Editor: BobonSyah
KabarTifa- Cadangan aset kripto XRP di bursa Binance dilaporkan anjlok drastis, mencapai level terendah dalam kurun waktu sekitar 10 bulan terakhir. Situasi ini sontak memicu spekulasi di kalangan analis pasar mengenai potensi menipisnya pasokan XRP yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung di platform bursa.

Penurunan signifikan ini menjadi sorotan utama, mengingat Binance adalah salah satu bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan. Data yang dirilis oleh Crypto Quant menunjukkan bahwa perubahan cadangan aset di platform ini seringkali menjadi indikator krusial dalam memahami dinamika pasar kripto secara keseluruhan.
Cadangan XRP Anjlok ke Titik Terendah Sejak 2025
Secara spesifik, total nilai cadangan XRP di Binance tercatat hanya sekitar US$3,7 miliar per tanggal 10 Maret 2026. Angka ini menandai titik terendah sejak April 2025. Perlu dicatat bahwa metrik cadangan ini dihitung berdasarkan nilai dolar AS, sehingga fluktuasi harga XRP juga turut mempengaruhi total nilai yang tercatat.
Tren penurunan ini bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari beberapa hari sebelumnya. Pada 6 Maret 2026, cadangan XRP di Binance masih berada di kisaran US$3,9 miliar. Jika dibandingkan dengan periode puncak pada Januari dan Juli 2025, di mana nilai cadangan sempat melampaui US$10 miliar, penurunan saat ini sangat mencolok.
Tim Riset Tokocrypto menjelaskan bahwa secara on-chain, penyusutan cadangan di bursa umumnya mengindikasikan bahwa suplai XRP yang siap dijual semakin terbatas. Hal ini terjadi karena koin-koin tersebut dipindahkan dari bursa untuk disimpan dalam jangka waktu yang lebih panjang oleh para investor.
"Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung berpotensi berkurang, namun pasar tetap akan menantikan apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan," ujar tim tersebut.
Cadangan Tinggi Pernah Diikuti Penurunan Harga Tajam
Menariknya, periode ketika cadangan XRP di Binance berada pada level tertinggi di tahun 2025 justru diikuti oleh penurunan harga yang cukup tajam. Kala itu, setelah cadangan melampaui US$10 miliar, harga XRP sempat anjlok lebih dari 60% hingga berada di bawah US$1,20. Peristiwa ini menggarisbawahi bagaimana jumlah aset yang tersimpan di bursa dapat berpengaruh signifikan terhadap tekanan jual di pasar.
Cadangan Bursa Sebagai Indikator Pasokan Pasar
Para analis kerap menggunakan metrik cadangan bursa sebagai alat untuk memperkirakan seberapa besar pasokan aset yang tersedia untuk dijual dalam waktu dekat. Peningkatan cadangan sering diartikan sebagai ketersediaan koin yang lebih banyak di bursa, berpotensi meningkatkan tekanan jual. Sebaliknya, penurunan cadangan dapat mengindikasikan bahwa investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.
Apabila tren penurunan cadangan XRP ini terus berlanjut, kondisi tersebut berpotensi memperketat likuiditas XRP di bursa, yang pada gilirannya dapat memengaruhi pergerakan harga di masa mendatang.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

