Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasar kripto kembali dihebohkan dengan performa mengejutkan token MYX Finance. Aset digital ini telah mengalami kejatuhan harga yang masif, lebih dari 70% sejak 8 Februari lalu, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Penurunan drastis ini, seperti dilaporkan BeInCrypto pada Rabu (18/2), telah menyeret MYX untuk pertama kalinya dalam sejarahnya ke zona ‘oversold’ secara teknikal.

Kejatuhan harga yang agresif ini menunjukkan tekanan jual yang luar biasa. Sejak awal Februari, investor, baik jangka pendek maupun spekulan, tampak ramai-ramai melepas kepemilikan MYX mereka. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang masuk ke bawah ambang batas 30 mengonfirmasi kondisi oversold, sebuah sinyal yang sering diinterpretasikan sebagai potensi pembalikan harga (relief rally) karena tekanan jual mulai jenuh. Namun, para analis mengingatkan bahwa dalam tren bearish yang kuat, aset bisa saja bertahan di zona oversold untuk waktu yang lama sebelum menemukan titik terendah sebenarnya.
Dinamika pasar MYX semakin kompleks dengan terungkapnya peningkatan korelasi terhadap Bitcoin. Data terbaru menunjukkan angka korelasi positif +0,47, yang berarti hampir separuh pergerakan MYX kini sangat dipengaruhi oleh arah pergerakan BTC. Ini menjadi pedang bermata dua: jika Bitcoin berhasil bangkit, MYX berpotensi ikut terangkat. Namun, dengan Bitcoin yang saat ini cenderung stagnan dan bahkan melemah, tekanan terhadap MYX bisa terus berlanjut tanpa adanya katalis internal yang kuat.
Analisis teknikal menyoroti level $0,68 sebagai titik krusial. Para ahli berpendapat, MYX harus mampu menembus dan bertahan di atas level ini untuk membatalkan narasi bearish yang kini mendominasi. Level $0,68 bukan hanya resistansi teknikal, melainkan juga area psikologis penting yang dapat membalikkan struktur tren jangka pendek. Kegagalan untuk merebut kembali level ini akan memperkuat skenario penurunan lanjutan, terutama jika sentimen pasar kripto global memburuk.
Secara historis, zona oversold seringkali dipandang sebagai peluang strategis bagi investor yang berani mengambil risiko tinggi untuk mengakumulasi aset. Namun, MYX adalah token yang relatif baru dengan rekam jejak yang belum panjang, membuatnya lebih rentan terhadap volatilitas ekstrem dan pergerakan spekulatif. Peningkatan korelasi dengan Bitcoin juga mengindikasikan bahwa faktor makro pasar kini lebih dominan dibandingkan faktor spesifik proyek MYX itu sendiri.
Dalam jangka pendek, nasib MYX akan sangat ditentukan oleh pergerakan Bitcoin dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan, serta kemampuannya untuk mempertahankan area support dan merebut kembali level $0,68. "Meskipun kondisi oversold sering memicu rebound, korelasi yang tinggi dengan Bitcoin yang sedang melemah meningkatkan risiko penurunan lanjutan. MYX harus kembali ke level $0,68 untuk membatalkan narasi bearish," ujar Tim Research Tokocrypto, memberikan pandangan mereka. Jika BTC terus menunjukkan kelemahan, MYX berisiko menghadapi tekanan tambahan. Namun, jika ada pergeseran modal ke altcoin atau rebound pasar yang lebih luas, MYX bisa menjadi salah satu token dengan potensi pantulan signifikan mengingat kedalaman penurunannya.
MYX Finance kini berdiri di persimpangan jalan. Penurunan drastis 70% sejak awal Februari telah membawanya ke wilayah oversold untuk pertama kalinya, membuka pintu bagi potensi rebound teknikal. Namun, bayang-bayang korelasi dengan Bitcoin yang sedang lesu menambah kompleksitas dan risiko penurunan lanjutan. Level $0,68 menjadi garis demarkasi krusial yang akan menentukan arah selanjutnya. Investor dan trader disarankan untuk melakukan riset mendalam, memantau volume perdagangan, pergerakan Bitcoin, serta respons harga di sekitar resistansi kunci sebelum membuat keputusan investasi, mengingat volatilitas MYX yang masih sangat tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.
