KabarTifa.ID – 01 Juli 2026 | Dalam lanskap aset digital yang terus berevolusi, perusahaan riset terkemuka Grayscale baru-baru ini merilis analisis mendalam yang menyoroti sejumlah protokol kripto dengan potensi valuasi menarik. Grayscale Sebut 15 Protokol Crypto Ini Masih Menarik secara Valuasi, terutama bagi investor yang mencari fundamental kuat di tengah kondisi pasar pasca-bear market yang panjang. Head of Research Grayscale, Zach Pandl, mengemukakan bahwa banyak aset kripto yang menghasilkan pendapatan kini terlihat undervalued jika dinilai berdasarkan pendapatan (earnings) dan arus kas (cash flow), bukan sekadar harga token semata.
Pandangan Grayscale ini didasarkan pada metrik protocol revenue atau pendapatan protokol selama 12 bulan terakhir. Menurut analisis mereka, banyak dari protokol-protokol teratas di sektor on-chain menunjukkan trailing earnings multiples yang rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa valuasi aset-aset tersebut belum sepenuhnya mencerminkan potensi pendapatan riil yang mereka hasilkan dari aktivitas pengguna.
CLARITY Act sebagai Katalis Potensial
Salah satu faktor eksternal yang dipandang Grayscale dapat menjadi katalis signifikan bagi sektor kripto adalah potensi pengesahan CLARITY Act di Amerika Serikat. RUU ini bertujuan untuk menyediakan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital. Jika disahkan, CLARITY Act berpotensi mendorong pertumbuhan aset ter-tokenisasi (tokenized assets) dan keuangan on-chain (onchain finance), yang pada gilirannya dapat meningkatkan volume transaksi di berbagai protokol kripto.
Peningkatan kejelasan regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan institusi untuk berpartisipasi lebih aktif dalam ekosistem blockchain. Protokol yang telah memiliki rekam jejak pendapatan, basis pengguna aktif, dan infrastruktur yang matang diprediksi akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari tren ini.
Hyperliquid Pimpin Daftar Revenue, Protokol Lain Diperdagangkan pada Multiple Rendah
Berdasarkan data protocol revenue 12 bulan terakhir, Hyperliquid (HYPE) memuncaki daftar dengan pendapatan mencapai US$871 juta. Di posisi kedua, Pump.fun (PUMP) mencatatkan pendapatan sekitar US$459 juta. Keduanya menjadi contoh nyata bagaimana sebuah protokol dapat menghasilkan pendapatan riil dari aktivitas pengguna, di samping memiliki narasi yang kuat.
Menariknya, Grayscale mencatat bahwa sebagian besar dari 15 protokol teratas tersebut saat ini diperdagangkan pada revenue multiple satu digit. Beberapa protokol seperti PancakeSwap (CAKE), Meteora (MET), dan Collector Crypt (CARDS) bahkan diperdagangkan mendekati 1x pendapatan tahunan mereka. Valuasi yang relatif rendah ini menjadikan aset-aset tersebut tampak menarik bagi investor yang berfokus pada fundamental dan mencari proyek dengan aliran pendapatan yang stabil.
Arus Kas Menjadi Metrik Kunci
Zach Pandl menekankan pentingnya arus kas sebagai metrik penilaian. Ia berpendapat bahwa banyak aplikasi on-chain memiliki biaya operasional yang relatif rendah. Oleh karena itu, menilai protokol berdasarkan earnings atau cash flow dapat memberikan gambaran valuasi yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat kapitalisasi pasar (market cap) atau narasi pertumbuhan semata, terutama jika pertumbuhan tersebut belum didukung oleh pendapatan yang jelas.
Pendekatan penilaian ini menandai pergeseran dari metode tradisional yang sering kali hanya mengandalkan potensi pertumbuhan atau popularitas token.
Dominasi Sektor Finansial dalam Pendapatan Protokol
Analisis Grayscale menunjukkan bahwa mayoritas dari 15 protokol dengan pendapatan terbesar beroperasi dalam ranah finansial. Kategori ini mencakup berbagai aplikasi dalam ekosistem Keuangan Terdesentralisasi (DeFi), seperti bursa terdesentralisasi (DEX), platform perdagangan perpetual, layanan pinjaman (lending), infrastruktur staking, oracle, dan aplikasi pendukung DeFi lainnya. Ini menegaskan bahwa aktivitas finansial masih menjadi pendorong utama pendapatan dalam lapisan aplikasi blockchain.
Tokenized Assets Jadi Fokus Utama
Grayscale juga melihat CLARITY Act memiliki potensi untuk mempercepat pertumbuhan tokenized assets. Tokenisasi aset tradisional seperti saham, obligasi, money market funds, dan stablecoin dapat secara signifikan meningkatkan permintaan terhadap aplikasi on-chain. Jika lebih banyak aset tradisional diadopsi ke dalam blockchain, protokol DeFi yang sudah memiliki likuiditas dan pendapatan kuat berpeluang besar untuk menangkap aliran aktivitas baru ini.
Perjalanan CLARITY Act dan Potensi Tantangan
Meskipun memiliki potensi besar, perjalanan CLARITY Act untuk disahkan tidaklah mulus. RUU ini telah melewati Dewan Perwakilan Rakyat (House) pada Juli 2025 dan kemudian diajukan dari Komite Perbankan Senat dengan hasil suara 15-9 pada Mei 2026. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, termasuk perdebatan mengenai imbal hasil stablecoin, isu etika, dan perlindungan pengembang dalam Bagian 604.
Senator Cynthia Lummis mengindikasikan bahwa negosiasi terkait CLARITY Act sedang berlangsung intens, dengan teks final RUU berpotensi dirilis pada awal Juli. Namun, ketidakpastian mengenai penyelesaian isu-isu yang memperlambat prosesnya masih membayangi. Penundaan lebih lanjut dapat menghilangkan salah satu katalis regulasi yang dinanti-nantikan oleh pasar.
Meskipun Grayscale Sebut 15 Protokol Crypto Ini Masih Menarik secara Valuasi, investor tetap diingatkan untuk bertindak selektif. Pendapatan tinggi tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga token. Faktor-faktor seperti tokenomics, distribusi nilai kepada pemegang token, regulasi, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap memegang peranan penting. Namun, dalam pasar yang semakin berorientasi pada fundamental, protokol dengan pendapatan riil berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan proyek yang hanya mengandalkan narasi.
Analisis Grayscale Sebut 15 Protokol Crypto Ini Masih Menarik secara Valuasi ini memberikan perspektif berharga bagi investor yang ingin menavigasi pasar kripto dengan pendekatan yang lebih fundamental. Fokus pada protokol yang menghasilkan pendapatan riil dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang melalui dukungan regulasi yang jelas tampaknya menjadi strategi yang menjanjikan.
