Gawat! Cardano Hancur, Target US$0,23 Kian Nyata?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Pasar kripto diguncang kabar kurang sedap dari Cardano (ADA) yang kini berada di ambang fase krusial. Setelah mengonfirmasi pola head and shoulders yang menandakan tren bearish, harga ADA terus tertekan. Ironisnya, di tengah gejolak ini, data on-chain mengungkap perbedaan strategi mencolok: para investor kakap atau whales memilih untuk melepas kepemilikan mereka bahkan sebelum penurunan masif terjadi, sementara investor ritel justru berbondong-bondong memborong saat harga anjlok.
Dalam sepekan terakhir, nilai ADA telah merosot hampir 5%, gagal mempertahankan level support krusial di sekitar US$0,266. Saat artikel ini ditulis, Cardano diperdagangkan di kisaran US$0,265, tanpa ada tanda-tanda pemulihan yang berarti.
Whales Lepas Ratusan Juta ADA Sebelum Badai
Analisis data on-chain mengungkap manuver strategis dari kelompok whale yang menguasai antara 100 juta hingga 1 miliar ADA. Mereka terpantau mulai mengurangi portofolio mereka jauh sebelum pola breakdown dikonfirmasi pada 22 Februari. Tercatat, pada 19 Februari, kepemilikan kelompok ini mencapai 2,54 miliar ADA, namun empat hari kemudian, pada 23 Februari, angkanya menyusut drastis menjadi 2,42 miliar ADA.
Ini berarti sekitar 120 juta ADA, dengan estimasi nilai hampir US$30 juta, telah dilepas dalam waktu singkat. Aksi jual ini, yang mendahului konfirmasi pola teknikal, mengindikasikan bahwa para whale telah mencium potensi penurunan lebih lanjut dan mengambil langkah antisipatif. Yang lebih mengkhawatirkan, hingga kini belum ada tanda-tanda akumulasi kembali dari kelompok investor besar ini, padahal biasanya mereka akan mulai membeli di level support jika memprediksi pemulihan harga.
Ritel Berani Borong "Dip", Outflow Melonjak 640%
Berbanding terbalik, investor ritel justru menunjukkan keberanian luar biasa. Data arus keluar (outflow) ADA dari bursa menunjukkan lonjakan aktivitas beli yang masif. Pada 21 Februari, total outflow ADA dari bursa hanya sekitar US$344.450. Namun, hanya dua hari berselang, angka tersebut melesat hingga US$2,55 juta, menandai kenaikan fantastis sekitar 640%.
Fenomena outflow ini lazim diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa investor memindahkan aset mereka ke dompet pribadi untuk tujuan penyimpanan jangka panjang, bukan untuk dijual. Ini mengisyaratkan bahwa investor ritel secara agresif memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi.
Namun, sinyal peringatan lain mengindikasikan bahwa risiko penurunan belum sepenuhnya usai. Persentase total suplai ADA yang berada dalam posisi profit sempat anjlok hingga 6,06% pada 12 Februari, menyentuh titik terendah dalam tiga bulan terakhir. Meskipun kini sedikit membaik di angka 8,45%, level ini masih sekitar 40% lebih tinggi dari titik kapitulasi ekstrem sebelumnya. Secara historis, pasar kripto cenderung melanjutkan penurunannya hingga tingkat profitabilitas mencapai level kapitulasi yang sangat rendah.
Target US$0,23 Mengintai, Sinyal Bahaya dari Analis
Dari perspektif analisis teknikal, konfirmasi breakdown dari pola head and shoulders pada grafik 8 jam semakin memperkuat sentimen bearish. Indeks Smart Money (SMI), yang berfungsi melacak pergerakan investor berpengalaman, juga menunjukkan divergensi negatif yang mengkhawatirkan saat harga menembus level support.
Level support terdekat kini berada di kisaran US$0,259. Apabila level krusial ini tidak mampu dipertahankan, ADA berpotensi besar untuk meluncur lebih jauh menuju US$0,233, yang berarti penurunan sekitar 12% dari harga saat ini. Target ini selaras dengan proyeksi penuh dari pola breakdown yang telah terkonfirmasi. Sinyal pemulihan awal baru dapat terlihat jika ADA berhasil menembus kembali level US$0,276. Namun, untuk membatalkan sepenuhnya skenario bearish secara teknikal, pergerakan harga harus melampaui US$0,293.
Jelas terlihat bahwa pasar Cardano saat ini terbelah dua, dengan strategi yang kontras antara whale dan investor ritel. Saat para pemain besar memilih untuk menepi, investor kecil justru berani masuk secara agresif. Pertanyaan besar yang menggantung adalah: apakah ini merupakan kesempatan emas untuk akumulasi, atau justru awal dari gelombang penurunan berikutnya?
Tim Riset Tokocrypto menyoroti fenomena pembelahan pasar yang berpotensi berbahaya ini. "Investor ritel secara agresif membeli ‘dip’ yang justru sedang dihindari oleh smart money," ujar mereka. "Tanpa dukungan kuat dari whale, akumulasi oleh ritel biasanya hanya bersifat sementara dan berisiko menjadi ‘exit liquidity’ bagi distribusi besar berikutnya." Mereka menambahkan, "Target penurunan tetap menjadi risiko nyata selama indikator Smart Money Index (SMI) belum menunjukkan pembalikan arah yang meyakinkan."
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Pembaca diharapkan melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi. KabarTifa- tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul.

