Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasar kripto kembali diwarnai gejolak setelah token GMX mencatat penurunan harga yang signifikan, ambrol lebih dari 9% dalam 24 jam terakhir. Harga aset digital ini kini terperosok ke level US$5,65 per koin, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Penurunan drastis ini terjadi di tengah berlangsungnya proses voting penting oleh komunitas GMX yang membahas program insentif untuk menghidupkan kembali volume perdagangan.

Data perdagangan terbaru menunjukkan GMX (GMX/USDT) mengalami tekanan jual yang kuat. Selain anjlok 9,24% dalam sehari, pergerakan harga GMX juga menunjukkan tren pelemahan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dalam 90 hari terakhir, GMX telah kehilangan lebih dari 40% nilainya. Bahkan, dalam satu jam terakhir, harga masih tercatat turun 1,25%, mengindikasikan volatilitas tinggi dan sentimen negatif yang masih dominan.
Saat ini, kapitalisasi pasar GMX berada di angka US$58,73 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$9,46 juta. Pasokan beredar tercatat 10,39 juta GMX dari total maksimum 13,25 juta GMX. Rentang harga 24 jam GMX bergerak antara US$5,61 hingga US$6,53. Perlu dicatat, harga saat ini masih sangat jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) GMX yang pernah mencapai US$90,89.
Voting DAO GMX Digelar, Harapan Baru di Tengah Badai
Di tengah tekanan harga, perhatian kini tertuju pada komunitas GMX yang sedang menggelar voting melalui platform Snapshot. Proposal yang diajukan adalah "Marketing & Trader Incentive Program," yang berlangsung dari 2 hingga 5 Februari 2026. Inisiatif tata kelola ini bertujuan untuk memperkenalkan skema insentif baru berupa hadiah perdagangan bagi para pengguna, dengan harapan dapat mendorong aktivitas on-chain.
Analisis berbasis kecerdasan buatan menunjukkan bahwa meskipun voting ini bukan pembaruan protokol besar (hard upgrade), hasilnya berpotensi memengaruhi ekosistem secara signifikan. Dampaknya bisa terlihat pada peningkatan volume perdagangan, pendapatan biaya (fees) protokol, hingga potensi imbal hasil (yield) staking, terutama jika insentif berasal dari perbendaharaan (treasury) atau mekanisme emisi token.
Namun, dampak pasar dari voting ini masih bersifat spekulatif. Pelaku pasar diperkirakan akan menanti keputusan final dan implementasi program sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Meskipun demikian, program insentif yang besar memiliki potensi untuk memicu volatilitas harga GMX dalam jangka pendek.
Menurut tim riset dari salah satu bursa kripto terkemuka, pasar umumnya merespons positif terhadap inisiatif yang menjanjikan peningkatan aktivitas on-chain. Jika proposal ini disetujui, insentif tersebut dapat memicu kenaikan biaya protokol, yang pada gilirannya akan berdampak langsung pada imbal hasil bagi para staker GMX.
Dengan kondisi harga GMX yang sedang tertekan, keputusan komunitas dalam voting ini menjadi salah satu faktor penentu sentimen pasar GMX dalam waktu dekat. Investor dan trader diimbau untuk memantau hasil voting dengan cermat, karena ini bisa menjadi titik balik atau justru memperpanjang tren pelemahan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan aset kripto, kunjungi kabartifa.id.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.

