Editor: BobonSyah
KabarTifa- Setelah mengalami tekanan signifikan yang membuat harganya anjlok dalam beberapa hari terakhir, aset kripto XRP menunjukkan sinyal kuat untuk bangkit kembali. Analisis terbaru mengindikasikan potensi rebound yang bisa mengantarkannya menembus level tertinggi tahun ini, bahkan membidik angka psikologis US$3, didorong oleh fundamental yang menguat dan sentimen investor yang kembali positif.

Dalam beberapa hari terakhir, XRP, token yang didukung oleh Ripple, memang tak luput dari koreksi pasar kripto yang meluas. Tercatat, harganya merosot selama empat hari berturut-turut, memangkas sebagian besar keuntungan yang telah terkumpul sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (9/1), nilai XRP sempat menyentuh US$2,09, melemah hampir 15% dari puncak tertingginya tahun ini di US$2,4153.
Fondasi Kuat di Balik Tekanan Harga
Namun, di balik tekanan harga, fondasi ekosistem XRP Ledger justru menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Data dari DeFi Llama, yang dikutip oleh Coingape, mengungkapkan pasokan stablecoin di jaringan ini telah melampaui US$400 juta. Dalam rentang tujuh hari terakhir, pasokan stablecoin melonjak 33% menjadi sekitar US$406 juta, jauh melampaui US$93 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan signifikan ini sebagian besar didorong oleh Ripple USD (RLUSD), stablecoin besutan Ripple sendiri, yang pasokannya di jaringan XRPL naik 42% dalam 30 hari terakhir hingga mencapai US$332 juta. Selain RLUSD, ekosistem XRP Ledger juga menampung stablecoin lain seperti OpenEden Tbill, USD Coin (USDC), dan EURQ.
Stablecoin sendiri semakin memegang peranan vital dalam lanskap pembayaran global. Saat ini, total nilai stablecoin yang beredar di pasar kripto telah melampaui US$308 miliar dan diproyeksikan akan terus bertumbuh secara eksponensial. Secara global, RLUSD, yang diluncurkan pada Desember 2024, telah berkembang pesat menjadi salah satu stablecoin terbesar dengan total pasokan mencapai US$1,4 miliar. Meskipun mayoritas pasokannya masih berada di jaringan Ethereum, ekspansi ke jaringan layer-2 lain seperti Base dan Optimism diperkirakan akan semakin memperkuat dominasinya.
Minat Investor AS Tetap Tinggi
Minat investor Amerika Serikat terhadap XRP juga tetap kokoh, menjadi sinyal positif lainnya. Pada Kamis lalu, investor AS tercatat membeli ETF XRP senilai lebih dari US$8,7 juta, membalikkan tren setelah sebelumnya mencatatkan arus keluar dana sebesar US$40 juta. Secara kumulatif, arus masuk ETF XRP telah mencapai US$1,21 miliar, dengan total aset bersih mencapai US$1,49 miliar, menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset ini.
Analisis Teknikal Menunjuk Arah Bullish
Dari perspektif analisis teknikal, grafik harian XRP memancarkan sinyal bullish yang jelas. Harga aset ini masih bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari serta indikator Supertrend, keduanya merupakan indikator kuat tren naik. Selain itu, XRP juga berhasil bergerak di atas sisi atas pola falling wedge, sebuah formasi yang secara historis sering menjadi prekursor pembalikan arah ke atas.
Dengan konvergensi sinyal positif ini, XRP berpotensi besar untuk mengalami rebound signifikan. Target terdekat adalah menguji kembali level tertinggi tahun ini di US$2,4153, yang berarti kenaikan sekitar 15% dari harga saat ini. Jika momentum bullish berlanjut dan berhasil menembus resistensi tersebut, pintu terbuka lebar menuju level psikologis US$3, sebuah lonjakan potensial sekitar 42% dari posisi sekarang.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di kabartifa.id.

