Alarm Merah TAO! Harga Anjlok 13%, Ada Harapan?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Harga aset kripto Bittensor (TAO) kembali menghadapi tekanan jual yang signifikan, mencatat penurunan drastis lebih dari 12% dalam 24 jam terakhir. Kini, nilai TAO melayang di sekitar US$160 per koin, jauh di bawah ambang batas psikologis US$200, memperpanjang tren pelemahan yang telah membayangi proyek ini selama beberapa bulan terakhir.
Penurunan tajam ini menempatkan TAO pada posisi yang rentan, diperdagangkan di US$160,73. Meskipun demikian, aktivitas pasar tetap tinggi dengan volume transaksi mencapai US$231,95 juta dalam sehari terakhir. Fluktuasi harian menunjukkan TAO sempat menyentuh level terendah US$158,35 dan tertinggi US$190,52. Kapitalisasi pasar TAO saat ini berada di kisaran US$1,71 miliar, dengan sekitar 10,65 juta TAO yang beredar dari total suplai maksimum 21 juta.
Koreksi ini bukan fenomena baru bagi Bittensor. Dalam tiga bulan terakhir, aset ini telah kehilangan sekitar 60% dari nilainya, menjauhkan diri dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di US$767,68. Pergerakan harga TAO/USDT pada Kamis, 5 Februari 2026, yang bersumber dari Tokocrypto, menunjukkan tren penurunan yang konsisten.
Meski dihantam tekanan jual, Bittensor masih mempertahankan posisinya di jajaran elit kripto global, menempati peringkat ke-38 berdasarkan kapitalisasi pasar. Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) sekitar US$3,39 miliar, proyek ini terus menarik perhatian, khususnya di sektor kecerdasan buatan (AI) dan komputasi terdesentralisasi yang sedang naik daun.
Di tengah gejolak harga, komunitas Bittensor dijadwalkan menggelar sesi diskusi penting mengenai Subnet 64 Novelty Space pada 5 Februari 2026. Acara ini akan berlangsung melalui X Space dan Discord pada pukul 22.00 UTC, dengan agenda pembahasan yang mencakup topik krusial seperti AI serverless, Trusted Execution Environments (TEE), infrastruktur CPU, mekanisme insentif, peran operator Subnet 64, serta peta jalan masa depan proyek. Sesi ini menjadi sorotan mengingat narasi AI dan komputasi terdesentralisasi masih menjadi pendorong utama di pasar kripto.
Menurut analisis berbasis AI, pembahasan mengenai serverless AI, TEE, dan infrastruktur CPU berpotensi memicu minat spekulatif terhadap TAO, mengingat reputasinya sebagai aset dengan pergerakan harga yang agresif (high beta). Namun, penting untuk dicatat bahwa agenda ini masih sebatas sesi diskusi komunitas, bukan pengumuman resmi mengenai peningkatan protokol. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi terkait perubahan tokenomics, mekanisme pembagian pendapatan, atau pembaruan struktural yang secara langsung dapat meningkatkan nilai TAO.
Dampak terhadap harga TAO diperkirakan masih moderat, kecuali sesi tersebut menghadirkan informasi yang jelas dan bernilai besar bagi ekosistem utama, bukan hanya untuk operator Subnet 64. Pasar juga berpotensi mengalami volatilitas jangka pendek, termasuk kemungkinan munculnya pola "sell-the-rumor" apabila pelaku pasar mengambil keuntungan setelah hype meningkat. Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa fitur serverless AI secara signifikan dapat menurunkan hambatan masuk bagi pengembang, memperkuat narasi utilitas riil $TAO di sektor AI, bukan sekadar aset spekulatif.
Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, investor kini menanti apakah sesi Subnet 64 tersebut akan menjadi pemicu sentimen baru atau hanya memicu lonjakan sesaat di tengah tren penurunan TAO yang masih berlangsung.

