Editor: BobonSyah
KabarTifa- Ethereum (ETH) kembali menghadapi tekanan jual yang signifikan, memicu kekhawatiran akan potensi penurunan harga yang lebih dalam. Data on-chain terbaru menunjukkan sinyal-sinyal bearish yang kuat, termasuk posisi harga di bawah Realized Price dan lonjakan arus masuk ETH ke bursa, yang mengindikasikan risiko koreksi hingga US$1.385.

Sejak akhir Januari, harga ETH terus diperdagangkan di bawah Realized Price, sebuah metrik yang mencerminkan rata-rata harga akuisisi seluruh koin ETH yang beredar. Kondisi ini berarti sebagian besar investor saat ini menanggung kerugian yang belum terealisasi. Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) yang juga berada di bawah 1,0 semakin memperkuat sinyal bahwa pasar sedang dalam fase tekanan. Dalam siklus pasar sebelumnya, periode panjang di bawah Realized Price seringkali menjadi prekursor fase kapitulasi, di mana harga mengalami penurunan tajam sebelum akhirnya menemukan titik terendah baru.
Tekanan jual diperparah dengan masuknya sekitar 445.000 ETH ke bursa dalam tujuh hari terakhir, dengan nilai mencapai lebih dari US$887 juta. Lonjakan saldo ETH di bursa ini umumnya diinterpretasikan sebagai persiapan investor untuk menjual aset mereka, menandakan peningkatan kehati-hatian dan potensi distribusi. Sejarah mencatat, peningkatan deposit ke bursa seringkali mendahului penurunan harga yang lebih tajam, memperbesar risiko koreksi lanjutan bagi aset kripto terbesar kedua ini.
Saat ini, ETH berjuang di sekitar level psikologis US$2.000. Jika tekanan jual terus berlanjut dan level ini gagal dipertahankan, support krusial berikutnya berada di US$1.866. Apabila support ini juga ditembus, para analis memperingatkan bahwa ETH berisiko meluncur hingga US$1.385, yang berarti potensi penurunan sekitar 30% dari harga saat ini. Level US$1.385 sendiri pernah menjadi dasar struktural penting dalam siklus pasar sebelumnya, dengan support lebih lanjut di US$1.231.
Namun, tidak semua skenario berakhir buruk. Perubahan sentimen investor, ditandai dengan penurunan arus masuk ke bursa dan peningkatan akumulasi, dapat membalikkan keadaan. Jika ETH berhasil stabil di atas US$2.000, target jangka pendek berikutnya adalah US$2.205, dengan potensi kenaikan lebih lanjut menuju US$2.500 apabila momentum beli dapat dipertahankan.
Menurut Tim Riset Tokocrypto, ETH saat ini berada di "zona kritis". "Rasio MVRV di bawah 1,0 secara historis menandakan fase koreksi mendalam atau awal dari tahap kapitulasi," ungkap mereka. "Jika support US$1.866 gagal dipertahankan, ETH berisiko jatuh 30% lagi menuju area US$1.385 sebelum menemukan dasar struktural yang stabil." Dinamika antara tekanan jual dan potensi akumulasi akan menjadi penentu utama arah pergerakan Ethereum dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

