplikasi trading bitcoin & kripto sekarang juga.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh Anda. Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Pastikan Anda berinvestasi melalui platform yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, seperti Tokocrypto.


