KabarTifa- Pasar kripto dihebohkan dengan lonjakan harga Ethereum (ETH) yang mendadak meroket lebih dari 10% dalam sehari terakhir. Aset digital terbesar kedua ini berhasil menembus angka US$2.300, mencatatkan rekor tertinggi dalam enam minggu terakhir, sekaligus secara signifikan mengungguli performa Bitcoin (BTC) dan mayoritas aset kripto lainnya.
Menurut laporan dari Coindesk, momentum kenaikan fantastis ini didorong oleh peningkatan permintaan dari institusi besar, yang mengindikasikan adanya pergeseran fokus investor dari Bitcoin menuju altcoin. Saat Bitcoin hanya mampu merangkak sekitar 3% dalam periode yang sama, ETH justru melesat dua digit, menandakan adanya dinamika baru di pasar. Kendati demikian, perlu diingat bahwa harga ETH saat ini masih berjarak lebih dari 50% dari puncaknya pada Agustus lalu, setelah sempat terperosok dalam tren bearish berkepanjangan.

Ethereum Pimpin Reli Pasar Kripto
Penguatan signifikan ETH tak lepas dari serangkaian katalis positif. Salah satunya adalah derasnya aliran dana ke produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Ethereum. Data terbaru mengungkap bahwa ETF spot Ethereum di Amerika Serikat mencatatkan arus masuk lebih dari US$160 juta hanya dalam sepekan terakhir, angka tertinggi sejak pertengahan Januari.
Tak hanya itu, raksasa investasi BlackRock juga meluncurkan ETF staking Ethereum yang langsung menyedot puluhan juta dolar dalam hitungan hari. Ditambah lagi, perusahaan pengelola aset digital, BitMine, ikut berkontribusi dengan mengakuisisi hampir 122.000 ETH dalam dua minggu terakhir.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa ini adalah sinyal on-chain dan arus dana yang jauh lebih sehat bagi Ethereum. Permintaan datang dari berbagai sumber secara simultan: mulai dari ETF spot, produk staking inovatif, hingga pembeli korporasi. Mereka berpendapat, jika rotasi modal dari Bitcoin ke Ethereum benar-benar berlanjut, "ETH berpotensi menjadi aset besar berikutnya yang mengalami penyesuaian harga serius, meskipun tetap rentan terhadap kebijakan The Fed dan perubahan selera risiko makroekonomi," demikian pernyataan mereka.
Indikasi Rotasi dari Bitcoin ke Altcoin
Para analis pasar menginterpretasikan pergerakan agresif ETH ini sebagai pertanda jelas adanya rotasi modal dari Bitcoin ke aset kripto alternatif. Ethereum bahkan sukses menembus level resistensi krusial terhadap Bitcoin, sebuah area yang telah menjadi zona konsolidasi sejak awal tahun. Fenomena ini mengisyaratkan bahwa selera risiko investor mulai menyebar, tidak lagi semata-mata terpaku pada Bitcoin sebagai satu-satunya pilihan utama.
Namun, di tengah euforia ini, para analis tetap mengingatkan bahwa reli Ethereum masih sangat rentan terhadap gejolak makroekonomi global. Kebijakan suku bunga Federal Reserve yang lebih agresif, pengetatan moneter, atau sentimen inflasi yang memburuk dapat dengan cepat membalikkan arah pasar, khususnya bagi aset dengan profil risiko lebih tinggi seperti altcoin. Oleh karena itu, keberlanjutan tren positif ini akan sangat bergantung pada stabilitas eksternal dan aliran dana institusional di masa mendatang.
Editor: BobonSyah


