Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pharos Network, pemain ambisius di lanskap blockchain global, baru-baru ini mengumumkan peluncuran program inkubator inovatif bertajuk "Native to Pharos" dengan total pendanaan mencapai $10 juta, atau setara dengan sekitar Rp150 miliar. Inisiatif pendanaan masif ini dirancang khusus untuk mempercepat pengembangan aplikasi di sektor Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) dan Aset Dunia Nyata (RWA) di atas ekosistem blockchain Pharos.

Langkah strategis ini, yang didukung penuh oleh firma modal ventura terkemuka Hack VC, menandai fase krusial dalam misi Pharos untuk membangun ekosistem on-chain yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga berfokus pada utilitas nyata dan adopsi institusional. Program ini secara spesifik menargetkan tim pengembang dan startup Web3 yang bersemangat membangun produk keuangan terdesentralisasi dengan pendekatan berbasis aset dunia nyata.
Fokus Utama: DeFi Generasi Baru dan Tokenisasi Aset Dunia Nyata
Program "Native to Pharos" dirancang sebagai inkubator komprehensif yang tidak hanya menyediakan suntikan modal, tetapi juga dukungan teknis mendalam, mentorship dari para ahli industri, hingga akses ke jaringan investor global. Fokus utamanya adalah pada dua narasi besar yang kini mendominasi industri kripto: DeFi generasi baru yang lebih matang dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
RWA sendiri telah menjadi topik hangat di pasar kripto karena menjanjikan jembatan yang kokoh antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain. Dengan kemampuan untuk menokenisasi aset fisik seperti obligasi, properti, atau instrumen keuangan lainnya ke dalam bentuk digital di blockchain, RWA dinilai mampu menarik partisipasi institusi besar yang selama ini masih menanti kejelasan struktur dan utilitas dalam ekosistem kripto.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti langkah ini sebagai strategi yang sangat tepat. "Injeksi modal ini bertujuan untuk memacu ekosistem DeFi di atas Pharos. Fokus pada RWA menempatkan Pharos dalam narasi institusional yang sedang tren dan sangat dinantikan," papar mereka dalam analisis terbarunya.
Dukungan Hack VC dan Peluang Emas bagi Inovator
Keterlibatan Hack VC sebagai mitra pendukung menjadi sinyal kuat akan kredibilitas dan potensi jangka panjang program ini. Hack VC dikenal aktif dalam mendanai proyek-proyek blockchain tahap awal dengan pendekatan teknis mendalam dan visi jangka panjang.
Bagi para pengembang dan inovator, inkubator ini membuka peluang emas untuk mengembangkan aplikasi yang tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga memiliki jalur komersialisasi yang jelas. Pharos secara spesifik mencari proyek-proyek yang "native," artinya dibangun sejak awal untuk sepenuhnya memanfaatkan arsitektur dan karakteristik unik jaringan Pharos. Pendekatan ini mendorong inovasi yang benar-benar terintegrasi, berbeda dari sekadar memindahkan aplikasi dari blockchain lain.
Ambisi Pharos: Menjadi Hub RWA On-Chain Terkemuka
Peluncuran inkubator ini mempertegas posisi Pharos sebagai blockchain yang bertekad mengambil peran signifikan dalam pasar RWA on-chain. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai institusi keuangan global mulai mengeksplorasi tokenisasi aset, namun masih terbatas oleh isu skalabilitas, kepatuhan regulasi, dan desain infrastruktur yang belum matang.
Dengan mengarahkan pendanaan ke sektor ini sejak dini, Pharos berupaya membangun "parit awal" (early moat) di tengah persaingan blockchain Layer-1 dan Layer-2 yang semakin ketat. Jika berhasil melahirkan kasus penggunaan RWA yang relevan dan menarik, Pharos berpotensi besar untuk menarik likuiditas institusional dan mitra strategis dalam jangka menengah hingga panjang.
Dampak bagi Ekosistem dan Prospek Pasar
Dari sisi ekosistem, program inkubator ini berfungsi sebagai katalis awal untuk meningkatkan aktivitas pengembang, memperkaya aplikasi terdesentralisasi, serta memperluas basis pengguna Pharos. Dalam konteks pasar kripto, langkah ini juga memperkuat narasi fundamental proyek, terutama di tengah tren investor yang mulai lebih selektif terhadap utilitas nyata dibanding sekadar "hype."
Namun, seperti halnya program inkubator lainnya, efektivitas "Native to Pharos" akan sangat bergantung pada kualitas tim yang terpilih dan ketepatan eksekusi roadmap ke depan. Pasar akan mencermati dengan seksama proyek-proyek inovatif apa saja yang akan lahir dari program ini dan seberapa cepat mereka mencapai kesesuaian produk-pasar (product-market fit).
Secara keseluruhan, peluncuran inkubator "Native to Pharos" senilai $10 juta menandai langkah strategis Pharos Network dalam membangun fondasi ekosistem DeFi dan RWA yang kokoh. Dengan dukungan Hack VC dan fokus pada narasi institusional, Pharos memposisikan diri sebagai pemain serius yang bertekad membentuk masa depan keuangan on-chain berbasis aset dunia nyata. Bagi investor dan pelaku industri, program ini menjadi sinyal awal bahwa Pharos tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ekosistem aplikasi yang berorientasi pada adopsi jangka panjang.
