Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Analis Kripto Ungkap Sinyal Mengejutkan: Ethereum Berpotensi Tinggalkan Zona ‘Bottoming’!
    Crypto

    Analis Kripto Ungkap Sinyal Mengejutkan: Ethereum Berpotensi Tinggalkan Zona ‘Bottoming’!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini27-08-2026 - 02.34Tidak ada komentar4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Analis Kripto Ungkap Sinyal Mengejutkan: Ethereum Berpotensi Tinggalkan Zona 'Bottoming'!
    Analis Kripto Ungkap Sinyal Mengejutkan: Ethereum Berpotensi Tinggalkan Zona 'Bottoming'!
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ethereum Berpeluang Tinggalkan Fase Terendah Menurut Analis Kripto Benjamin Cowen

    KabarTifa.ID – 27 Agustus 2026 | Dalam analisis terbarunya yang menarik perhatian para pelaku pasar aset digital, Benjamin Cowen, seorang analis kripto dan makroekonomi terkemuka asal Amerika Serikat, mengemukakan pandangan optimis mengenai Ethereum. Cowen, yang dikenal luas melalui platform riset Into The Cryptoverse dan pendekatan berbasis data serta model siklus pasar, menilai ada peluang yang cukup besar bahwa Ethereum kemungkinan sudah melewati fase bottoming dan mulai memasuki tahap pemulihan. Pandangan ini muncul setelah Ethereum sempat mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh level sekitar US$1.500.

    Ethereum Kembali ke Area ‘Fair Value’ Berdasarkan Model Siklus Pasar

    Salah satu dasar kuat dari analisis Benjamin Cowen adalah penggunaan regression band yang selama ini ia terapkan untuk memantau posisi harga Ethereum terhadap tren jangka panjangnya. Penurunan Ethereum hingga US$1.500 tercatat menyentuh bagian bawah dari regression band tersebut. Cowen menyoroti bahwa pola serupa pernah teramati pada tahun 2015, 2016, dan 2019, di mana saat Ethereum mendekati batas bawah band tersebut, aset ini kemudian memasuki fase pemulihan yang signifikan.

    Setelah reli terbaru yang terjadi, Ethereum dilaporkan kembali memasuki area yang menurut model Cowen merupakan ‘fair value‘, yaitu berkisar antara US$2.300 hingga US$2.400. Hal ini mengindikasikan bahwa, berdasarkan metrik yang digunakannya, Ethereum telah cukup jauh meninggalkan area dasar penurunan sebelumnya dan kini kembali berada dalam zona valuasi yang dianggap wajar.

    Peluang Ethereum ‘Bottoming’ Lebih Besar Dibandingkan Bitcoin

    Menariknya, Benjamin Cowen melihat peluang Ethereum telah mencetak titik terendah (bottom) justru lebih besar dibandingkan dengan Bitcoin. Salah satu alasan utama yang diungkapkannya adalah rekam jejak historis Ethereum yang menunjukkan kemampuannya membentuk cycle low pada periode musim panas. Dalam siklus-siklus sebelumnya, Ethereum juga tercatat sempat membentuk titik terendah pada kisaran bulan Juni hingga Juli sebelum akhirnya melanjutkan pergerakan kenaikan.

    Berdasarkan kondisi historis tersebut, Cowen memperkirakan jika pasar saham global tidak mengalami koreksi berarti dalam satu hingga dua bulan ke depan, peluang bahwa low Ethereum sudah terbentuk dapat mencapai sekitar 70%. Meskipun demikian, Cowen menekankan bahwa angka 70% ini merupakan estimasinya dan bukan probabilitas statistik yang menjamin Ethereum tidak akan mencetak titik terendah baru.

    Risiko Terbesar Justru Berasal dari Pasar Saham Tradisional

    Meskipun pandangannya terhadap Ethereum cenderung positif, Benjamin Cowen tidak menampik adanya satu risiko utama yang dapat memicu koreksi lanjutan pada Ethereum, yaitu potensi koreksi di pasar saham Amerika Serikat. Cowen menjelaskan adanya korelasi historis yang cukup kuat antara pergerakan harga saham AS dengan pergerakan Ethereum.

    Ia memberikan contoh pada tahun 2022 dan awal 2025, di mana penurunan sekitar 20% pada indeks S&P 500 diikuti oleh penurunan Ethereum yang jauh lebih drastis, mencapai sekitar 50%. Sebaliknya, jika koreksi pasar saham hanya berkisar 10%, Cowen memproyeksikan Ethereum bisa mengalami penurunan sekitar 25%. Dalam skenario ini, Ethereum masih berpotensi membentuk higher low, sebuah pola yang pernah terjadi pada tahun 2023 sebelum aset ini berbalik arah menjadi bullish.

    Pertanyaan krusial menurut Cowen bukanlah sekadar apakah Ethereum sudah mencapai titik terendah, melainkan bagaimana Ethereum akan bereaksi jika pasar saham mengalami koreksi kembali. Pandangan ini menegaskan kembali pentingnya memantau pergerakan pasar tradisional sebagai indikator potensial bagi aset kripto.

    Jika Pasar Saham Stabil, Sinyal ‘Bottoming’ Ethereum Makin Menguat

    Benjamin Cowen menguraikan beberapa skenario pergerakan Ethereum ke depan. Skenario pertama, jika pasar saham global tidak menunjukkan koreksi yang signifikan dalam satu hingga dua bulan mendatang, maka keyakinan bahwa Ethereum telah mencetak titik terendah akan semakin menguat. Skenario kedua, jika S&P 500 mengalami koreksi sekitar 20%, Ethereum berpotensi kembali tertekan dan bahkan menguji kembali level terendah sebelumnya. Hal ini menjadikan fase berikutnya sebagai ujian penting bagi tesis bottoming Ethereum.

    Jika Ethereum mampu bertahan dan menunjukkan ketahanan bahkan ketika pasar saham mengalami koreksi ringan, struktur pergerakan harganya akan lebih menyerupai pola higher low yang pernah terjadi pada siklus-siklus sebelumnya. Ini akan menjadi konfirmasi tambahan bahwa Ethereum kemungkinan sudah melewati fase bottoming.

    Peran Krusial 200-Day Moving Average Sebagai Level Penentu Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, perhatian Cowen tertuju pada indikator 200-day moving average (MA200) untuk Ethereum. Level MA200 ini dianggap sebagai resistensi penting, mengingat Ethereum sebelumnya mengalami kesulitan saat mencoba menembus MA200 pada bulan Mei lalu. Kini, setelah reli terbaru, Ethereum kembali menguji area tersebut.

    Apabila Ethereum berhasil menembus dan mempertahankan posisinya di atas level MA200, Cowen menilai sinyal pemulihan bisa menjadi semakin kuat. Sebaliknya, jika Ethereum tertahan di bawah MA200 dan kemudian pasar saham mengalami koreksi, Ethereum masih memiliki potensi untuk turun lebih lanjut dan menguji level-level support yang lebih rendah. Analisis ini menunjukkan bahwa pergerakan Ethereum saat ini berada di persimpangan jalan yang krusial, dengan faktor eksternal seperti pasar saham memainkan peran yang sangat signifikan dalam menentukan arahnya ke depan.

    Perkembangan Ethereum pasca-potensi bottoming ini akan terus dipantau ketat oleh para analis dan investor, terutama bagaimana aset digital terbesar kedua ini merespons dinamika pasar global dan indikator teknisnya sendiri.

    Analisis Pasar Benjamin Cowen Ethereum Kripto
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleLedakan 132% Sepekan: Stacks (STX) Hadapi Ujian Krusial di US$0,30, Akankah Reli Berlanjut?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Ledakan 132% Sepekan: Stacks (STX) Hadapi Ujian Krusial di US$0,30, Akankah Reli Berlanjut?

    26-08-2026 - 23.59
    Crypto

    Sensasi Kripto: Bubblemaps Melonjak 44%, Volume Spekulatif Dorong BMT ke US$0,0219, Apa Selanjutnya?

    26-08-2026 - 20.23
    Crypto

    Revolusi ETH: Bitmine di Ambang Kuasai 5% Suplai, Target $3.000 Makin Dekat!

    26-08-2026 - 17.00
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.