Pudgy Penguins & Visa: NFT Masuk Dompet Dunia Nyata!
KabarTifa- Proyek NFT populer, Pudgy Penguins, kembali mengguncang jagat kripto dengan sebuah teaser mengejutkan: potensi peluncuran kartu kredit hasil kolaborasi dengan raksasa pembayaran global, Visa, dan KAST. Kabar ini sontak memicu gelombang spekulasi tentang langkah ambisius Pudgy Penguins untuk merambah sektor pembayaran konvensional dan memperluas jangkauan ekosistem Web3 mereka.

Meski rincian pasti masih disimpan rapat, kemitraan strategis dengan Visa, salah satu jaringan pembayaran terbesar di dunia, dipandang sebagai lompatan besar. Ini berpotensi memperluas utilitas ekosistem Pudgy Penguins jauh melampaui batas-batas dunia NFT dan Web3, membawanya ke ranah transaksi finansial sehari-hari.
Kartu Kredit Pudgy Penguins: Jembatan Web3 ke Keuangan Tradisional?
Pengumuman singkat dari Pudgy Penguins mengkonfirmasi rencana menghadirkan kartu kredit melalui sinergi dengan Visa dan KAST. Inisiatif ini secara jelas mengisyaratkan upaya integrasi antara aset digital dengan sistem pembayaran tradisional yang telah mapan. Kartu kredit yang membawa identitas brand Web3 seperti Pudgy Penguins berpotensi membuka gerbang bagi penggunaan aset kripto atau digital dalam transaksi konsumer sehari-hari.
Namun, pertanyaan krusial masih menggantung: apakah kartu ini akan memiliki koneksi langsung dengan token PENGU, ataukah akan memberikan keuntungan eksklusif bagi para pemegang NFT dan tokennya? Kolaborasi ini sekaligus menegaskan tren yang berkembang di mana semakin banyak proyek kripto berupaya menjembatani jurang antara dunia Web3 dengan infrastruktur keuangan konvensional.
Harga PENGU Tertekan di Tengah Kabar Gembira
Ironisnya, di tengah euforia kemitraan ini, harga token asli Pudgy Penguins, PENGU, justru menunjukkan tren penurunan. PENGU diperdagangkan di kisaran $0,0059, mencatat koreksi sekitar 4,6% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar PENGU saat ini berada di angka sekitar $371 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai $67 juta.
Secara historis, token ini memang masih dalam fase koreksi tajam, anjlok lebih dari 50% dalam 30 hari terakhir dan melemah hampir 60% dalam 90 hari terakhir. Pergerakan harga ini, yang terlihat pada grafik PENGU/USDT per Rabu, 11 Februari 2026, menunjukkan bahwa pasar masih mencerna implikasi jangka panjang dari pengumuman tersebut.
Visi Pudgy Penguins: Dari NFT ke Produk Konsumen Mainstream
Ekspansi brand Pudgy Penguins ke sektor pembayaran global melalui kolaborasi dengan Visa dan KAST ini dipandang sebagai upaya fundamental. Jika berhasil diwujudkan, kartu kredit ini berpotensi menjadi jembatan konkret antara ekosistem NFT dan aplikasi finansial di dunia nyata. Namun, seperti yang telah disinggung, pasar masih menanti detail lebih lanjut mengenai mekanisme operasional kartu, termasuk dampaknya terhadap utilitas dan permintaan token PENGU.
Meskipun harga token PENGU masih di bawah tekanan, pengumuman kemitraan ini menegaskan komitmen Pudgy Penguins untuk terus mengembangkan ekosistemnya di tengah volatilitas pasar kripto. Tim Riset dari kabartifa.id (mengutip analisis dari lembaga riset terkemuka) menilai bahwa kemitraan dengan jaringan kartu global ini secara signifikan menggeser narasi dari sekadar brand atau NFT menjadi produk konsumen yang lebih ‘mainstream’.
"Apabila realisasi produk berjalan lancar, terutama dalam hal onboarding pengguna, sistem reward, dan utilitas yang ditawarkan, ini dapat secara substansial memperluas basis pengguna non-kripto dan meningkatkan relevansi ekosistem Pudgy Penguins di ranah pembayaran," demikian pandangan mereka.
Kolaborasi ini menjadi sorotan utama yang menunjukkan evolusi proyek NFT melampaui koleksi digital semata, menuju integrasi yang lebih dalam dengan infrastruktur keuangan global. Masa depan kartu kredit Pudgy Penguins bersama Visa dan KAST akan sangat bergantung pada implementasi detail dan penerimaan pasar. Investor dan penggemar Web3 kini menantikan pengumuman resmi yang lebih komprehensif dari Pudgy Penguins.
Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto.
Editor: BobonSyah

