Ethereum di $2.000: Pasar Kripto di Persimpangan Jalan!
KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) kembali menarik perhatian setelah berhasil menyentuh level psikologis US$2.000. Namun, di tengah euforia tersebut, dinamika pasar aset kripto masih menunjukkan sinyal yang campur aduk, di mana kekuatan pembeli dan penjual terus bersaing ketat, menciptakan ketidakpastian mengenai arah tren selanjutnya.

Menurut laporan terbaru dari Crypto Quant, meskipun indikator on-chain mulai memperlihatkan peningkatan aktivitas pembelian, dominasi pasar masih belum menunjukkan arah yang jelas. Situasi ini mencerminkan fase tarik-menarik yang intens antara sentimen bullish dan bearish di tengah volatilitas yang signifikan.
CVD Menunjukkan Sinyal Pembelian, Namun…
Salah satu metrik penting yang digunakan untuk mengukur dinamika ini adalah Cumulative Volume Delta (CVD). Data dari bursa Binance menunjukkan bahwa Ethereum, yang saat ini diperdagangkan di kisaran US$2.000, memiliki nilai CVD positif sekitar 31.207 kontrak. Angka ini mengindikasikan adanya sedikit keunggulan pada order beli dibandingkan order jual pada saat pengamatan.
Kendati demikian, gambaran keseluruhan tidaklah sederhana. Dalam beberapa bulan terakhir, indikator CVD telah mengalami fluktuasi tajam, bergerak bolak-balik antara wilayah positif dan negatif. Ini menegaskan bahwa persaingan antara pembeli dan penjual di pasar Ethereum masih sangat ketat.
Tim Riset Tokocrypto menggarisbawahi bahwa meskipun aliran pembelian menunjukkan perbaikan, kondisi Ethereum belum sepenuhnya aman dari tekanan. "Secara data on-chain dan derivatif, ini memang menunjukkan pemulihan permintaan. Namun, kekuatan ini belum cukup solid untuk menyatakan bahwa ETH telah keluar dari fase rentan. Konfirmasi lebih lanjut masih sangat dibutuhkan sebelum kita bisa menganggapnya kembali sehat," jelas mereka.
Korelasi Harga dan Aktivitas Pasar yang Kuat
Lebih lanjut, korelasi antara harga Ethereum dan CVD dalam periode 30 hari terakhir tercatat positif dan relatif kuat, yakni sekitar 0,682. Angka ini menandakan bahwa pergerakan harga ETH cukup responsif terhadap dinamika penawaran dan permintaan riil di pasar, bukan sekadar dipengaruhi oleh faktor likuiditas rendah atau pergerakan eksternal.
Mengingat kembali, penurunan harga tajam yang terjadi pada awal tahun 2026 sempat diiringi oleh melemahnya momentum CVD, sebuah indikasi jelas dominasi tekanan jual pada periode tersebut.
Sinyal Awal Pemulihan, Namun Tetap Waspada
Kini, pergerakan CVD yang kembali ke zona positif dapat diinterpretasikan sebagai sinyal awal upaya pembeli untuk kembali mengendalikan pasar. Namun, para analis KabarTifa.id mengingatkan, selama volatilitas tetap tinggi dan dominasi pembeli belum stabil, harga Ethereum kemungkinan besar akan terus bergerak dalam fase konsolidasi, menunggu pemicu yang lebih kuat untuk menentukan arah tren berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Editor: BobonSyah

