KabarTifa- Harga Bitcoin (BTC) kembali merosot ke US$ 107.400 pada Jumat lalu, setelah sebelumnya menyentuh angka US$ 110.500. Penurunan sebesar 2,8 persen ini terjadi meskipun aliran dana masuk ke Bitcoin ETF Spot mencapai US$ 1 miliar hanya dalam dua hari. Bukan hanya pelemahan teknis yang menjadi penyebabnya, namun juga aksi ambil untung menjelang akhir pekan, mengingat BTC hanya berjarak 1,5 persen dari rekor tertingginya.
Namun, bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global turut berperan. Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) terkait kenaikan tarif impor menambah kekhawatiran investor akan dampak lanjutan perang dagang. Situasi ini diperparah dengan aktivitas mencurigakan dari sebuah dompet Bitcoin lama yang telah lama tidak aktif. Dompet tersebut memindahkan 80.009 BTC pada hari Jumat, memicu spekulasi tentang potensi aksi jual besar-besaran.

Meskipun demikian, beberapa analis berpendapat bahwa pergerakan tersebut justru mengurangi risiko penjualan langsung. Memindahkan sejumlah besar BTC secara terbuka berpotensi mengganggu pasar dan memperburuk harga. Bahkan jika transaksi ini merupakan bagian dari kesepakatan over-the-counter (OTC), kemungkinan kecil pembeli akan langsung menyerap aset senilai US$ 4,3 miliar dalam satu transaksi.
Perlu diingat, perpindahan dari dompet lama bukanlah hal baru. Kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali sebelumnya tanpa menyebabkan pembalikan tren jangka panjang. Namun, tekanan utama tampaknya berasal dari kekhawatiran ekonomi makro AS. Michael Hartnett, Chief Investment Strategist Bank of America, bahkan menyarankan pengurangan eksposur jika indeks S&P 500 mencapai 6.300.
Prospek fiskal AS yang memburuk dapat mengurangi minat terhadap obligasi pemerintah jangka panjang, berdampak pada pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin. Ditambah lagi, rencana pemerintahan AS untuk menerapkan tarif sepihak menambah ketidakpastian. Dengan demikian, koreksi Bitcoin dari US$ 110.000 lebih disebabkan oleh ketidakpastian global daripada faktor internal industri kripto.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

