Artikel Berita:
KabarTifa- Pasar kripto tengah dilanda badai. Tiga altcoin utama, Ripple (XRP), BNB, dan Solana (SOL), mengalami penurunan harga yang signifikan pada Selasa (4/11), seiring dengan jatuhnya Bitcoin (BTC) ke level $107.000. Kondisi ini memicu likuidasi aset kripto senilai lebih dari $1 miliar dalam 24 jam terakhir.

Ethereum (ETH) juga tidak luput dari tekanan jual, dengan harga turun ke kisaran $3.600. Situasi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan investor mengenai arah pasar dalam jangka pendek.
XRP sempat mencoba bertahan di level $2,30, setelah sebelumnya merosot hampir 8% pada hari Senin. Namun, ancaman pola "Death Cross" semakin membayangi, membuat para investor semakin waspada.
Analis memperingatkan bahwa jika XRP gagal mempertahankan area support di $2,30, harga berpotensi melanjutkan penurunannya menuju $2,19 atau bahkan $1,90, level terendah yang tercatat pada pertengahan tahun.
Secara teknikal, 50-day EMA (Exponential Moving Average) mulai bergerak turun dan berpotensi menembus 200-day EMA, membentuk pola Death Cross yang menjadi sinyal potensi tren penurunan yang lebih dalam. Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) dan RSI (Relative Strength Index) yang berada di angka 39 juga mengindikasikan tekanan jual yang semakin kuat. Jika terjadi rebound, XRP berpotensi menguji kembali area resistance di $2,60, yang bertepatan dengan 200-day EMA.
BNB juga mengalami nasib serupa, terperosok di bawah level $1.000 setelah menembus pola bearish flag. Penurunan ini mengkonfirmasi sinyal breakout dari pola bearish flag pada grafik 4 jam. Target penurunan jangka pendek mengarah ke $932, level terendah yang tercatat pada 26 September. Jika tekanan jual terus berlanjut, koreksi harga berpotensi meluas hingga $819, mencerminkan penurunan 25% dari puncak pola sebelumnya.
Selain itu, pola Death Cross antara 50- dan 200-period EMA telah terbentuk, sementara RSI berada di area jenuh jual (oversold). Hal ini menandakan dominasi kuat dari pihak penjual. BNB perlu kembali menembus level $1.000 untuk menunjukkan potensi rebound, dengan resistensi awal berada di $1.075.
Solana (SOL) juga mengalami penurunan sekitar 10% pada hari Senin, meskipun ETF Solana spot di AS mencatat arus masuk (inflow) terbesar senilai $70 juta, menjadi arus masuk positif keempat secara berturut-turut. Namun, kekuatan institusional tersebut belum mampu menahan tekanan jual. SOL kini menembus zona support $174 dan garis tren utama, membuka peluang koreksi lebih lanjut ke $153.
Dari sisi teknikal, 50-day EMA berpotensi melakukan bearish crossover terhadap 100-day EMA, sementara RSI (32) mendekati area oversold. Agar tren bullish kembali, Solana perlu menembus kembali $174 dan menargetkan $186 di area 200-day EMA.
Secara keseluruhan, sentimen pasar kripto tengah berada dalam fase yang rentan. Tekanan jual besar-besaran dan formasi Death Cross di beberapa altcoin utama menjadi sinyal bahwa tren bearish mungkin masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Informasi ini dilansir dari kabartifa.id.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Lakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Artikel ini hanya bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto.


