KabarTifa- Minat investor institusional terhadap Solana (SOL) melonjak tajam, terlihat dari derasnya arus modal yang masuk ke ETF Solana. Di tengah pasar kripto yang fluktuatif, ETF Solana berhasil mencatatkan inflow (arus masuk) yang lebih besar dibandingkan gabungan ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Harga Solana saat ini stabil di atas US$127 setelah melewati masa konsolidasi selama seminggu terakhir. Meskipun tekanan jual masih terasa, SOL tetap menjadi incaran investor institusi dalam jumlah besar. Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$89.000 dan Ethereum di kisaran US$2.950. Pasar kripto secara umum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meski sentimen masih terpengaruh oleh penundaan pembahasan RUU kripto di Senat AS.

Berdasarkan data ETF terbaru, Solana mencatat net inflow lebih dari US$11 juta dalam seminggu terakhir. Angka ini melampaui total inflow ETF Bitcoin dan Ethereum pada periode yang sama. Menurut laporan Coingape, masuknya dana ini didorong oleh institusi besar seperti Fidelity, Grayscale, dan Bitwise. ETF Solana milik Fidelity (FSOL) menjadi penyumbang terbesar dengan inflow US$9,85 juta hanya dalam satu hari, sehingga total inflow kumulatif FSOL mencapai sekitar US$148 juta. Secara keseluruhan, ETF Solana kini memiliki net asset value (NAV) sebesar US$1,08 miliar, dengan rasio aset bersih mencapai 1,50%.
Sebaliknya, ETF Bitcoin mencatat outflow sebesar US$38,53 juta, sedangkan ETF Ethereum mengalami penurunan lebih dalam dengan outflow US$64,86 juta. Kondisi ini mencerminkan pergeseran minat investor institusional ke Solana.
Selain dari sisi ETF, Solana juga mencatat performa kuat di sektor aktivitas jaringan. Data dari Sosovalue menunjukkan volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) Solana mencapai US$4,4 miliar dalam 24 jam, tertinggi dibandingkan blockchain lain yang hanya mencatat sekitar US$1,6 miliar. Capaian ini menempatkan Solana di posisi teratas, melampaui Binance Smart Chain (BSC) dan Ethereum, yang masing-masing mencatat volume sekitar US$318 miliar dan US$282 miliar. Lonjakan ini dinilai mencerminkan potensi pertumbuhan ekosistem Solana ke depan.
Dari sisi teknikal, harga SOL sempat turun ke US$127, melanjutkan tren koreksi dari level di atas US$130. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di angka 39,35, mengindikasikan pelemahan yang mendekati area oversold. Sementara itu, indikator MACD berada di level 0,30, mencerminkan sentimen negatif yang masih mendominasi. Pelaku pasar kini mencermati potensi sinyal pembalikan arah dalam waktu dekat. Level resistance terdekat berada di kisaran US$130 hingga US$140. Jika harga mampu menembus US$150, hal tersebut berpotensi menjadi sinyal kembalinya momentum bullish dalam jangka panjang. Namun, selama tekanan jual berlanjut, investor disarankan tetap waspada. Di sisi bawah, support utama berada di US$120. Apabila level ini gagal dipertahankan, harga Solana berpotensi melanjutkan pelemahan menuju US$110.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita kripto dan download aplikasi trading bitcoin & kripto sekarang! Informasi ini bersumber dari kabartifa.id.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.


