Gawat! Harga Pi Network Terjun ke Titik Kritis
KabarTifa- Harga Pi Network (PI) kembali tergelincir, melanjutkan tren pelemahan yang membebani token ini di pasar kripto global. Mengutip data dari CoinMarketCap pada akhir Januari, aset digital yang banyak dinantikan ini tercatat merosot ke level $0,162, menandai penurunan sekitar 2,55% dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, pelemahan PI relatif lebih ringan dibandingkan koreksi pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 6,13% dalam periode yang sama. Namun, kondisi ini memperpanjang kesulitan PI untuk menemukan momentum pemulihan, terjebak dalam kombinasi tekanan makroekonomi, peningkatan pasokan token, serta struktur teknikal yang belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang meyakinkan.
Tekanan Makro Ekonomi Seret Altcoin ke Jurang
Salah satu pemicu utama kemerosotan harga PI adalah koreksi pasar kripto yang lebih luas. Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut sekitar $60 miliar. Kondisi ini dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan The Federal Reserve (FOMC) yang menahan suku bunga acuannya, menciptakan sentimen "risk-off" di kalangan investor.
Bitcoin, sebagai lokomotif pasar kripto, sempat anjlok tajam hingga di bawah $88.000, atau melemah sekitar 6%. Penurunan ini sontak menyeret altcoin lainnya, termasuk Ethereum dan BNB, yang masing-masing terkoreksi lebih dari 2%. Dalam kondisi seperti ini, altcoin berkapitalisasi menengah dan kecil, seperti PI yang masih membawa narasi spekulatif dan adopsi terbatas di mainnet, menjadi sangat rentan. Pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, memperparah tekanan jual.
Indeks Fear & Greed kripto yang terpaku di level 28 (Fear) semakin memperkuat gambaran bahwa sentimen pasar masih sangat defensif, membuat minat beli terhadap token seperti PI semakin terbatas.
Gelombang Token Unlock Terus Jadi Beban Berat
Selain tekanan makro, gelombang token unlock berkelanjutan tetap menjadi beban struktural yang signifikan bagi harga Pi Network. Sepanjang Januari 2026 saja, lebih dari 134 juta PI telah dilepas ke pasar. Jumlah ini merupakan bagian dari total sekitar 1,2 miliar token yang dijadwalkan akan di-unlock sepanjang tahun ini.
Peningkatan suplai ini terjadi di tengah permintaan pasar yang relatif lemah. Dengan volume perdagangan harian PI yang hanya berkisar $18,3 juta, likuiditas yang tersedia dinilai belum cukup untuk menyerap tambahan pasokan secara optimal. Akibatnya, setiap gelombang token unlock berpotensi langsung menekan harga, terutama jika sebagian token yang dilepas segera berpindah ke bursa untuk dijual. Kondisi ini membuat tekanan jual PI bersifat struktural, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.
Sinyal Teknikal Masih Mengkhawatirkan
Dari sudut pandang teknikal, pergerakan harga PI menunjukkan sinyal yang masih cenderung bearish. Token ini telah menembus level support penting di $0,15895, yang sebelumnya berfungsi sebagai swing low berbasis Fibonacci.
Indikator RSI 7-hari berada di level sangat rendah, sekitar 12,17, menandakan kondisi oversold yang cukup ekstrem. Namun, kondisi oversold ini, alih-alih memicu pantulan, justru mencerminkan lemahnya minat beli yang persisten. Sementara itu, MACD histogram yang masih berada di zona negatif mengonfirmasi bahwa momentum penurunan belum sepenuhnya mereda. Dalam skenario terburuk, jika tekanan jual berlanjut, area $0,150 berpotensi menjadi target support psikologis berikutnya. Di sisi atas, rata-rata pergerakan SMA 30 hari di kisaran $0,196 kini berubah fungsi menjadi resistance kuat yang sulit ditembus dalam waktu dekat.
Prospek Jangka Pendek: Antara Harapan dan Tantangan
Ke depan, pergerakan harga PI akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: stabilisasi pasar kripto global dan dinamika suplai akibat token unlock. Jika Bitcoin mampu bertahan dan membentuk konsolidasi, PI berpotensi mengalami technical rebound jangka pendek.
Namun, tanpa katalis fundamental yang kuat—seperti peningkatan aktivitas mainnet atau adopsi ekosistem yang masif—setiap kenaikan berisiko bersifat sementara. Penurunan harga Pi Network ke level $0,162 mencerminkan kombinasi tekanan makro, suplai token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum sehat. Meskipun kondisi oversold membuka peluang pantulan jangka pendek, zona $0,15–$0,16 tetap menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Bagi investor dan trader, kehati-hatian tetap diperlukan sembari memantau stabilitas Bitcoin dan pergerakan arus masuk-keluar token PI di bursa sebagai indikasi apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut. Informasi lebih lanjut mengenai pergerakan harga kripto bisa Anda temukan di kabartifa.id.
Editor: BobonSyah


