Oleh BobonSyah
Jakarta, KabarTifa.id –

KabarTifa- Di tengah ketenangan harga Ethereum (ETH) yang terpaku di kisaran $2.200, bahkan sempat mengalami koreksi minor sekitar 1,42% pada 28 April lalu, sebuah narasi yang jauh berbeda justru terkuak dari kedalaman data on-chain. Indikator-indikator fundamental ini memicu bisikan kuat di kalangan analis tentang potensi lonjakan harga masif, mengingatkan pada reli spektakuler yang terjadi pada tahun 2025.
Dilansir dari Coingape, jaringan Ethereum kini mencatat rekor aktivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah alamat aktif telah meroket hingga mencapai 587.000, sebuah angka tertinggi sepanjang masa yang mengindikasikan adopsi dan penggunaan jaringan yang konsisten, terlepas dari pergerakan harga yang cenderung datar. Lebih mencengangkan lagi, jumlah pemegang ETH kini menembus angka 190 juta, melampaui tiga kali lipat jumlah pemegang Bitcoin. Kondisi langka ini, di mana aktivitas jaringan memuncak saat harga stabil, seringkali menjadi prekursor bagi pergerakan pasar yang signifikan.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti kombinasi pertumbuhan alamat aktif dan jumlah holder sebagai fondasi fundamental yang kokoh. Mereka mengamati bahwa meskipun nilai pasar belum sepenuhnya mencerminkan dinamika ini, akumulasi aset oleh para investor berlangsung secara konsisten. Fenomena "tenang sebelum badai" ini, menurut mereka, seringkali mendahului lonjakan harga yang substansial. Namun, konfirmasi melalui sinyal teknikal tetap krusial untuk memvalidasi skenario bullish ini.
Sinyal Teknikal Mengarah ke Pola Historis
Dari perspektif analisis teknikal, perhatian kini tertuju pada potensi ‘bullish crossover’ antara Simple Moving Average (SMA) 50 hari dan SMA 100 hari. Pola ini bukan barang baru; sejarah mencatat bahwa crossover serupa pada Mei 2025 berhasil mendorong harga ETH melonjak hingga 95%, dari sekitar $2.500 ke $4.900. Bahkan pada November 2024, pola yang sama juga memicu kenaikan signifikan dari $2.300 menuju $4.100. Dengan SMA 50 hari yang kembali mendekati SMA 100 hari, harapan akan terulangnya skenario serupa semakin menguat, berpotensi menarik gelombang besar investor secara simultan.
Risiko Masih Mengintai di Balik Momentum Lemah
Kendati sinyal bullish tampak dominan, beberapa indikator tetap menyisakan ruang untuk kehati-hatian. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) saat ini berada di level 50 dan menunjukkan tren menurun, yang bisa mengindikasikan melemahnya momentum dan membuka pintu bagi potensi koreksi harga. Selain itu, volatilitas kondisi makroekonomi global selalu menjadi faktor eksternal yang tak terduga, berpotensi menggagalkan proyeksi bullish yang ada.
Ethereum kini berdiri di persimpangan jalan yang krusial. Kombinasi antara kekuatan data fundamental yang mencetak rekor dan potensi sinyal teknikal yang menjanjikan, menempatkan ETH pada posisi yang menarik untuk mengulang kembali performa reli besar seperti yang terlihat pada tahun 2025. Para investor dan pengamat pasar kini menanti konfirmasi, akankah ‘tidur’ panjang ini berujung pada ledakan harga yang dinanti?
Penting untuk diingat bahwa investasi dan trading aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli. Untuk informasi dan berita terkini seputar kripto, ikuti KabarTifa.id di Google News dan unduh aplikasi trading bitcoin & kripto yang aman dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Tokocrypto.


