HBAR di Ujung Tanduk! Rp42 Miliar Terancam Lenyap!
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Hedera (HBAR) tengah menghadapi periode krusial, terjebak dalam tren penurunan yang berpotensi memicu likuidasi besar-besaran senilai puluhan miliar rupiah. Tekanan jual terhadap aset kripto ini tercatat pada level tertinggi sepanjang tahun 2026, dengan momentum bearish yang terus mendominasi pergerakan harga. Saat ini, HBAR diperdagangkan di kisaran US$0,117, hanya sedikit di atas ambang batas support krusial yang bisa menentukan nasibnya.
Aset kripto ini telah terperangkap dalam cengkeraman tren bearish selama hampir dua bulan terakhir. Setiap upaya pemulihan harga selalu kandas akibat tekanan jual yang persisten, membuat struktur pasar tetap rapuh. Posisinya yang hanya berjarak tipis dari level support US$0,114 menjadi perhatian utama para investor dan trader.
Indikator Harga Hedera Memburuk
Indikator teknikal turut memperkuat sinyal bahaya ini. Money Flow Index (MFI) yang berada di bawah level netral 50 mengindikasikan dominasi arus modal keluar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mencerminkan minimnya minat beli dan peningkatan kehati-hatian di kalangan investor, menghambat potensi kenaikan jangka pendek.
Ditambah dengan tekanan makroekonomi, peta likuidasi menunjukkan posisi long berada dalam kondisi sangat rentan. Jika HBAR gagal mempertahankan support US$0,114, sekitar US$1,07 juta (sekitar Rp16,5 miliar dengan kurs Rp15.500/USD) posisi long berisiko terlikuidasi secara paksa. Peristiwa ini diperkirakan akan memicu gelombang jual lanjutan di pasar.
Ancaman Likuidasi Rp42 Miliar
Ancaman likuidasi menjadi lebih serius jika harga HBAR terus merosot hingga di bawah US$0,112. Pada level ini, potensi likuidasi posisi long melonjak drastis hingga lebih dari US$2,71 juta, atau setara dengan sekitar Rp42 miliar. Skenario ini dapat mempercepat penurunan harga dan menciptakan efek domino yang merusak sentimen pasar secara keseluruhan.
Menurut sejumlah analis pasar, penumpukan posisi likuidasi di bawah harga saat ini berpotensi menciptakan "efek domino" yang mematikan. Penurunan harga sedikit saja dapat memicu penjualan otomatis massal, memperdalam kejatuhan pasar secara instan. Mereka memperingatkan investor untuk tidak terburu-buru melakukan pembelian spekulatif saat harga sedang jatuh (catching a falling knife) sebelum ada sinyal pembalikan arah yang jelas dan valid.
Potensi Pembalikan Tren
Selama tren bearish ini belum terpatahkan, HBAR berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area US$0,109. Namun, harapan pemulihan masih ada jika tekanan jual mereda. Kenaikan berkelanjutan di atas US$0,120 dapat memperbaiki sentimen, dan penembusan level US$0,125 akan membatalkan pandangan bearish, mengindikasikan potensi pembalikan tren jangka pendek.
Untuk saat ini, pasar HBAR berada dalam fase penantian kritis. Investor dan trader menanti sinyal kuat apakah aset ini mampu mempertahankan level support pentingnya atau justru akan terjerumus ke fase penurunan yang lebih dalam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.


