KabarTifa- Komunitas XRP sedang dihebohkan dengan pencapaian luar biasa: jumlah pemegang aset kripto ini telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan signifikan ini memicu gelombang optimisme dan spekulasi bahwa harga XRP berpotensi segera menembus level krusial US$1,60. Data on-chain terbaru menunjukkan adanya peningkatan aktivitas jaringan dan akumulasi signifikan oleh investor, mengindikasikan fondasi yang lebih kuat untuk pergerakan harga selanjutnya.
Meskipun harga sempat tertahan di area resistansi, tren adopsi yang terus meningkat dinilai sebagai katalis kuat untuk pergerakan harga berikutnya.

Jumlah Holder XRP Capai Rekor Baru Sepanjang Sejarah
Dikutip dari Cointelegraph, data dari Santiment mengungkapkan bahwa kini terdapat 7,7 juta dompet XRP aktif dan berisi saldo, sebuah angka yang belum pernah tercapai dalam lebih dari 13 tahun keberadaan XRP. Tak hanya itu, alamat aktif harian juga melonjak ke level tertinggi dalam lima minggu terakhir, mencapai sekitar 46.767 alamat.
Peningkatan ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan cerminan pertumbuhan penggunaan jaringan yang solid, bahkan di tengah volatilitas pasar. Menurut Tim Riset Tokocrypto, ini adalah sinyal on-chain yang jauh lebih sehat daripada sekadar kenaikan harga spekulatif. Pertumbuhan jumlah holder, aktivitas alamat, dan akumulasi oleh "paus" (investor besar) bergerak searah, menunjukkan fondasi pasar yang lebih organik.
Namun, Tim Riset Tokocrypto juga memberikan peringatan penting. "Masalahnya tetap sama: kalau XRP gagal mengubah area US$1,60 jadi support, semua data bagus ini bisa mentok jadi bahan exit liquidity jangka pendek buat trader yang sudah duduk di resistance," demikian pernyataan dari tim riset, menyoroti pentingnya level harga tersebut.
Akumulasi Investor Dorong Sentimen Positif
Peningkatan jumlah holder juga sejalan dengan aktivitas akumulasi oleh investor jangka panjang. Data menunjukkan lonjakan signifikan pada 1 Maret, dengan akumulasi lebih dari 351 juta XRP dalam satu hari, menjadikannya yang terbesar sejak Februari.
Selain itu, aktivitas whale (investor institusional atau individu dengan kepemilikan besar) juga kembali meningkat. Indikator Whale Flow berubah positif pada Maret untuk pertama kalinya sejak November 2023, mengindikasikan meredanya tekanan jual yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
Pasokan di Bursa Menurun Drastis
Di sisi lain, pasokan XRP yang tersedia di bursa terus menyusut dan kini berada di level terendah sejak Mei 2021. Fenomena ini sering diartikan sebagai tanda bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang, yang secara efektif mengurangi tekanan jual di pasar. Kondisi tersebut berpotensi mendukung kenaikan harga jika permintaan terus meningkat.
Level $1.60 Jadi Kunci Pergerakan Harga Selanjutnya
Secara teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,45 hingga US$1,50 dan sedang berjuang untuk menembus zona resistansi kuat di US$1,50–US$1,60. Para analis sepakat bahwa level US$1,60 adalah titik krusial yang harus ditembus dan dipertahankan sebagai support untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.
Jika XRP berhasil melewati area ini, pintu menuju US$1,95 hingga US$2,00, atau bahkan lebih tinggi dalam skenario bullish, akan terbuka lebar. Namun, kegagalan menembus resistansi tersebut dapat menyebabkan harga kembali terperangkap dalam fase konsolidasi.
Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan, akumulasi investor besar, serta pasokan yang menipis di bursa, XRP kini berada di persimpangan jalan yang krusial, siap menentukan arah tren berikutnya di pasar kripto.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Editor: BobonSyah


