Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Fenomena Aneh: Bhutan Adopsi SOL, Harga Terjun!
    Crypto

    Fenomena Aneh: Bhutan Adopsi SOL, Harga Terjun!

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini26-02-2026 - 13.30Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Fenomena Aneh: Bhutan Adopsi SOL, Harga Terjun!
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    Editor: BobonSyah

    KabarTifa- Bhutan mengukir sejarah baru dengan meluncurkan sistem visa berbasis Solana yang ditujukan khusus bagi para digital nomad. Inisiatif ini menjadikan Bhutan sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengintegrasikan teknologi blockchain Solana ke dalam infrastruktur keimigrasiannya. Namun, di tengah kabar revolusioner ini, harga token SOL justru menghadapi tekanan jual yang signifikan di pasar kripto.

    Fenomena Aneh: Bhutan Adopsi SOL, Harga Terjun!
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    Langkah inovatif ini bukanlah yang pertama bagi Kerajaan Bhutan. Sebelumnya, negara tersebut telah menerbitkan token berbasis emas bernama TER di jaringan Solana, menunjukkan komitmennya terhadap adopsi teknologi terdesentralisasi. Inisiatif ini tak hanya mengukuhkan posisi Solana sebagai platform blockchain yang kredibel dan skalabel untuk proyek-proyek berskala negara, tetapi juga meningkatkan legitimasi globalnya.

    Ironisnya, pasca pengumuman yang seharusnya positif ini, harga SOL malah merosot tajam ke kisaran US$76, tergelincir dari fase konsolidasi yang telah bertahan selama beberapa minggu. Kondisi ini memunculkan pertanyaan krusial mengenai disparitas antara ekspansi utilitas riil dan sentimen pasar jangka pendek yang cenderung bearish.

    Investor Realisasikan Kerugian Ratusan Juta Dolar

    Data on-chain mengungkapkan kehati-hatian yang mendalam di kalangan investor SOL. Laporan Realized Net Profit and Loss mencatat lonjakan kerugian terealisasi sebesar US$68 juta hanya dalam 24 jam terakhir, menambah total kerugian terealisasi menjadi US$317 juta. Angka fantastis ini mengindikasikan bahwa banyak investor memilih untuk menjual aset mereka di bawah harga beli, mencerminkan lemahnya kepercayaan terhadap potensi pemulihan jangka pendek. Tekanan jual yang berkelanjutan ini tentu memperbesar risiko penurunan harga lebih lanjut.

    Dominasi Posisi Short di Pasar Derivatif

    Sentimen bearish juga terlihat jelas di pasar derivatif. Data likuidasi menunjukkan dominasi posisi short (jual) yang signifikan dibandingkan posisi long (beli). Jika harga SOL tiba-tiba melonjak ke US$89, potensi likuidasi posisi short diperkirakan mencapai US$1,15 miliar. Sebaliknya, jika harga anjlok ke US$67, potensi likuidasi posisi long hanya sekitar US$242 juta. Ketimpangan ini mengindikasikan tekanan jual yang lebih dominan dan kerentanan pasar terhadap pergerakan harga yang drastis.

    Tim Riset Tokocrypto, seperti yang diulas KabarTifa.id, menjelaskan bahwa adopsi tingkat negara oleh Bhutan memang memperkuat kredibilitas Solana sebagai infrastruktur digital skala besar yang efisien. "Namun, kontradiksi antara ekspansi utilitas nyata dan sentimen pasar yang bearish, dengan kerugian terealisasi yang signifikan, menunjukkan bahwa adopsi fundamental saat ini belum sanggup mengimbangi tekanan makroekonomi pada harga," tutur mereka. Secara teknikal, Solana sedang berada dalam fase ‘volatility squeeze’ yang dapat memicu breakout besar jika level support US$73 berhasil dipertahankan.

    Volatility Squeeze Isyaratkan Pergerakan Tajam

    Secara teknikal, indikator Bollinger Bands mulai menyempit, mengindikasikan potensi ‘volatility squeeze’. Pola ini seringkali mendahului pergerakan harga yang eksplosif. Jika SOL kehilangan level support krusial di US$73, target penurunan berikutnya bisa mencapai sekitar US$64. Penurunan ke area ini dapat memicu gelombang likuidasi posisi long tambahan dan meningkatkan volatilitas pasar.

    Sebaliknya, jika sentimen berbalik positif, harga dapat kembali ke area konsolidasi US$78–US$87. Breakout di atas US$89 berpotensi memicu likuidasi posisi short besar-besaran dan mempercepat kenaikan harga.

    Kendati Bhutan telah mengukir sejarah baru dalam adopsi blockchain di tingkat negara, harga SOL saat ini masih berjuang di bawah bayang-bayang tekanan pasar. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh bagaimana aset ini keluar dari fase volatilitas yang semakin menyempit ini.

    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleXRPL Menggila, XRP Stagnan: Sinyal Rebound Dekat?
    Next Article Titik Balik Ethereum: Akumulasi Diam-diam di Tengah Badai!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Geger ASTEROID: Koreksi Tajam, Peluang Emas?

    25-04-2026 - 13.45
    Crypto

    GalaChain Guncang Pasar? Node Vote Kunci Masa Depan!

    25-04-2026 - 13.30
    Crypto

    25-04-2026 - 13.15
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.