Editor: BobonSyah
KabarTifa- Jaringan XRP Ledger (XRPL) mencatatkan lonjakan aktivitas luar biasa, dengan volume transaksi harian yang mencapai rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir. Fenomena ini terjadi seiring dengan meluasnya adopsi teknologi blockchain untuk tokenisasi, dan diperkuat oleh narasi bahwa XRP memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap potensi ancaman dari komputasi kuantum dibandingkan dengan Bitcoin.

Data dari XRPScan mengungkapkan bahwa transaksi harian di XRPL baru-baru ini menembus angka 5 juta, tepatnya mencapai sekitar 5,2 juta transaksi. Capaian ini menandai rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir, mengindikasikan peningkatan signifikan dalam pemanfaatan jaringan, terutama untuk aktivitas tokenisasi aset digital.
Peningkatan Adopsi Dorong Aktivitas Jaringan
Peningkatan drastis transaksi ini tidak dapat dilepaskan dari pesatnya perkembangan ekosistem tokenisasi di XRPL. Salah satu pendorong utamanya adalah rampungnya platform penerbitan token oleh SBI Ripple Asia di XRPL, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan regulasi. Inisiatif ini secara langsung memacu pertumbuhan nilai aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) yang direpresentasikan di jaringan tersebut.
Menurut laporan Coingape, data dari RWA.xyz menunjukkan bahwa nilai RWA di XRPL telah melonjak lebih dari 2% dalam sebulan terakhir, mencapai sekitar 1,53 miliar dolar AS. Tak hanya itu, jumlah pemegang RWA juga bertambah 4%, dan kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan ini turut mengalami kenaikan 8% pada periode yang sama.
Baca juga: XRP Stagnan 5 Tahun, Masihkah Ada Harapan?
Ancaman Quantum Jadi Sorotan, XRP Dinilai Lebih Siap
Seiring dengan meningkatnya aktivitas jaringan, sorotan pasar juga beralih ke isu krusial: keamanan blockchain terhadap ancaman komputasi kuantum. Beberapa analis berpendapat bahwa XRP memiliki tingkat kerentanan yang jauh lebih rendah dibandingkan Bitcoin dalam menghadapi risiko ini. Analisis mendalam dari validator XRPL mengindikasikan bahwa hanya sekitar 0,03% dari total pasokan XRP yang berpotensi terpengaruh oleh serangan kuantum. Keunggulan ini disebabkan oleh dukungan fitur rotasi kunci secara native di tingkat protokol XRPL, yang menawarkan perlindungan superior terhadap potensi eksploitasi oleh komputer kuantum.
Berbeda dengan XRP, sebuah laporan riset dari Google justru menyoroti potensi risiko serangan "on-spend" yang mungkin dihadapi jaringan Bitcoin di masa mendatang. Dalam skenario terburuk, komputer kuantum canggih diperkirakan mampu mendekripsi kunci privat dari kunci publik dalam waktu singkat, sebuah kemampuan yang berpotensi memicu manipulasi transaksi skala besar.
⚛️BREAKING: 📈 $XRP on-chain data is screaming accumulation binance cumulative netflow hits -$11.23b as xrp keeps leaving exchanges, and open interest has collapsed from $2.4b to under $600m.less leverage. less supply on exchanges. this is what a coil looks like before the… https://t.co/KHdzF3ahKv pic.twitter.com/53L1SW321— Xaif Crypto (@Xaif_Crypto) April 10, 2026
Akumulasi Whale XRP Meningkat
Sementara itu, data on-chain mengungkap adanya tren akumulasi yang signifikan oleh investor kakap (sering disebut "whales") XRP. Arus bersih kumulatif di bursa Binance tercatat minus 11,23 miliar dolar AS, sebuah indikasi kuat bahwa lebih banyak XRP yang ditarik keluar dari bursa daripada yang masuk. Metrik Whale Flow 30DMA juga dilaporkan mencapai puncaknya dalam 10 bulan terakhir, menegaskan aktivitas pembelian masif oleh investor institusional.
Uniknya, akumulasi besar-besaran ini terjadi bersamaan dengan anjloknya open interest XRP, dari sekitar 2,4 miliar dolar AS menjadi di bawah 600 juta dolar AS. Situasi ini mencerminkan penurunan penggunaan leverage di pasar, sebuah kondisi yang sering dianggap sebagai fondasi yang lebih stabil untuk pergerakan harga di masa depan.
Utilitas Jaringan Semakin Nyata
Tim Riset Tokocrypto menggarisbawahi bahwa sinergi antara peningkatan aktivitas jaringan, adopsi tokenisasi, dan faktor keamanan merupakan katalis krusial bagi prospek XRP di masa depan. "Lonjakan transaksi di XRPL secara jelas menunjukkan bahwa utilitas jaringan semakin konkret, khususnya di sektor tokenisasi aset. Ini adalah indikator kuat bahwa adopsi tidak lagi sekadar spekulatif, melainkan telah merambah ke penggunaan riil," ungkap Tim Riset Tokocrypto.
Terkait isu komputasi kuantum, mereka menambahkan bahwa meskipun ini adalah ancaman jangka panjang, relevansinya tetap tinggi bagi para pelaku industri. "Perbandingan dengan Bitcoin dalam konteks ancaman kuantum memang menarik, namun penting untuk diingat bahwa teknologi keamanan blockchain terus berevolusi. Yang lebih esensial saat ini adalah bagaimana setiap jaringan mempersiapkan diri menghadapi risiko di masa depan," lanjut mereka.
Tim Riset Tokocrypto juga menganalisis bahwa tren akumulasi oleh "whales" bisa menjadi sinyal awal pergeseran sentimen pasar. "Arus keluar aset dari bursa dan peningkatan akumulasi umumnya mencerminkan kepercayaan investor jangka panjang. Namun, investor tetap harus waspada terhadap volatilitas dan faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga," pungkas mereka.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

