KabarTifa- Jakarta, 1 Februari 2024 – Di tengah sentimen bearish yang menyelimuti pasar kripto global, sebuah altcoin baru bernama Sentient (SENT) berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan harga lebih dari 60%. Kenaikan signifikan ini terjadi saat Bitcoin (BTC) dan mayoritas aset digital lainnya justru terkoreksi tajam, menunjukkan daya tahan yang luar biasa untuk token pendatang baru.
Fenomena SENT menjadi anomali menarik di pasar. Saat Bitcoin melemah hampir 5%, SENT justru bergerak melawan arus, bahkan setelah sempat mengalami koreksi 18% dari puncaknya di US$0,044. Pergerakan volatil ini, menurut analis pasar, tidak hanya menunjukkan kekuatan SENT tetapi juga potensi risiko yang mulai mengintai seiring meningkatnya minat investor.

Korelasi Negatif Jadi Kunci Penguatan
Salah satu pendorong utama di balik penguatan SENT adalah korelasinya yang berlawanan dengan Bitcoin. Data menunjukkan SENT mencatat korelasi negatif -0,92 terhadap BTC. Artinya, ketika Bitcoin kehilangan momentum dan harganya melemah, SENT cenderung menguat. Kondisi ini menarik minat para trader yang mencari aset alternatif di luar bayang-bayang dominasi BTC.
Tim Riset Tokocrypto menjelaskan, indikator Chaikin Money Flow (CMF) yang berada di atas nol mengindikasikan tekanan beli masih mendominasi, dengan pemain besar belum beralih ke mode distribusi. "Pola exchange outflow yang konsisten, di mana token keluar dari bursa terpusat (CEX), adalah sinyal akumulasi klasik. Sentient berhasil menghindari sell-off lebih dalam berkat keseimbangan supply-demand yang sehat," ujar mereka.
Minat beli yang kuat juga terlihat dari Money Flow Index (MFI). Meskipun SENT sempat mencapai harga tertinggi baru, MFI tidak jatuh tajam dan tetap di atas garis tren naik, menandakan akumulasi masih berlangsung. Data pasar spot juga mengonfirmasi tekanan jual yang relatif rendah, dengan arus keluar token dari bursa lebih dominan dibandingkan arus masuk, menunjukkan investor lebih memilih untuk menyimpan aset ketimbang menjualnya.
Waspada Risiko di Pasar Derivatif
Namun, di balik performa impresif ini, sinyal bahaya mulai muncul dari pasar derivatif. Data menunjukkan posisi long dengan leverage tercatat mencapai sekitar US$7,96 juta, jauh melampaui posisi short yang hanya sekitar US$1,15 juta. Ketimpangan ini membuat SENT sangat rentan terhadap koreksi, di mana penurunan harga kecil sekalipun dapat memicu likuidasi paksa berskala besar, yang berpotensi mempercepat penurunan harga.
Dilansir dari BeInCrypto, indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan sinyal kehati-hatian. Saat harga SENT mencetak higher high, RSI justru membentuk lower high, mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan. Untuk mempertahankan momentum bullish, SENT perlu mencatatkan penutupan harga 4 jam di atas level krusial US$0,039.
Apabila gagal bertahan di area tersebut, level support terdekat berada di US$0,036. Penurunan di bawah level ini berpotensi memicu gelombang likuidasi dan membuka jalan bagi koreksi lebih dalam menuju US$0,031 hingga US$0,022, terutama jika Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan dan menarik kembali perhatian pasar.
Kinerja Sentient sejauh ini membuktikan bahwa korelasi negatif dengan Bitcoin dapat menjadi katalis kuat di pasar kripto yang bergejolak. Namun, dengan struktur leverage yang semakin berat sebelah di pasar derivatif, pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan token ini untuk bertahan di area kunci. Para investor dan trader disarankan untuk memantau dengan cermat dinamika pasar derivatif dan level support krusial guna mengambil keputusan investasi yang bijak.
Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Editor: BobonSyah


