XRP Anjlok di Bawah $1.40! Rencana AS Bisa Jadi Game Changer?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Harga XRP kembali tersungkur di bawah level psikologis $1.40, mencerminkan tekanan pasar kripto yang meluas dalam beberapa hari terakhir. Namun, di tengah pelemahan ini, sebuah kabar besar dari Amerika Serikat terkait rencana Strategic Bitcoin Reserve muncul ke permukaan, berpotensi menjadi angin segar yang mengubah arah pasar aset digital, termasuk XRP, di masa mendatang.
Dalam 24 jam terakhir, XRP mengalami koreksi sekitar 2%, bergerak di kisaran $1.38-$1.39. Penurunan ini sejalan dengan tren bearish di pasar kripto global, di mana Bitcoin terpantau di bawah $77.000 dan Ethereum juga tergelincir di bawah $2.300. Melambatnya aliran dana institusional ke produk ETF, yang sebelumnya menjadi pendorong utama sentimen positif, kini disebut sebagai salah satu faktor pemicu kehati-hatian investor dan tekanan jual di pasar.
Gedung Putih Siapkan Strategi Bitcoin Nasional
Di sisi lain, menurut laporan dari Coingape, pemerintah Amerika Serikat dikabarkan sedang merancang sebuah inisiatif besar: Strategic Bitcoin Reserve. Seorang penasihat kripto Gedung Putih mengisyaratkan bahwa pengumuman penting terkait rencana ini akan segera dirilis dalam beberapa minggu mendatang. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya ambisius untuk mengintegrasikan aset digital ke dalam strategi ekonomi nasional, yang jika terealisasi, dapat meningkatkan adopsi kripto secara signifikan dan memberikan dampak jangka panjang yang masif terhadap seluruh ekosistem.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti rencana Strategic Bitcoin Reserve sebagai katalis makro yang sangat signifikan bagi seluruh industri kripto. Mereka berpendapat bahwa kebijakan semacam ini dapat memperkuat legitimasi aset digital di kancah global. Meski demikian, untuk jangka pendek, dampaknya terhadap altcoin seperti XRP mungkin masih terbatas, karena pergerakan harga XRP saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal seperti tekanan jual dan kondisi teknikal. Investor disarankan untuk memisahkan sentimen jangka panjang dari dinamika pasar saat ini.
Whale XRP Lakukan Aksi Jual Besar-besaran
Data on-chain juga menunjukkan adanya tekanan jual yang signifikan dari investor besar. Para "whale" XRP dilaporkan telah mendistribusikan atau menjual sekitar 1,10 miliar token dalam satu minggu terakhir. Penurunan kepemilikan oleh investor institusional ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung atau pengamanan posisi di tengah ketidakpastian pasar. Selain itu, jumlah dompet besar juga terpantau menurun setelah sempat mencapai puncaknya, memperkuat sinyal adanya pergeseran posisi di kalangan pemain utama.
Secara teknikal, XRP kini berada di bawah level support krusial $1.40, yang sebelumnya menjadi benteng pertahanan harga. Indikator MACD menunjukkan tren negatif yang kuat, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 33, mendekati zona oversold. Jika XRP gagal bertahan di $1.38, potensi penurunan lebih lanjut ke $1.35 atau bahkan $1.30 terbuka lebar. Bahkan, jika tekanan berlanjut, level $1.25 bisa menjadi target berikutnya. Namun, jika XRP mampu kembali menembus $1.40, peluang untuk rebound ke $1.45 hingga $1.50 akan kembali muncul.
Dengan demikian, XRP berada di persimpangan jalan antara tekanan pasar jangka pendek yang dipicu oleh aksi jual whale dan kondisi teknikal yang melemah, serta potensi katalis besar dari kebijakan pemerintah AS di masa depan. Meskipun risiko penurunan masih membayangi, rencana strategis dari Gedung Putih bisa menjadi faktor penentu yang mengubah sentimen pasar secara drastis dan memberikan dorongan signifikan bagi XRP dalam jangka panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.


