KabarTifa- Pasar kripto menunjukkan sinyal yang beragam pada Selasa (29/7/2025), memicu kekhawatiran di kalangan trader dan analis. Koreksi pasar memang wajar setelah kenaikan, namun kali ini, muncul pertanyaan apakah ini hanya jeda sebelum reli berlanjut, atau justru awal dari tren penurunan?
Seorang analis dengan akun X @Nebraskangooner menyoroti divergensi antara Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Menurutnya, Bitcoin membentuk puncak harga yang lebih rendah, sementara Ethereum justru mencetak puncak yang lebih tinggi. Pola ini seringkali menjadi indikasi potensi penurunan harga.

"Bitcoin harus segera menembus resistensi, dan Ethereum wajib bertahan di atas US$ 3.740. Jika Ethereum jebol di bawah level itu, waspada!" tulis Nebraskangooner dalam unggahannya.
Saat berita ini ditulis oleh kabartifa.id, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$ 118.442, dan Ethereum di US$ 3.800. Divergensi seperti ini, di mana satu aset menguat sementara yang lain melemah, bisa menjadi pertanda pasar yang tidak stabil. Jika Ethereum terus turun dan menembus US$ 3.740, tekanan jual berpotensi meluas ke seluruh pasar kripto.
Sebaliknya, jika Bitcoin berhasil menembus resistensinya dengan volume perdagangan yang kuat, ini bisa menjadi sinyal positif bagi pasar secara keseluruhan. Perlu diingat bahwa Bitcoin dan Ethereum adalah dua aset kripto terbesar yang secara signifikan memengaruhi pergerakan pasar. Secara historis, momen-momen seperti ini sering menjadi titik krusial dalam menentukan arah tren pasar.
Disclaimer: Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Kabartifa.id tidak memberikan nasihat investasi atau saran trading. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi dan sadari bahwa Anda bertanggung jawab penuh atas keputusan investasi Anda. Kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.

