ZRO Melonjak Drastis! LayerZero Klaim Blockchain 2 Juta TPS!
KabarTifa- Dunia kripto kembali dihebohkan dengan inovasi terbaru dari LayerZero. Pada Rabu, 11 Februari 2026, LayerZero secara resmi memperkenalkan desain blockchain mutakhir bernama "Zero", yang diklaim mampu memproses hingga 2 juta transaksi per detik (TPS) per zona. Pengumuman ambisius ini, yang mengandalkan kombinasi teknologi zero-knowledge proofs (ZK proofs) dan model validator terpisah, sontak memicu lonjakan signifikan pada harga token aslinya, ZRO.

Inovasi ini dinilai sebagai langkah berani untuk mendorong performa blockchain ke level yang jauh melampaui jaringan generasi sebelumnya, khususnya dalam hal throughput dan efisiensi pemrosesan transaksi. Hal ini sekaligus menandai babak baru dalam perlombaan skalabilitas di ekosistem mata uang digital.
"Zero" Andalkan ZK Proofs dan Split Validator untuk Skalabilitas Maksimal
Arsitektur "Zero" dirancang untuk mengatasi tantangan skalabilitas yang kerap menghantui jaringan blockchain generasi sebelumnya. LayerZero menjelaskan bahwa sistem ini mengintegrasikan zero-knowledge proofs, sebuah metode kriptografi canggih yang memungkinkan verifikasi transaksi secara efisien tanpa perlu mengungkapkan seluruh detail data. Pendekatan ini esensial untuk menjaga privasi, keamanan, dan integritas jaringan.
Selain itu, "Zero" mengadopsi model validator terpisah (split validator model). Mekanisme ini memungkinkan pembagian tugas validasi secara independen di setiap "zona" jaringan, sehingga beban komputasi tidak terpusat pada satu lapisan. Dengan demikian, setiap zona berpotensi memproses transaksi hingga 2 juta TPS, membuka gerbang bagi aplikasi berskala global yang membutuhkan throughput masif.
Kendati demikian, LayerZero belum merilis rincian jadwal implementasi penuh maupun integrasi teknis mendalam dari sistem revolusioner ini.
Harga ZRO Meroket, Volume Perdagangan Tembus Setengah Miliar Dolar
Dampak dari pengumuman ini langsung terasa di pasar kripto. Token LayerZero (ZRO) mencatat kenaikan harga yang impresif, diperdagangkan di kisaran $2,32, melonjak sekitar 17% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Data dari Tokocrypto menunjukkan bahwa volume perdagangan harian ZRO juga meroket hingga sekitar $549 juta, mengindikasikan minat investor yang sangat tinggi.
Kapitalisasi pasar ZRO kini berada di angka $684 juta, dengan suplai beredar sekitar 294,84 juta token. Performa jangka panjangnya pun tak kalah memukau, dengan kenaikan lebih dari 57% dalam 30 hari terakhir dan sekitar 46% dalam 90 hari terakhir.
Tim Riset Tokocrypto menganalisis bahwa inovasi ini secara fundamental menggeser narasi LayerZero dari sekadar platform pesan atau interoperabilitas menjadi pemain kunci dalam infrastruktur blockchain berkinerja tinggi. "Jika arsitektur ‘zones’ benar-benar dapat diimplementasikan, Zero berpotensi menjadi jalur eksekusi baru untuk aplikasi yang membutuhkan throughput besar," jelas mereka.
Namun, mereka juga mengingatkan bahwa klaim TPS ekstrem seringkali bergantung pada asumsi lingkungan uji. "Adopsi nyata akan sangat ditentukan oleh faktor-faktor krusial seperti keamanan validator, ketersediaan data, dan minat dari para pengembang," tambah Tim Riset Tokocrypto, memberikan perspektif yang lebih realistis.
Dorong Narasi Skalabilitas Generasi Baru
Peluncuran "Zero" oleh LayerZero semakin mempertegas bahwa persaingan di dunia blockchain kini berpusat pada peningkatan skalabilitas tanpa mengorbankan pilar utama seperti keamanan dan desentralisasi. Dengan target ambisius 2 juta TPS per zona, LayerZero berupaya memposisikan diri sebagai salah satu pemimpin dalam pengembangan infrastruktur blockchain berkecepatan tinggi di masa depan.
Pasar kini menantikan detail lebih lanjut mengenai implementasi teknis dan bagaimana ekosistem akan mengadopsi desain baru ini. Jika realisasi performa sesuai dengan klaim, "Zero" berpotensi menjadi salah satu pembaruan arsitektur blockchain paling revolusioner dalam beberapa tahun terakhir.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Editor: BobonSyah
