Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto -
    Crypto

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini11-04-2026 - 05.30Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    de83664fa9bf64bcd0d2e9fa51de3c304ebf0e13 1454x1386 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Fartcoin Hancur Lebur: $3 Juta Lenyap, Pasar Kripto Geger!

    Editor: BobonSyah

    de83664fa9bf64bcd0d2e9fa51de3c304ebf0e13 1454x1386 1
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    KabarTifa- Pasar kripto kembali dihebohkan dengan insiden dramatis setelah Fartcoin, sebuah memecoin berbasis Solana, mengalami kejatuhan harga hingga 50% dalam waktu kurang dari satu jam. Peristiwa ini dipicu oleh likuidasi masif posisi leverage besar yang diperkirakan mencapai nilai $145 juta, menyebabkan kerugian jutaan dolar dan mengguncang kepercayaan pasar terhadap aset spekulatif.

    Taruhan Raksasa Berujung Petaka

    Data on-chain yang dihimpun KabarTifa.id menunjukkan bahwa dua dompet digital utama secara agresif membangun posisi long besar, mencapai 145,24 juta token di platform Hyperliquid. Taruhan berani ini sebelumnya sempat mendorong harga Fartcoin melonjak dari sekitar $0,16 menjadi $0,25 dalam beberapa hari, menciptakan euforia sesaat di kalangan trader. Namun, likuiditas pasar yang tipis terbukti menjadi bumerang mematikan.

    Ketika tekanan jual mulai muncul, posisi leverage raksasa tersebut langsung memicu efek berantai likuidasi yang tak terhindarkan. Akibatnya, harga Fartcoin anjlok drastis dari $0,2519 ke $0,1244 hanya dalam satu candle perdagangan. Pelaku di balik dompet tersebut diperkirakan menelan kerugian sekitar $3 juta atau setara miliaran rupiah dalam sekejap mata.

    Risiko Leverage Tinggi dan Likuiditas Rendah

    Tim Riset Tokocrypto menyoroti kejadian ini sebagai peringatan keras akan risiko ekstrem dari perdagangan berbasis leverage tinggi, terutama pada aset dengan likuiditas rendah seperti memecoin. "Pergerakan harga pada memecoin sangat rentan dimanipulasi karena struktur pasar yang tipis," jelas tim tersebut. "Ketika posisi besar masuk, harga bisa naik cepat, tetapi juga bisa runtuh lebih cepat saat likuidasi terjadi."

    Mereka menambahkan bahwa strategi semacam ini sering menciptakan ilusi permintaan yang menyesatkan. "Kenaikan harga yang didorong oleh satu atau beberapa pemain besar bukanlah sinyal fundamental yang sehat. Ketika posisi tersebut ditutup, pasar kehilangan ‘dukungan buatan’ dan harga langsung terkoreksi tajam," imbuh tim riset, menekankan pentingnya memahami fundamental aset.

    Auto-Deleveraging Aktif, Trader Short Ikut Terdampak

    Yang lebih menarik, seperti dilaporkan Coindesk, dampak likuidasi ini tidak hanya menimpa pihak yang salah posisi. Karena ukuran likuidasi yang terlalu besar dibandingkan order book yang tersedia, sistem auto-deleveraging (ADL) di Hyperliquid secara otomatis aktif. Mekanisme ini menutup paksa posisi trader lain yang berada di sisi berlawanan (short), bahkan jika mereka sedang dalam posisi profit.

    Dua akun short besar bahkan terpaksa ditutup dengan total keuntungan sekitar $849.000 tanpa biaya transaksi. Insiden ini menunjukkan bahwa dalam kondisi pasar yang ekstrem, sistem bursa dapat melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas dan mencegah kerugian sistemik yang lebih luas, meskipun dampaknya bisa dirasakan oleh pihak yang tidak terlibat langsung dalam pemicu utama.

    Peringatan Keras untuk Pasar Memecoin

    Fartcoin sendiri merupakan memecoin yang, seperti kebanyakan sejenisnya, tidak memiliki nilai fundamental kuat. Meskipun demikian, ia sempat menarik perhatian komunitas dan masuk jajaran token dengan open interest derivatif yang signifikan. Sebelumnya, token ini juga pernah terdampak eksploitasi besar di platform lain, menambah tekanan terhadap kepercayaan pasar yang sudah rapuh.

    Insiden ini kembali menegaskan bahwa aset kripto dengan likuiditas rendah dan volatilitas tinggi memiliki risiko yang jauh lebih besar, terutama ketika diperdagangkan dengan leverage tinggi. Para investor dan trader diingatkan untuk selalu berhati-hati, melakukan riset mendalam, dan memahami risiko yang melekat pada aset spekulatif semacam ini sebelum mengambil keputusan investasi.


    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Konten ini hanya bersifat informasi dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePos Sebelumnya
    Next Article Misteri Solana: Harga Anjlok, Trader Malah Borong Besar!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Misteri Solana: Harga Anjlok, Trader Malah Borong Besar!

    11-04-2026 - 05.45
    Crypto

    11-04-2026 - 05.15
    Crypto

    XRP Mati Suri? Sinyal Badai Besar Menanti!

    11-04-2026 - 05.00
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.