Pi Network Ambruk ke $0,162: Tekanan Ganda Mencekik!
Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga Pi Network (PI) kembali melemah tajam dalam 24 jam terakhir, terperosok ke level $0,162 pada Jumat (30/1). Berdasarkan pantauan Coinmarketcap, token ini mencatat penurunan sekitar 2,55%, bertepatan dengan tekanan yang melanda pasar kripto secara keseluruhan. Menariknya, pelemahan PI relatif lebih ringan dibandingkan koreksi pasar kripto global yang mencapai 6,13% dalam periode yang sama.
Tren negatif ini semakin mengukuhkan posisi PI yang masih kesulitan menemukan momentum pemulihan. Kombinasi tekanan makroekonomi global, lonjakan pasokan token yang terus-menerus, serta struktur teknikal yang belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah, menjadi beban berat bagi prospek harga Pi Network.
Tekanan Makro Menyeret Altcoin
Pelemahan harga PI tidak lepas dari koreksi masif di pasar kripto global. Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut sekitar $60 miliar. Pemicunya adalah respons pasar terhadap keputusan The Federal Reserve (FOMC) yang mempertahankan suku bunga acuannya, memicu sentimen risk-off di kalangan investor.
Bitcoin, sebagai lokomotif pasar kripto, sempat anjlok tajam hingga di bawah $88.000, atau melemah sekitar 6%. Penurunan ini sontak menyeret altcoin lainnya, termasuk Ethereum dan BNB, yang masing-masing terkoreksi lebih dari 2%. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini, altcoin berkapitalisasi menengah dan kecil cenderung lebih rentan. PI, yang masih membawa narasi spekulatif dan adopsi terbatas di mainnet, turut terdampak saat pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Indeks Fear & Greed kripto yang berada di level 28 (Fear) semakin memperkuat gambaran bahwa sentimen pasar masih defensif, membuat minat beli terhadap token seperti PI semakin terbatas.
Token Unlock: Beban Struktural Tak Berkesudahan
Selain tekanan makro, fenomena token unlock berkelanjutan tetap menjadi beban struktural bagi harga Pi Network. Sepanjang Januari 2026 saja, lebih dari 134 juta PI telah dilepas ke pasar. Angka ini merupakan bagian dari total sekitar 1,2 miliar token yang dijadwalkan akan unlock sepanjang tahun ini.
Lonjakan pasokan ini ironisnya terjadi di tengah minimnya permintaan pasar. Dengan volume perdagangan harian PI yang berkisar $18,3 juta, likuiditas yang tersedia dinilai belum cukup untuk menyerap tambahan pasokan secara optimal. Akibatnya, setiap gelombang token unlock berpotensi langsung menekan harga, terutama jika sebagian token yang dilepas segera berpindah ke bursa untuk dijual. Fenomena ini menjadikan tekanan jual pada PI bukan sekadar fluktuasi sesaat, melainkan masalah struktural yang terus menghantui.
Struktur Teknikal Masih Lemah Tak Berdaya
Dari sisi teknikal, pergerakan harga PI menunjukkan sinyal yang masih cenderung bearish. Token ini telah menembus level support penting di $0,15895, yang sebelumnya berfungsi sebagai swing low berbasis Fibonacci.
Indikator RSI 7-hari yang anjlok ke 12,17 memang menunjukkan kondisi oversold ekstrem. Namun, anehnya, sinyal ini gagal memicu rebound signifikan, mengindikasikan minat beli yang sangat lesu. Sementara itu, MACD histogram yang masih berada di zona negatif mengonfirmasi bahwa momentum penurunan belum sepenuhnya mereda. Dalam skenario terburuk, jika tekanan jual berlanjut, area $0,150 berpotensi menjadi target support psikologis berikutnya. Di sisi atas, rata-rata pergerakan SMA 30 hari di kisaran $0,196 kini berubah fungsi menjadi resistance kuat yang sulit ditembus dalam waktu dekat.
Prospek Jangka Pendek Pi Network: Antara Harapan dan Tantangan
Ke depan, pergerakan harga PI akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: stabilisasi pasar kripto global dan dinamika suplai akibat token unlock. Jika Bitcoin mampu bertahan dan membentuk konsolidasi, PI berpotensi mengalami technical rebound jangka pendek.
Namun, tanpa pendorong fundamental yang solid, seperti peningkatan adopsi ekosistem atau aktivitas mainnet yang substansial, setiap kenaikan harga berpotensi hanya bersifat sementara. Penurunan harga Pi Network ke level $0,162 mencerminkan kombinasi tekanan makro, suplai token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum sehat. Meski kondisi oversold membuka peluang pantulan jangka pendek, zona $0,15–$0,16 tetap menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Bagi investor dan trader, kehati-hatian tetap diperlukan sembari memantau stabilitas Bitcoin dan pergerakan arus masuk-keluar token PI di bursa sebagai indikasi apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

