Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto -
    Crypto

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini28-01-2026 - 19.00Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    image 204 1
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    SKR Terjun Bebas 70%! Nasib Solana Seeker di Ujung Tanduk?

    Editor: BobonSyah

    image 204 1
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    KabarTifa- Pasar aset kripto kembali diwarnai ketidakpastian, kali ini menimpa token Solana Seeker (SKR) yang mengalami penurunan harga drastis. Setelah sempat melonjak pasca-peluncuran, SKR kini terpuruk hingga hampir 70% dari puncaknya, meninggalkan para investor dalam tanda tanya besar mengenai arah pergerakannya di masa depan. Analisis mendalam menunjukkan kombinasi permintaan spot yang lemah, sinyal teknikal bearish, dan peningkatan suplai token di bursa menjadi pemicu utama tekanan jual yang berkelanjutan, bahkan memunculkan risiko penurunan lanjutan hingga 17% dalam waktu dekat.

    Data pasar terbaru yang dihimpun KabarTifa- menunjukkan bahwa harga SKR saat ini bergerak di sekitar US$0,024, jauh di bawah level tertinggi sebelumnya yang mencapai US$0,067. Koreksi tajam ini telah mengikis sebagian besar optimisme awal yang menyertai peluncuran token tersebut. Ironisnya, aktivitas pembelian di pasar spot masih sangat minim, bahkan setelah harga mengalami penurunan signifikan, mengindikasikan kurangnya kepercayaan dari investor ritel maupun institusional.

    Tekanan Jual Masih Dominan

    Tekanan jual yang mendominasi pasar SKR juga tercermin jelas dari indikator teknikal. Menurut laporan BeInCrypto, grafik 4 jam menunjukkan Chaikin Money Flow (CMF) terus berada di bawah level nol sejak 24 Januari. Kondisi ini secara gamblang menandakan adanya aliran modal keluar yang masif dari aset tersebut. Meskipun sempat ada upaya pemulihan CMF pada 26 Januari, momentum positif itu tidak bertahan lama dan kembali melemah, memperkuat sinyal distribusi yang sedang berlangsung.

    Lebih lanjut, Relative Strength Index (RSI) pada grafik 1 jam membentuk bearish divergence, di mana harga mencetak higher high sementara RSI justru menunjukkan lower high. Fenomena ini mengisyaratkan bahwa setiap kenaikan harga jangka pendek tidak didukung oleh momentum beli yang kuat, menjelaskan mengapa reli-reli kecil SKR selalu gagal berlanjut.

    Data On-Chain: Minim Akumulasi Investor Besar

    Dari sisi data on-chain, situasi SKR juga tidak menunjukkan tanda-tanda akumulasi yang berarti. Dalam 24 jam terakhir, jumlah token SKR yang disimpan di bursa mengalami peningkatan signifikan sebesar 5,31%, mencapai sekitar 467 juta token. Ini berarti sekitar 23,6 juta SKR telah dipindahkan ke exchange, sebuah pergerakan yang sering diinterpretasikan sebagai persiapan untuk penjualan.

    Bersamaan dengan itu, kepemilikan oleh investor besar, atau yang sering disebut smart money, dilaporkan menurun sekitar 4%. Angka ini mengindikasikan bahwa para pemain besar belum menunjukkan minat untuk mengakumulasi SKR, meskipun harganya sudah jatuh dalam, menambah kekhawatiran akan prospek jangka pendek token ini.

    Arah Harga Kini Bergantung pada Para ‘Bear’

    Menariknya, di tengah lesunya pasar spot, arah pergerakan harga SKR kini justru sangat bergantung pada aktivitas para trader derivatif. Peta likuidasi menunjukkan dominasi posisi short yang signifikan di pasar perpetual SKR/USDT. Di bursa Bitget, total leverage short tercatat mencapai sekitar US$3,06 juta, jumlah ini lebih dari dua kali lipat posisi long yang hanya berkisar US$1,49 juta.

    Kondisi ini membuka dua skenario utama. Jika harga SKR berhasil naik mendekati level US$0,030, sekitar US$1,2 juta posisi short berpotensi terlikuidasi. Fenomena ini dapat memicu short squeeze, yaitu lonjakan harga yang cepat akibat pembelian paksa oleh trader yang mencoba menutup posisi short mereka. Namun, para analis mengingatkan bahwa reli semacam itu bukanlah cerminan kekuatan fundamental aset, melainkan hanya efek dari likuidasi.

    Di sisi lain, jika short squeeze tidak terjadi, SKR berisiko besar untuk menembus area support krusial di sekitar US$0,019, yang berarti potensi penurunan lanjutan sekitar 17% dari harga saat ini. Dengan demikian, masa depan jangka pendek token Solana Seeker tampaknya tidak lagi berada di tangan investor spot, melainkan sangat bergantung pada apakah para bear akan terjebak dalam posisi leverage mereka sendiri. Ketidakpastian ini membuat SKR menjadi salah satu aset kripto yang paling banyak diperhatikan dalam beberapa waktu ke depan.


    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleGalaxy Z Flip 7 Olimpiade: Ponsel Impian Para Juara!
    Next Article BNB Chain Menggila! Volume Prediksi US$20,9 Miliar, Harga BNB Bakal Terbang Jauh?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Geger! Visa Gandeng Polygon, Revolusi Pembayaran Global?

    30-04-2026 - 13.15
    Crypto

    Pi Network Terjun Bebas! Ancaman Makro Hantui Kripto?

    30-04-2026 - 13.00
    Crypto

    LINK Terjepit! Akankah Tembus $10 atau Jatuh ke $8?

    30-04-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.