Standard Chartered Pasang Target AAVE US$3.500, Proyeksi Bullish yang Mengguncang Pasar Kripto
KabarTifa.ID – 01 Juli 2026 | Dalam sebuah langkah yang mengejutkan pasar keuangan global, Standard Chartered, salah satu bank terbesar di dunia, secara resmi mulai memberikan cakupan analisis untuk aset kripto Aave (AAVE). Lebih mengejutkan lagi, bank raksasa ini memasang target harga yang sangat ambisius: US$3.500 untuk AAVE pada akhir tahun 2030. Proyeksi ini bukan sekadar angka biasa, melainkan sebuah sinyal kuat tentang potensi kenaikan yang diperkirakan mencapai hampir 50 kali lipat dari harga saat ini. Lebih jauh lagi, Standard Chartered memperkirakan AAVE memiliki potensi untuk mengungguli kinerja aset kripto raksasa lainnya seperti Bitcoin dan Ethereum dalam dekade mendatang.
Namun, mari kita pahami bahwa proyeksi bullish yang luar biasa ini tidak datang tanpa syarat. Tesis utama di balik target AAVE US$3.500 ini sangat bergantung pada satu asumsi krusial: pertumbuhan masif dan adopsi skala besar dari ‘tokenized finance’ ke dalam ranah Decentralized Finance (DeFi).
DeFi Diprediksi Meledak, Asetnya Naik 37 Kali Lipat
Laporan yang dirilis oleh BeInCrypto mengutip pandangan Standard Chartered yang memprediksi nilai aset yang aktif dalam ekosistem DeFi akan mengalami lonjakan signifikan, diperkirakan mencapai 37 kali lipat sepanjang dekade ini. Nilai total aset DeFi diproyeksikan akan menyentuh angka sekitar US$2,7 triliun pada tahun 2030. Jika skenario optimis ini terwujud, Aave diposisikan sebagai salah satu protokol utama yang akan menjadi primadona dalam menarik aliran deposit dan memfasilitasi aktivitas pinjam-meminjam dari aset-aset yang telah ditokenisasi.
Aave: “Bank Tanpa Staf” di Era Digital
Geoff Kendrick, Global Head of Digital Assets Research di Standard Chartered, memberikan pandangan unik mengenai Aave dengan menggambarkannya sebagai sebuah “on-chain bank” yang beroperasi tanpa memerlukan staf manusia dan tanpa mengalami downtime. Narasi ini menjadi salah satu pilar fundamental mengapa Standard Chartered melihat potensi jangka panjang yang sangat besar pada AAVE. Target harga US$3.500 bahkan melampaui lebih dari lima kali lipat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) AAVE yang sempat menyentuh angka sekitar US$662 pada Mei 2021.
Dampak Insiden April Mulai Teratasi, Fokus ke Masa Depan
Meskipun prospek jangka panjangnya sangat cerah, Aave belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang insiden keamanan besar yang terjadi pada bulan April lalu. Saat itu, seorang penyerang yang diduga terkait dengan Lazarus Group dari Korea Utara berhasil mencuri aset senilai sekitar US$292 juta dari KelpDAO melalui eksploitasi jembatan lintas rantai (cross-chain bridge). Insiden ini berdampak luas, menyebar ke berbagai protokol DeFi, termasuk platform pinjaman seperti Aave, dan sempat menekan pangsa pasar protokol tersebut.
Sebagai dampaknya, total deposit di Aave tercatat mengalami penurunan, saat ini berada di kisaran US$12 miliar, jauh dari puncaknya yang sempat menembus angka lebih dari US$30 miliar pada tahun 2025. Namun, Kendrick berpendapat bahwa fase terburuk dari dampak insiden tersebut kemungkinan besar telah berlalu. Ia menambahkan bahwa aset digital secara umum masih memiliki ruang signifikan untuk kenaikan hingga akhir tahun ini, dan Aave telah menunjukkan ketahanan dengan bergerak melewati tekanan pasca-insiden April.
Jalur Menuju AAVE US$3.500: Langkah Demi Langkah
Standard Chartered telah memetakan sebuah jalur yang jelas untuk AAVE menuju target ambisiusnya. Langkah awal diproyeksikan AAVE akan mencapai US$180 pada tahun 2026, sebagai fondasi penting sebelum melesat ke target utama US$3.500 pada tahun 2030. Saat laporan ini disusun, AAVE diperdagangkan di kisaran US$76. Proyeksi ini sejalan dengan pandangan optimis Standard Chartered terhadap sektor DeFi lainnya, termasuk Uniswap, serta target jangka panjang Ethereum yang dipasang di US$40.000 pada tahun 2030.
Tokenized Finance dan RWA: Taruhan Besar Standard Chartered
Faktor kunci yang mendorong tesis bullish Standard Chartered terhadap AAVE adalah potensi pertumbuhan aset dunia nyata yang ditokenisasi (Real-World Assets/RWA). Melalui pasar RWA yang bersifat *permissioned*, Aave memungkinkan institusi yang telah disetujui untuk menggunakan aset tokenisasi sebagai agunan (collateral) dan meminjam stablecoin terhadap aset tersebut. Model inovatif ini membuka pintu bagi institusi keuangan tradisional untuk memanfaatkan infrastruktur DeFi dalam aktivitas pembiayaan *on-chain*.
Beberapa pemain institusional besar seperti VanEck dan WisdomTree dilaporkan telah menjadi pendukung awal dalam ekosistem RWA Aave. Terbaru, mGLOBAL, token dari Midas yang melacak strategi *private credit* Fasanara Capital, juga bergabung. Fasanara Capital sendiri mengelola aset lebih dari US$6 miliar.
Pendiri Aave, Stani Kulechov, secara eksplisit menyatakan bahwa RWA merupakan peluang terbesar bagi protokol yang ia dirikan. Ia melihat token mGLOBAL sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan Aave ke pasar pembiayaan piutang (*receivables finance*). Jika tokenisasi aset dunia nyata terus berkembang pesat, Aave berpotensi menuai manfaat dari peningkatan deposit, lonjakan permintaan pinjaman stablecoin, dan meningkatnya aktivitas institusional.
Sinyal Pemulihan: Deposit USDT dan Perkembangan Aave V4
Selain RWA, pasar stablecoin juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan. Tim Riset Tokocrypto mencatat bahwa deposit USDT di pasar inti Aave Ethereum mendekati US$3 miliar. Kulechov sendiri mengonfirmasi bahwa saldo USDT mulai kembali mengalir ke Aave. Kembalinya deposit stablecoin merupakan indikator penting, mengingat likuiditas stablecoin adalah salah satu sumber utama aktivitas pinjaman di ekosistem DeFi.
Di sisi lain, Aave V4, yang dirancang untuk mengintegrasikan *liquidity pool* secara lebih efisien, juga menunjukkan perkembangan positif. Menurut data dari Grayscale, Aave V4 berhasil mengumpulkan deposit lebih dari US$200 juta hanya dalam tiga bulan sejak peluncurannya. Jika V4 mampu meningkatkan efisiensi likuiditas secara signifikan, Aave akan semakin siap untuk menangkap peluang besar dari aset tokenisasi dan pembiayaan sekuritas *on-chain*.
Peluang Pasar Tradisional yang Masif
Ukuran pasar tradisional yang ingin dijangkau oleh DeFi sangatlah fenomenal. Sebagai gambaran, pasar *repo* (repurchase agreement) Amerika Serikat saja memiliki nilai eksposur harian sekitar US$12,6 triliun, berdasarkan riset dari bank sentral AS. Angka ini menggarisbawahi potensi luar biasa yang bisa diraih jika sebagian dari infrastruktur pembiayaan sekuritas mulai beralih ke ranah *on-chain* melalui protokol-protokol seperti Aave.
Risiko Tetap Ada, Namun Potensi Tetap Menggiurkan
Meskipun target AAVE US$3.500 dari Standard Chartered terdengar sangat menggiurkan, penting untuk diingat bahwa risiko tetap ada dan signifikan. Kendrick menekankan bahwa potensi kenaikan AAVE sangat bergantung pada dua faktor utama: kemungkinan dimulainya kembali program pembelian kembali token (buyback) oleh Aave dan terciptanya hubungan yang lebih erat dengan sektor keuangan tradisional (*traditional finance*). Kedua hal ini masih bersifat spekulatif dan belum pasti terjadi. Selain itu, potensi regulasi yang lebih ketat di masa depan juga dapat menjadi hambatan yang memperlambat adopsi institusional terhadap DeFi dan aset tokenisasi.
Dengan demikian, meskipun proyeksi Standard Chartered memberikan pandangan yang sangat optimis, para investor dan pengamat pasar perlu terus memantau perkembangan ekosistem Aave, adopsi RWA, serta lanskap regulasi global.

