KabarTifa- Ethereum (ETH) tengah menghadapi periode krusial, mencatat penurunan harga selama enam minggu berturut-turut, menjadikannya rentetan pelemahan terpanjang sejak tahun 2022. Di tengah tekanan jual yang intens, pasar kripto menyaksikan fenomena menarik: aktivitas paus (whale) di bursa utama menunjukkan perlambatan, namun di sisi lain, alamat-alamat akumulasi justru meningkatkan kepemilikan mereka. Zona harga krusial US$1.600–US$2.000 kini menjadi penentu arah selanjutnya bagi aset digital terbesar kedua ini.
Berdasarkan laporan Cointelegraph, kombinasi antara pelemahan harga yang berkelanjutan, penurunan partisipasi whale, dan kepadatan likuiditas di pasar derivatif kini menjadi faktor utama yang membentuk ekspektasi pergerakan ETH ke depan.

Aktivitas Whale Menyusut, Likuiditas Pasar Menipis
Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa rata-rata ukuran order jual dari para paus di Binance telah menyusut signifikan. Dari sekitar 2.250 ETH pada awal Januari, kini turun menjadi sekitar 1.350 ETH dalam beberapa pekan terakhir. Dengan estimasi 15 hingga 35 transaksi paus per hari, total eksekusi order besar sejak 8 Januari diperkirakan mencapai 1,8 hingga 2 juta ETH dalam 45 hari terakhir. Jika diasumsikan harga rata-rata US$2.400, nilai transaksi kotor tersebut setara sekitar US$4,3 hingga US$4,8 miliar.
Penurunan ukuran order rata-rata ini diinterpretasikan sebagai sinyal "pelepasan bertahap" dari pelaku pasar besar. Meskipun trader kecil tetap aktif, partisipasi whale dalam order book berkurang, yang berpotensi menipiskan kedalaman pasar. Kondisi ini membuat ETH lebih rentan terhadap pergerakan harga tajam dalam jangka pendek.
Akumulasi Diam-diam di Tengah Penurunan
Namun, di balik tekanan jual, ada narasi lain yang muncul. Meskipun harga ETH anjlok sekitar 20% sepanjang Februari, alamat-alamat yang dikenal sebagai "akumulator" justru menambah lebih dari 2,5 juta ETH dalam periode yang sama. Total kepemilikan alamat-alamat ini melonjak dari 22 juta ETH di awal 2026 menjadi 26,7 juta ETH. Fenomena ini mengindikasikan adanya permintaan tersembunyi yang kuat di bawah permukaan, meskipun sentimen pasar jangka pendek masih diliputi kekhawatiran.
Enam Minggu Merah, Zona Permintaan Mulai Terlihat
Dengan enam minggu merah berturut-turut, ETH kini berada dalam periode pelemahan mingguan terpanjang sejak Maret–Juni 2022, ketika harga turun selama 10 minggu sebelum membentuk dasar siklus. Jika tren ini berlanjut, zona permintaan mingguan antara US$1.384 hingga US$1.691, yang sebelumnya menjadi area akumulasi pada awal reli 2023, berpotensi menjadi titik tumpu berikutnya.
Sementara itu, di pasar futures, klaster likuidasi besar senilai lebih dari US$2 miliar posisi short terkonsentrasi di sekitar level psikologis US$2.000. Zona ini menciptakan daya tarik harga yang kuat dalam jangka pendek. Di sisi bawah, sekitar US$682 juta posisi long terancam likuidasi jika ETH jatuh ke US$1.600. Dibandingkan sisi atas, likuiditas di sisi bawah terlihat lebih tipis.
Analisis Ahli: Kepercayaan Institusional dan Volatilitas
Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa melemahnya aktivitas paus pada level harga saat ini mengindikasikan kurangnya kepercayaan institusional untuk memimpin pemulihan dalam waktu dekat. "Penipisan kedalaman pasar membuat ETH rentan terhadap volatilitas tajam," jelas mereka.
Mereka menambahkan, "Area akumulasi krusial kini berada di kisaran US$1.384 – US$1.691; jika dukungan di level US$2.000 (zona likuidasi short US$2 miliar) gagal ditembus, target koreksi ke area US$1.600 menjadi sangat realistis."
Dengan dinamika yang kompleks antara pelepasan paus, akumulasi diam-diam, dan tekanan likuiditas di pasar derivatif, Ethereum benar-benar berada di persimpangan jalan. Apakah level US$2.000 akan memicu "short squeeze" yang mendorong harga naik, ataukah tekanan jual akan terus menyeretnya ke zona permintaan yang lebih rendah, akan menjadi penentu krusial bagi masa depan ETH dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. KabarTifa.id tidak berafiliasi dengan Tokocrypto.
Editor: BobonSyah


